Terimalah kenyataan. Kamu yang kemarin-kemarin tanpa dosa bertanya ‘Kapan nikah?’ pada teman atau sepupumu, pada saatnya nanti juga akan menghadapi pertanyaan yang sama. Kamu yang sudah atau sedang mengalami, pasti tahu seberapa menyebalkannya momen ini. Rasanya percuma prestasi yang kamu tumpuk-tumpuk dalam CV-mu, karena yang dipertanyakan hanya status pernikahanmu.

Tapi memang semua orang akan mengalaminya, kecuali bila kamu menikah H+1 wisuda. Jadi kamu hanya perlu menyabar-nyabarkan diri saja. Lebih baik tetap fokus pada hidupmu saja. Tak perlu memikirkan pertanyaan orang-orang, yang belum jelas juga apakah bertanya karena perhatian atau sekadar basa-basi saja. Namun, tak bisa disangkal bahwa menghadapi pertanyaan yang sama berulang-ulang membuatmu bosan dan geram juga. Pakai jawaban-jawaban ini untuk membuat mereka berhenti bertanya. Tapi kalau mereka masih ngotot, sudah tinggalkan saja.

1. “Pass! Pass! Pertanyaan selanjutnya!”

Bisa phone a friend nggak? via www.rayon2.com

Seharusnya orang sudah tahu bahwa pernikahan bukanlah kuis yang punya satu jawaban pasti. Banyak hal yang harus dipersiapkan sebelum menikah, dan yang sudah dipersiapkan baik-baik pun belum tentu sukses hingga hari-H. Jadi karena mereka tidak bisa membedakan kuis dan pernikahan, jawab saja dengan kalimat yang sama gilanya.

2. “Aku masih pengen lama-lama sama Mama, nikahnya nanti-nanti aja ah…”

Masih belum puas dimanjain sama Ibunda via unsplash.com

Advertisement

Tak perlu emosi ataupun mendadak galau saat mendapat pertanyaan kapan mau menikah. Tapi kamu bisa memasang ekspresi serius dan memberikan jawaban yang ekstra bijak. Bila yang bertanya orang tua, jangan lupa menambahkan satu alasan manis di ujung jawaban yang intinya kamu belum mau pisah dengan orang tua.

3. “Suatu hari nanti pasti ‘kan bercahayaaa, pintu akan terbukaaa, kita langkah bersamaaa…”

Lagu melayu, tapi ekspresi harus John Mayer ya ;p via www.paramountsong.com

Kamu yang besar bersama lagu-lagu Stinky, Basejam, Dewa 19, dan Sheila on7, pasti akrab juga dengan lagu Malaysia milik Iklim ini. Judulnya Suci Dalam Debu. Bila kamu cukup PD, jawab sambil menyanyi dengan lantang bahwa kamu akan menikah suatu hari nanti. Ya, suatu hari nanti.

4. “Jakarta demo terus, Donald Trump jadi Presiden, dunia makin gila, dan yang kamu tanyain malah kapan aku nikah?”

Apalah artinya kapan kamu nikah dibanding persoalan kemanusiaan di dunia via www.zimbio.com

Tujuan sebenarnya sih untuk mengalihkan perhatian. Tapi dengan nada dan ekspresi yang pas, kamu bisa menyentil ego yang tanya dengan memberi kesan betapa receh pertanyaannya. Dengan begitu mungkin dia enggan bertanya-tanya lagi karena malas disembur dengan alasan yang cerdas dan garang.

5. “Sabar dong. ‘Kan BMW lakunya nggak secepat truk pickup. Hehehe”

BMW mahal. Ya. via manofmany.com

Karena menjawab ‘Iya nih, belum ada yang ngelamar’ akan terkesan kurang elegan, kamu bisa menjawab dengan sedikit ngocol. Ibaratkan mobil yang mahal, pasti lakunya butuh waktu karena tidak semua orang bisa membelinya. Narsis dan sombong memang. Tapi sekali-kali tak apa ‘kan?

6. “Sedang diproses nih, Tante. Ditunggu aja kabar selanjutnya yaa.”

“Dia aja udah, kamu kapan nikah?” | “Ditunggu aja kabar selanjutnya ya Tante.” via www.womenshealthmag.com

Maksudnya, proses pencarian jodoh yang hanya Tuhan tahu kapan berakhir.

7. “Agnez Mo yang punya segalanya aja masih belum siap nikah. Lha aku mah apa atuh?”

Agnezmo saja belum siap nikah via sumut.pojoksatu.id

Alasan yang sebenarnya tentu karena kamu masih punya segudang mimpi dan cita-cita yang ingin kamu gapai sebelum menikah. Karena itu, meski sudah bekerja dan sudah masuk ‘usianya’, belum tentu kamu sudah siap berkeluarga. Tapi mengeluarkan jawaban ini pastinya terlalu panjang dan ribet, sementara kamu sudah terlanjur malas duluan. Untuk mempersingkat, rujuk saja satu orang hebat yang belum menikah supaya kamu seolah-olah ‘punya teman’.

8. “Jawabnya ada di ujung langit, kita ke sana dengan seorang anak….”

Jawabannya masih dicari bareng Goku via www.genmuda.com

Sama seperti jawaban nomor 3, merujuk pada sebuah lagu bisa menjadi alternatif jawaban yang oke punya. Bila si penanya adalah teman sepermainan yang dulu sama-sama menghabiskan hari Minggu dengan nonton Dragon Ball, menyanyikan soundtrack-nya adalah jawaban yang jenius! Tapi kalau yang tanya nggak pernah nonton Goku sih ya jawaban ini kurang tepat.

9. “Maunya sih minggu kemarin sih. Tapi apalah daya, manusia cuma bisa berencana.”

*kemudian galau* via www.keyword-suggestions.com

Mau bagaimanapun, ‘manusia hanya bisa berencana, pada akhirnya Tuhan juga yang menentukan’ adalah jawaban atas segala persoalan. Bila sudah mengeluarkan jawaban ini, seharusnya orang sudah tidak berani bertanya lagi. Memangnya dia mau mempertanyakan takdir Tuhan?

10. “Aku nggak tahu. Coba deh kamu tanya langsung pada yang Di Atas.”

Coba kamu tanya langsung ke Tuhan~ via blog.onbeing.org

Ingat nggak sih, ketika rekan kerjamu bertanya tentang sesuatu yang kamu tidak tahu, lalu kamu menyuruhnya langsung bertanya ke atasan? Nah, bayangkan saat ini kamu menghadapi situasi yang sama. Karena kamu tidak paham bagaimana rencana Tuhan, jadi biarkan dia bertanya langsung pada-Nya.

11. “Waduh susah itu jawabnya…”

Bikin awkward aja pertamakali ketemu tanya kenapa belum nikah via andreteow.com

Jawaban ini cocok kamu terapkan bila si penanya adalah orang yang baru kenal. Tapi kalau dipikir-pikir dia kurang ajar juga ya, baru kenal sudah berani bertanya-tanya soal kapan nikah.

12. “Kamu udah bosan yaa doain aku? Ya udah deh, aku minta doa ke yang lain.”

Sohibmu sudah bosan kali berdoa terus via www.buyshoescheapoutlet.com

Karena jawaban ‘Doain aja’ sudah terlalu mainstream, kamu perlu mengubahnya agar sedikit lebih catchy. Mungkin selanjutnya dia tidak akan mau bertanya lagi, karena malas ‘ditagih’ doa lagi.

13. Bila itu semua sudah tidak mempan, senyum dan tinggalkan saja. Pura-pura tak usah kenal, dan kembali pikirkan masa depan

Tinggalkan saja lah via www.flickr.com

Namun terkadang kita harus berdamai dengan kenyataan. Tetap ada saja orang yang tidak peka, dan terus-terusan bertanya meski kamu sudah membuat seribu satu jawaban. Karena itu, percuma menghabiskan banyak waktu mengurusinya. Senyum dan tinggalkan saja. Biarkan dia mengartikan sendiri jawabanmu yang ambigu, sementara kamu kembali fokus pada hidupmu.

Percuma merasa tersinggung, karena mereka tidak akan berhenti bertanya hanya karena kamu terkesan tak suka. Galau atau baper saat ditanya kapan nikah hanya akan membuat pikiranmu terbebani juga. Karena itu, kamu hanya butuh hati yang sabar dan seribu trik untuk menjawab pertanyaan menyebalkan itu. Abaikan saja, dan teruskan usahamu memantaskan diri. Sambil, tentu saja, diam-diam berdoa supaya dipertemukan dengan dia yang bisa menjawab semua pertanyaan 😉

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya