Gagal bukan hasil akhir dari usahamu, tapi bagian dari proses untuk menguji mentalmu.

Karena itu setiap orang pasti pernah mengalaminya. Hanya saja tak semua orang bisa menyikapi kegagalan dengan emosi yang baik dan pikiran yang jernih. Sebagaian orang dipikirannya ingin menyerah begitu saja, karena tak tahan dengan kegagalan yang terjadi. Sebagian lagi berusaha untuk tegar, tapi kadang justru menyalahkan diri sendiri atau orang lain.

Padahal kalau saja kamu mau menenangkan diri sejenak, kegagalan bisa saja seperti alarm yang mengingatkan kekuranganmu. Tapi yang pasti kegagalan sebaik-baiknya pelajaran. Jadi saat kamu gagal, jangan pernah langsung menyerah. Ada baiknya kamu menanyakan beberapa hal ini ke dirimu sendiri?

1. Sudah yakin, kalau sekarang waktu yang tepat untuk menyudahi semua usahamu cuma karena gagal segali?

Sekarang atau nanti? Atau bahkan nggak sama sekali? via www.unsplash.com

Menyerah berarti menyudahi perjuangan. Tapi sudah kamu yakin kalau sekarang waktu yang tepat untuk menyudahi apa yang selama ini mati-matian dijalani dan perjuangkan? Padahal ini baru kegagalan pertama.

2. Memangnya kamu nggak sayang dengan semua tenaga, waktu, serta pikiran yang sudah tercurah selama ini?

Advertisement

Nggak sayang? Nggak merasa sia-sia? via www.pexels.com

Sudah sampai sejauh ini mau mundur? Coba deh kamu pikirkan lagi tenaga, pikiran serta waktu yang sudah kamu curahkan sampai di titik ini. Seperti yang tadi sudah dijelaskan, kegagalan ini bukan akhir? Tapi proses menuju banyak kebaikan, salah satunya ya menempa mentalmu untuk jadi baja. Bukan menyerah begitu saja, karena merasa kegagalan ini sudah hasil yang tak bisa diganggu gugat.

3. Kira-kira usahamu selama ini sudah maksimal belum? Kok bisa sampai gagal?

Apakah sudah maksimal? via www.pexels.com

Kegagalan tak akan terjadi tanpa ada sebab akibatnya. Coba kamu renungkan lagi usahamu diwaktu-waktu yang lalu? Apa kamu sudah yakin mengerahkan usahamu seutuhnya? Kalau belum, ya sebaiknya jangan dulu menyerah.

4. Jangan-jangan semua ini terjadi karena kamu sendiri lupa melibatkan Tuhan dalam setiap usahamu?

Jarang bersua dalam doa via www.pexels.com

Karena kegagalan yang dialami manusia, pasti ada campur tangan Tuhan di dalamnya. Mungkin saja gagalmu kali ini, karena kamu jarang berjumpa dengan-Nya dalam doa. Mungkin juga Tuhan tengah bermain dengan kesabaranmu. Dia ingin tahu sejauh mana usahamu dalam belajar kesabaran.

5. Kalau kamu menyerah sekarang, sudah siap untuk memulai sesuatu yang baru atau dari nol lagi?

Siap kembali ke titik nol lagi? via www.pexels.com

Gagal dan menyerah membuatmu harus siap dengan awal baru. Tapi sudah siap belum kamu untuk memulai lagi semuanya dari nol? Memulai dari nol juga berarti kamu butuh modal yang jauh lebih berat lagi. Kegigihan, niat dan rencana ke depannya harus dua kali lipat dari sebelumnya, agar tak ada lagi kegagalan yang sama nantinya.

6. Kira-kira bakal ada yang kecewa nggak ya, kalau kamu menyikapi kegagalan ini dengan menyerah atau pasrah?

Gimana reaksi orangtuamu? Keluarga? Teman-temanmu? via www.jason-gina.com

Kamu dan hidupmu tidak bisa dipisahkan dari orang lain. Ada orangtua, keluarga hingga teman-teman yang mungkin saja akan terkena dampak keputusasaanmu ini. Meski tak berujar langsung, diam-diam mereka bisa saja kecewa dengan keputusanmu untuk menyerah saat baru sekali gagal. Karena mereka sudah pasti menyimpan kepercayaan serta harapan yang besar kepadamu.

7. Wajar nggak sih kalau dalam tahap ini kegagalan menghampiri? Atau hanya aku saja yang mengalami?

kegagalan wajar terjadi via www.da-photo.co.uk

Saat mengalami kegagalan, sebagian orang pasti merasa bahwa dirinya orang yang paling tak beruntung di dunia. Sampai-sampai di kepalamu berjejal pertanyaan, kenapa sih harus aku yang mengalami kegagalan ini? Dan akhirnya pertanyaan itu pula yang buatmu ingin menyudahi semuanya. Tapi sebelum kamu berada pada posisi itu, coba deh kamu renungi lagi, kalau yang mengalami kegagalan di dunia ini tak hanya dirimu. Di luar sana bisa jadi ada banyak orang yang gagalnya tak hanya sekali atau dua kali.

8. Apakah perasaan malu akan menghampiri, kalau aku memilih menyerah di usia semuda ini?

Di usia yang masih kepala dua atau baru beranjak 3 saja sudah mau menyerah saat gagal?! Selain urusan tak malu dengan orang yang lebih tua tapi tak kenal putus asa. Kamu harus ingat kalau usia mudamu ini masih punya segudang kesempatan. Coba deh tengok kanan-kirimu, lihat mereka yang dulunya kurang beruntung tapi karena tak berkawan dengan kata ‘menyerah’ justru bisa bangkit bahkan sukses di kemudian hari.

9. Jika kegagalan ini buatmu menyerah, kamu sudah yakin nggak akan menyesal di kemudian hari?

Belum ada jaminan untuk tidak menyesal via www.ellizabethwellsphoto.com

Karena apa yang kamu putuskan sekarang, akan berdampak pada dirimu di masa depan. Jadi daripada menyesal nanti, kenapa kamu tak berusaha lagi dan lagi untuk saat ini?

10. Kalau akhirnya menyerah sekarang, apa iya akan ada kesempatan untuk dirimu bangkit lagi?

Kamu gimana? Sudah siap dengan segala konsekuensi yang ada? via www.pexels.com

Kalau pun memilih menyerah, adakah jaminan bahwa kamu nantinya bisa bangkit dari kegagalan ini? Bisa jadi kamu malah terpuruk dan terjebak zona nyaman hingga tak mau susah payah berusaha lagi.

Memang klise sih untuk mengatakan jangan menyerah sedangkan kamu tengah gagal dan terpuruk sendirian. Namun 10 pertanyaan di atas bisa kamu gunakan sebagai media untuk melihat sejauh mana potensi dirimu melalui semua tebing yang curam atau jalanan berduri ini.

Tak menyenangkan memang, tapi bukankah hidup tak selalu senang saja.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya