Dari kecil hingga dewasa, kita selalu hidup di antara orang lain. Tak jarang, kita akan menyalahkan mereka saat tak merasa bahagia. Terlalu mudah bagi kita untuk lupa: diri sendirilah yang memegang kendali atas rasa, jiwa, dan takdir kita. Diri sendirilah penentu bahagia-tidaknya kita.

Jika kamu belum merasa bahagia, mungkin itu karena kamu melakukan hal-hal yang mencuri kebahagiaanmu sendiri. Cobalah teliti bagaimana kamu bersikap selama ini. Apakah kamu tanpa sadar selalu melakukan hal-hal berikut?

1. Meyakini Segalanya Bisa Ditunda, Sampai Akhirnya Gagal Mengerjakannya

Main-main saja yuk! via egyveleg.hu

Kamu tahu kamu harus mulai menyicil mengerjakan tugas-tugasmu, tapi malah lari dari kenyataan. Kamu main-main dan menyibukkan diri dengan hal-hal yang sebenarnya kurang penting. Hey, tugas-tugas itu bukan masa PDKT yang gagal. Tidak akan tiba-tiba selesai sendiri.

Menunda pengerjaannya tidak akan membuat tugasmu jadi lebih sempurna. Tidak juga membuatmu lebih lega β€” karena toh kamu tahu bahwa menunda-nunda hanya memperbesar risikomu untuk gagal menuntaskan tugasnya.

Advertisement

Suka atau tidak, ada batas waktu untuk setiap tanggung jawab. Kalau kamu malas lagi, ingatkan diri sendiri: hidup saja ada batas waktunya, apa lagi tugas?

2. Memancing Pujian, Lalu Patah Hati Ketika Tidak Mendapatkannya

πŸ™‚ via galleryhip.com

Setiap orang senang dipuji. Memuji dengan tulus bahkan adalah salah satu cara supaya kamu disukai orang. Tapi kamu bukan nelayan. Kamu tidak perlu memancing pujian. Seberapa baik, pintar, dan hebatnya dirimu tidak bisa dinilai semata-mata dari penghakiman orang. Kamu tidak akan tiba-tiba berhenti menjadi baik hati hanya karena orang di sekitarmu lupa memuji.

Pujian orang lain itu ibarat pesta yang menyenangkan. Seberapa serunya acara itu, toh akan selesai juga. Kamu tetap akan pulang dari pesta sebatang kara. Ketika sudah sampai di rumah, kamu akan menyadari bahwa di dalamnya tak ada siapa-siapa. Ya, yang lebih berharga dari pujian orang lain adalah penerimaan kita β€” dan kemampuan kita untuk berdamai β€” terhadap diri sendiri.

3. Menganggap Diri Sendiri Terlalu Sibuk

Minggir, saya sibuk! via lawstreetmedia.com

β€œAll amateurs think they’re too busy.”

Menganggap diri terlalu sibuk sama dengan menutup kemungkinan bersenang-senang. Ketika teman mengajak makan di luar, kita akan menolaknya dan mengatakan masih ada tugas yang harus dikerjakan. Padahal, diri kita butuh untuk relaks dan rehat sejenak dari pekerjaan.

Jika tugasmu memang terlalu banyak, jangan takut untuk mendelegasikannya pada orang lain. Dalam satu tim, para anggotanya harus punya beban kerja yang adil jika mau berhasil. Setiap gatal ingin mengambil alih pekerjaan rekan satu tim yang kurang profesional, ingatkan dirimu sendiri: dalam jangka panjang, tidak ada yang akan terbantu dengan ini. Kamu berhak mendapatkan yang lebih baik dari ini.

4. Takut Mencintai Seseorang Dengan Lebih Dalam

Terlalu takut mencintai via acasadealice.wordpress.com

Cinta membuat semua orang menjadi bodoh. Tidak ada dari kita yang tidak pernah norak atau setengah gila karenanya. Namun, mencintai adalah hal utama yang menjadikan kita manusia.

Kadang kita takut memelihara perasaan karena pernah sakit di masa silam. Padahal, hati justru akan berkarat kalau sudah lama tak terpakai.

Yang paling tepat bukanlah menahan perasaan yang seharusnya memang ada, namun menjaganya agar tercucur hanya pada orang yang memang berhak mendapatkannya. Mulai sekarang, jangan takut mencintai seseorang dengan lebih dalam, ya.

5. Tidak Memeluk Diri Sendiri

Jangan takut memeluk diri sendiri via www.gry-online.pl

Pada akhirnya, yang kita punya hanya kita. Orang lain boleh datang dan pergi, namun kita akan selalu dipertemukan dengan diri sendiri lagi. Dari kecil, dewasa, hingga mati nanti.

Penting untuk mencintai wajah yang akan kita lihat di cermin setiap hari. Penting untuk mencintai tubuh yang selalu kita basuh ketika mandi. Saat kamu sedang diterpa masalah dan bingung bercerita pada siapa, diri sendiri adalah teman yang akan selalu meminjamkan telinga. Saat kamu sedang bersedih, diri sendiri adalah sahabat yang akan memelukmu β€” jika kamu mengizinkannya.

Tubuhmu punya pembuluh darah yang panjangnya mencapai 96.500 kilometer β€” cukup untuk mengelilingi planet Bumi 2,5 kali. Otot matamu bergerak 100.000 kali dalam sehari, setara dengan kaki yang melangkah 80 kilo jauhnya. Tubuhmu terdiri dari 7,000,000,000,000,000,000,000,000,000 atom β€” jumlah yang lebih besar dari seluruh bintang yang ada di angkasa raya. Bukankah itu menakjubkanmu?

Dirimu adalah satu-satunya yang akan selalu kamu punya. Cintailah tiap-tiap incinya.

Tidak begitu susah kok untuk menjadi bahagia. Kamu bisa memulainya dengan tidak menyabotase usahamu sendiri. Semoga kita semua bisa sama-sama berusaha, ya πŸ™‚