Setiap daerah di Indonesia memiliki kuliner khasnya masing-masing. Ini juga yang membikin banyak penduduk Indonesia punya bisnis kuliner khasnya masing-masing. Kamu bisa jumpai warteg (warung tegal) di sejumlah kota di luar Tegal. Selain warteg, warung makan Padang juga termasuk bisnis kuliner kedaerahan (tanah Minang) tenar seantero Nusantara. Karenanya, kali ini Hipwee bakal merangkumkan 10 bisnis kuliner yang khas dari berbagai negara di Indonesia, yang bisa kamu jadikan inspirasi bisnis! Hhehehe

1. Udah jadi rahasia umum kalau pengusaha warteg punya rumah mewah di kampung halamannya. Berminat jadi pengusaha warteg?

Warteg Warmo, yang pelanggannya pejabat ternama. via m.tempo.co

Nggak sulit untuk mencari warteg (Warung Tegal) di sejumlah kota di Indonesia. Sebut saja di ibukota Jakarta, di mana warteg nyaris tersebar di tiap sudut kotanya. Salah satu yang paling melegenda adalah Warteg Warmo di daerah Tebet. Pelanggannya datang dari berbagai kalangan, dari masyarakat umum hingga selebritas ternama. Pilihan menu yang beragam hingga jam buka 24 jam, menjadi alasan mengapa warteg ini tak pernah sepi pelanggan.

Sementara itu tentang sejarah warteg sendiri ada banyak versi tentunya. Namun, yang jelas bisa disepakati adalah hampir semua pengusaha warteg berasal dari Tegal. Jangan sekalipun meremehkan penghasilan pengusaha warteg, Guys! Sebab banyak dari mereka yang memiliki rumah mewah seharga ratusan juta hingga milyaran rupiah. Ngilerrr ya? Tapi sayangnya, oleh karena sewa bangunan warteg yang makin meningkat di ibukota (berkisar 25 30 jutaan/tahun), ditambah makin melambungnya harga kebutuhan pokok, banyak pengusaha warteg yang kewalahan. Tak pelak, banyak dari mereka yang akhirnya hijrah ke kota lain yang jauh lebih ramah soal modal, sebut saja Bandung, Semarang, dan Yogyakarta.

2. Main mato, rahasia yang bikin karyawan rumah makan Padang selalu bersemangat dan rajin bekerja. Bisa kamu terapkan saat buka usaha nantinya

Main mato juga bikin karyawan rumah makan Padang jadi lebih bersemangat kerja. via www.jitunews.com

Advertisement

Main mato adalah sistem penggajian unik yang diterapkan oleh sejumlah warung makan Padang dan berdampak pada perkembangan usaha mereka. Mato sendiri artinya ukuran laba yang karyawan terima di luar gaji pokok. Jadi, hitung-hitungan mato ini biasanya per 100 hari. BIasanya 30 mato diperuntukkan untuk karyawan dan 70 mato untuk kelangsungan rumah makan mereka.

Sistem penggajian main mato ini yang bikin karyawan rumah makan padang bersemangat dan rajin bekerja. Oleh karena semakin baik pelayanan yang mereka berikan, maka semakin banyak pelanggan berdatangan. Nggak hanya itu, sistem penggajian main mato dipandang jauh lebih transparan oleh sejumlah karyawan warung makan Padang. Nah, buat kamu yang berminat buka usaha nih, bisa menerapkan sistem main mato pada usahamu kelak.

3. Buat kamu yang masih mahasiswa, bisnis angkringan bisa banget jadi pilihan

Angkringan bisa jadi bisnis sampingan buatmu yang masih mahasiswa. via beritajogja.id

Angkringan boleh dibilang identik dengan kota pelajar, Yogyakarta. Sangat mudah menemukan gerobak kaki lima yang menjajakan nasi kucing dengan aneka gorengan dan lauk yang dibandrol dengan harga yang murah di kantong. Tak ayal, jika angkringan selalu jadi serbuan muda-mudi Yogya dan perantauan. Untukmu yang masih jadi mahasiswa dan ingin punya bisnis sampingan, bisnis angkringan bisa banget jadi pilihan. Kamu bisa beroperasi dari petang hingga malam hari. Paginya kamu bisa berkuliah seperti biasa. Berminat buka angkringan di Yogya? Hehhehe

4. Meski asal-muasalnya masih diperdebatkan, warung Pecel Lele nggak pernah sepi pelanggan!

Warung Pecel Lele gampang banget ditemui di seantero nusantara. via ide-biz.blogspot.com

Sebagian sumber mengatakan bahwa warung Pecel Lele adalah khasnya Jawa Timur. Sebagian lain berujar itu khasnya Jawa Tengah. Walau masih diperdebatkan sejarahnya, nyatanya warung Pecel Lele tersebar di seantero Nusantara. Tak hanya di pulau Jawa, bahkan di Papua pun mudah mencari warung yang menjajakan pecel lele, pecel ayam, soto ayam, hingga hati ampela goreng ini. Jadi, kamu yang belum terbiasa dengan kuliner luar pulau Jawa, tinggal mencari saja warung Pecel Lele di sudut kotanya.

Warung Pecel Lele biasanya berupa warung tenda pinggir jalan. Pelanggannya dari berbagai kalangan. Karenanya, warung yang satu ini bisa jadi ragam pilihan bisnis yang menjanjikan.

5. Dari gerobak dorong hingga warung tenda, bisnis sate Madura selalu menjanjikan!

Sate Ayam Barokah H. Basiri misalnya, yang cukup tenar di Jakarta. via www.qraved.com

Jenis sate di Indonesia terbilang cukup banyak. Ada sate Maranggi, sate lilit, dan yang paling tenar adalah sate Madura. Yang terakhir disebut yang paling mudah ditemukan. Bahkan nggak perlu keluar rumah, si Abang Sate Madura bersedia berkeliling kompleks rumah menjajakan satenya. Tak hanya dijajakan via gerobak saja, pengusaha sate Madura juga menjajakan dagangannya di warung tenda hingga di ruko-ruko.

6. Nggak usah jauh-jauh ke Aceh untuk mencicipi kuliner Aceh, di berbagai daerah di Indonesia juga tersedia Warung Mie Aceh!

Salah satu warung Mie Aceh yang sukses di ibukota, Mie Aceh Bang Jaly. via mintedplus.blogspot.com

Mie Aceh, kuliner khas Serambi Mekah ini mudah ditemui di luar kota asalnya. Rasanya yang gurih bin nagih, bikin pelanggan yang bukan berdarah Aceh pun doyan melahap kuliner yang satu ini. Dengan berbisnis mie Aceh, kamu bisa meraup keuntungan dari mulai 600 ribu hingga puluhan juta rupiah per harinya.

7. Kedai Coto Makassar juga eksis di sejumlah kota di luar Sulawesi, bahkan luar negeri. Berminat menjajakan kuliner yang satu ini?

Salah satu kedai Coto Makassar. via indonesiana.tempo.co

Coto Makassar juga tergolong kuliner khas Sulawesi Selatan yang eksis di luar daerah asalnya. Bahkan ada juga WNI yang membuka kedai Coto Makassar hingga ke luar negeri. Adalah Muzayyin, WNI asal Sulawesi Selatan yang membuka warung coto Makassar di Sydney, Australia. Muzayyin yang juga tengah menimba ilmu di Griffith University – Brisbane ini bersama rekannya – Muhammad Hartawan, memberanikan diri untuk membuka kedai coto Makassar bernama Lontara Coto Makassar & Culinary.

Letaknya sendiri tak jauh dari gedung Opera House, Sydney Australia. Tak sekadar bertujuan untuk mengenyangkan pelanggannya, dengan bisnis yang digelutinya saat ini, Muzayyin juga punya misi untuk mengenalkan budaya Bugis-Makassar pada masyarakat internasional. Wah, bangga banget ya, kuliner nusantara merambah sampai negeri Kanguru.

8. Tatar Sunda memang ahlinya kuliner berbahan dasar Aci, nggak salah kalau batagor, cimol, seblak, dan cilok menyebar hingga luar Jawa Barat!

Seblak dan cilok gampang ditemui di mana pun! via www.indonesiahotnews.com

Ini nih, camilan yang lagi laris dan digandrungi banyak orang. Batagor, cimol, cilok, dan seblak. Camilan khasnya orang Sunda yang menyebar hingga ke berbagai kota lainnya di luar Jawa Barat. Saat ini kamu nggak perlu jauh-jauh ke Bandung buat mencicipi gurihnya cilok berbumbu kacang, kamu yang tengah merantau ke Yogya pun bisa dengan mudah menemukannya. Karena pencinta penganan ini banyak banget, nggak salah kalau gerobak batagor dan cilok makin menjamur saja jumlahnya. Tertarik untuk berbisnis cilok?

9. Kalau Bakso, Malang emang juaranya. Karenanya nggak sulit menemukan kedai Bakso Malang di sejumlah kota di Indonesia!

Dari yang gerobak dorong hingga yang kedainya mentereng begini. via id.openrice.com

Siapa yang nggak ngiler kalau lihat semangkuk bakso Malang? Ditambah lagi dengan bakso bakarnya? Beuh, yang patah hati juga bakalan sembuh kali. Kamu yang lagi pengen banget berbisnis kuliner, bisa banget menjajal peruntungan dengan membuka kedai bakso Malang. Dijamin deh, kedaimu nggak akan sepi pelanggan. Sebab bakso menjadi camilan abadi masyarakat Indonesia. Tua-muda, cewek-cowok, suami-istri, jomblo musiman, sampai jomblo menahun, semuanya doyan bakso!

10. Di kota pelajar Yogyakarta, Burjo menjadi bisnis khasnya orang Sunda. Omzetnya bisa sampai Rp 7 juta/hari!

Burjo, andalannya para mahasiswa. via yogyakarta.panduanwisata.id

A, mie dok-doknya dong satu..

Sama es teh manisnya juga ya

Kalau menimba ilmu ke Yogya, nggak sahih kalau kamu belum pernah makan di Burjo. Burjo aslinya sih singkatan dari bubur kacang ijo. Namun, yang dijajakan di warung ini nggak hanya bubur kacang ijo, tapi juga indomie goreng, indomie rebus, mie dok-dok, nasi telor urak-arik, nasi sarden, sampai magelangan. Soal minumannya juga super lengkap, segala ada. Harganya? Sohib banget di kantong mahasiswa.

Penasaran nggak nih omzet warung burjo perharinya berapa? Warung burjo yang udah terkenal dan punya belasan karyawan bisa meraup untung setidaknya 7 juta/ hari. Udah jadi rahasia umum kalau mayoritas pengusaha Burjo berasal dari Jawa Barat. Karenanya jangan panggil Mas ya kalau ke Burjo. Panggil si Abang, AA Hhehehe

Ragam bisnis kuliner di atas jadi bukti kalau orang Indonesia berpotensi besar menjadi pengusaha. Kamu salah satunya. Jadi, bisnis mana nih yang tertarik untuk kamu coba? Cimol, Angkringan, atau bahkan Burjo yang omzetnya jutaan/hari?