Tahun 2015 sudah berjalan 1 minggu lamanya. Mungkin beberapa di antara kamu sudah punya daftar target dan resolusi yang harus dicapai pada tahun ini. Ada yang ingin IP-nya lebih tinggi, bentuk tubuhnya lebih ideal, hidupnya lebih sehat, atau mendapatkan pekerjaan yang diimpikan.

Target dan resolusi semacam ini memang perlu kamu miliki supaya kamu tahu untuk apa waktumu terbuang. Namun, untuk mencapainya pun kamu tidak bisa sembarangan. Perlu strategi khusus supaya target dan resolusimu bisa tercapai dengan baik. Nih, Hipwee kasih tahu strateginya!

1. Tujuanmu Tidak Boleh Cuma Berupa Bayangan. Harus Ada Standar Pencapaian Konkret yang Kamu Inginkan.

Buat ukuran pencapaianmu via www.littlehousegrand.com

Kebanyakan orang menulis resolusi dan target tahunannya hanya dalam kalimat-kalimat yang singkat. Misalnya,

“Tahun ini harus lebih produktif!”

“Rajin olahraga biar cepat kurus!”

“Punya uang sendiri!”

Advertisement

dan sebagainya. Walaupun sudah tersebutkan dengan baik, kalimat tersebut tidak dapat mengukur pencapaianmu secara konkret. Maksudnya lebih produktif itu bagaimana? Kurus itu yang seperti apa? Punya uang sendiri agar bisa membiayai kebutuhan apa? Kalau tidak jelas, bisa-bisa kamu hanya berusaha ala kadarnya. Di akhir tahun, kamu pun tak bisa mengevaluasi apakah resolusimu sudah berhasil tercapai atau belum.

Sukses atau tidaknya kamu dalam mewujudkan resolusi dapat ditentukan dengan adanya standar pencapaian konkret yang kamu inginkan. Harus berapa kali kamu berolahraga dalam 1 minggu, bagaimana caranya supaya bisa memiliki uang sendiri, dan seberapa banyak waktu efektif yang harus kamu sediakan untuk membuat harimu lebih produktif. Semua detail harus tersebutkan dengan jelas supaya tujuanmu tidak lagi berbayang. Dengan begitu, di akhir tahun pun kamu mengukur apakah sudah sukses atau belum dalam mewujudkan semua resolusimu.

2. Tak Perlu Target Setinggi Gunung Himalaya. Yang Penting Kamu Tahu Kemampuanmu Seberapa; dan Gunung Semeru Toh Tak Kalah Indahnya.

Sesuaikan kemampuanmu via lerablog.org

Target atau resolusi tahunan memang kita buat sebagai pemicu untuk menjadi pribadi yang lebih baik di tahun berikutnya. Namun, ini bukan berarti targetmu harus dibuat setinggi mungkin, tanpa tahu apakah kamu mampu mencapainya atau tidak.

Ingat, target itu dibuat untuk membuatmu menjadi lebih baik. Untuk itu, ketahuilah kemampuanmu saat ini dan buatlah target yang dapat mengasah kemampuan tersebut. Misalnya, kamu bisa memasak dengan baik. Dibandingkan memasang target “Harus punya restoran” tahun ini, buatlah target yang sederhana namun mampu mengasah kemampuan, seperti “Buat tester makanan untuk 50 orang setiap bulan”. Memang target ini belum sementereng prestasi bisa membuat restoran sendiri, tapi di sisi lain, kamu bisa mengetahui apakah masakanmu bisa diterima dengan baik atau tidak oleh penikmat makanan. Dengan begitu, kamu pun bisa meningkatkan kualitas makananmu dan juga mengumpulkan pelanggan setia untuk restoranmu kelak.

3. Membuat Target Jangka Panjang Memang Menyenangkan, Karena Kamu Bisa Bermimpi Besar. Tapi, Target Jangka Pendek Juga Tak Boleh Kamu Tinggalkan.

Jangan remehkan target jangka pendek via dschool.stanford.edu

Saat menentukan target dan resolusi tahunan, seringnya kita terlalu berpikiran ke depan dan luas. Hasilnya, target dan resolusi yang dibuat pun hampir seluruhnya merupakan target yang besar dan berjangka panjang. Ini bukanlah hal yang buruk. Namun, kita tetap perlu memiliki target jangka pendek untuk membuat setiap hari kita tidak berjalan sia-sia dan tetap memiliki makna.

Dibuatnya target jangka pendek ini tidak lantas akan mengacaukan rencana jangka panjangmu. Sebaliknya, justru target jangka pendek ini dapat membantu target jangka panjangmu terwujud sedikit demi sedikit. Caranya, buatlah target harian atau mingguan yang merupakan bagian dari proses perwujudan target jangka panjangmu. Misalnya, target jangka panjangmu adalah memiliki badan yang lebih bagus dan hidup yang lebih sehat. Untuk mendukung ini, buatlah target setiap harinya kamu harus berolahraga di pagi hari dan menyertakan menu sayur serta buah di setiap waktu makan. Dengan begitu, dalam 6 bulan ke depan, pasti sudah ada perubahan yang lebih baik di tubuh dan kehidupanmu.

4. Jangan Bilang “Jangan!” Menulis Target Dalam Kalimat Positif Akan Lebih Memicu Semangatmu

Tulis dalam kalimat positif via blog.bradpine.com

Menulis kalimat larangan dalam bentuk negatif, seringnya memang memicu hasrat kita untuk justru melakukan hal yang dilarang tersebut. Alasannya, mungkin karena kita terlalu penasaran mengapa hal tersebut dilarang. Namun, hal ini tidak berlaku dalam penulisan target dan resolusimu.

Dalam menulis target dan resolusi, kamu perlu kata-kata yang menginspirasi sehingga memicu semangatmu lebih. Misalnya, “Sayuran itu enak dan sehat. Makan minimal 1 kali sehari” atau “Biar cepat selesai, kerjain skripsi minimal 2 halaman sehari”.

Dengan menulis dalam frasa positif, otakmu pun akan ikut berpikir dengan positif dan pada akhirnya, mampu menyelesaikan target dengan baik.

Coba deh kamu bayangkan kalau target dan resolusimu ditulis dalam kalimat negatif semua— “Jangan malas makan sayur!” atau “Jangan malas kerjain skripsi!”. Kamu akan fokus pada poin yang dilarang dan terus menerus memutar poin tersebut di otakmu. Hasilnya, alih-alih tidak melakukannya, kamu justru akan melakukan apa yang dilarang oleh dirimu sendiri di target tersebut.

5. Lingkungan Akan Memberi Pengaruh yang Besar Pada Dirimu. Untuk Itu, Kelilingilah Dirimu Dengan Orang-Orang yang Tak Meremehkan Targetmu.

Kelilingi dengan mereka yang mendukung resolusimu via kophiyogya.wordpress.com

Teman, baik yang di kampus maupun kostan, tidak hanya ada sebagai pencerah hari dan pendengar ceritamu saja. Mereka, sebagai lingkungan sosialmu, juga memiliki pengaruh yang cukup besar dalam menentukan berhasil atau tidaknya kamu mencapai target dan resolusimu, yang mana sangat riskan oleh friksi. Kalau kamu berada di lingkungan yang tidak tepat, kamu harus bersiap jika nanti tidak ada resolusi dan target yang terwujudkan.

Untuk itu, sebelum terlambat, selalu kelilingilah dirimu dengan lingkungan yang dapat membantu dalam mewujudkan resolusimu. Jika kamu ingin cepat lulus, kelilingilah dirimu dengan teman-teman yang rajin, jangan malah mengasingkan diri. Berkumpul dengan mereka, tidak hanya akan membuat semangatmu lebih berkobar tetapi juga memberikan banyak informasi dari kampus mengenai mekanisme kelulusan yang mungkin luput untuk kamu ketahui.

6. Letakkan Fokusmu Pada Proses Usaha. Hasil yang Baik Akan Mengikuti di Belakangnya.

Fokus pada proses via runsociety.com

Tujuan akhir dari target dan resolusi tidak kamu dapatkan begitu saja secara instan. Ada proses panjang yang harus kamu lewati dan pada proses tersebutlah kamu harus meletakkan fokusmu. Dengan proses yang dilalui dengan baik, maka tidak diragukan lagi kalau kamu pun akan mendapatkan hasil yang memuaskan nantinya.

Sebagai contoh, kamu ingin mendapatkan kulit yang lebih cerah. Fokuskan dirimu pada pengaplikasian masker wajah dan krim malam secara teratur daripada memakai krim pencerah wajah instan yang banyak dijual di toko online. Begitu juga jika ingin memenuhi target lulus pada bulan Agustus 2015 nanti. Daripada mencemaskan waktu yang terus bergulir cepat dan tidak mengerjakan apa-apa, akan lebih baik jika kamu terus melakukan progres pada tugas akhirmu setiap harinya. Walaupun hanya sedikit, tapi setidaknya itu dilakukan secara konstan dan akan membantumu menyelesaikan tugas akhir tepat pada waktunya.

7. Gagal Bukan Berarti Kamu Tak Akan Pernah Bisa Meraih Targetmu. Kegagalan, Pada Intinya, Adalah Pembelajaran.

Bangkit dari kegagalanmu via huffingtonpost.com

Dalam mencapai tujuan, kegagalan memang rentan untuk didapatkan, tidak terkecuali dalam usahamu untuk mewujudkan resolusi tahun ini. Untuk itu, tidak heran jika kamu benar-benar berhati-hati dalam setiap langkah yang kamu ambil. Karena kalau sedikit saja salah melangkah, kegagalanlah yang menjadi ganjarannya.

Namun, sebenarnya kegagalan tidaklah perlu untuk kamu takuti. Gagal bukan berarti kamu tidak akan pernah bisa mencapai target dan resolusimu. Justru ini adalah sebuah tanda untuk memberitahu bahwa jalan yang selama ini kamu rencanakan belumlah sesuai dan kamu dialihkan ke jalan yang lebih tepat. Jadi, janganlah disesali kegagalan ini. Jadikanlah sebuah pembelajaran supaya kamu bisa mengatur jalan yang lebih tepat lagi untuk setiap rencanamu ke depannya.

8. Untuk Setiap Pencapaian yang Berhasil Diraih, Jangan Lupa Beri Diri Sendiri Apresiasi Tinggi!

Apresiasi dirimu via demo.devilcantburn.com

Untuk setiap langkah dan kerja keras yang dilakukan, kamu berhak untuk mendapat apresiasi tinggi ketika ada pencapaian yang berhasil diraih. Tidak hanya pencapaian yang besar, terwujudnya target-target kecilmu juga perlu dirayakan — berhasil turun 2 kg dari berat badan semula, berhasil menyelesaikan bab 2 tugas akhir sesuai rencana, atau akhirnya mampu parkir mobil dengan lancar. Dengan adanya apresiasi, itu artinya kamu menikmati setiap hasil jerih payahmu selama ini.

Apresiasi tersebut tidak perlu datang dari orang lain. Yang tahu bahwa kamu telah sukses atau belum, bagaimana kerja kerasmu, dan apa saja yang sudah kamu korbankan adalah dirimu sendiri. Jadi, kamulah satu-satunya orang yang bisa dan mampu mengapresiasi dirimu sendiri. Tidak perlu perayaan yang besar, cukup menghabiskan waktu sendirian melakukan hal yang kamu sukai, yang dulu sempat dikorbankan demi mencapai target-targetmu. Itu sudah cukup untuk membuatmu sadar bahwa jika dilakukan dengan serius, tidak ada jerih payah yang akan terasa sia-sia.

Jadi, sudah siap belum untuk membuat satu per satu target dan resolusimu menjadi nyata?