Maaf, anda belum berhasil untuk menerima beasiwa ini.

Satu kalimat yang bisa membuatmu rongga dadamu penuh seketika. Apalagi jika beasiswa tersebut sudah lama kamu impikan dengan perjuangan yang berdarah-darah. Rasanya apa yang kamu usahakan selama ini berakhir sia-sia. Menyerah dan terpuruk pun jadi hal yang paling dekat untuk kamu ambil saat ini.

Tapi sebelum itu belum benar-benar terjadi, kamu yang baru ditolak beasiswa, ada hal-hal yang harus coba direnungkan terlebih dulu. Mungkin hal-hal di bawah ini akan membantumu dalam perenungan, sebelum memilih untuk menyerah dan terpuruk lebih dalam.

1. Sebelum merasa tak terima, coba diingat-ingat kembali. Apakah niatmu untuk mengejar beasiswa ini murni dari hati atau hanya mengejar gengsi

Apa niatmu benar-benar murni? via www.unsplash.com

Saat gagal mendapatkan beasiswa, rasanya ingin sekali kamu protes kepada-Nya. Perasaan tak terima ini buatmu bertanya-tanya, mengapa di antara semua harus kamu yang gagal meraih beasiswa? Namun sebelum perasaan tak terima itu membuncah, alangkah lebih bijak jika kamu menengok ke belakang. Coba diingat-ingat kembali tentang niatmu saat akan mengajukan lamaran beasiswa. Apakah murni untuk mengenyam pendidikan atau justru karena menuruti gengsi semata. Mungkin dari niatmu ini kamu bisa merasa lebih berlapang dada lagi.

2. Baru gagal sekali rasanya kurang pas jika kamu menyerah di sini. Di luar sana ada banyak orang yang gagal berkali-kali namun mampu berjuang lagi

Advertisement

Kamu bukan satu-satunya yang gagal kok via www.unsplash.com

Gagal pada beasiswa kali ini buatmu ingin menyerah sekali. Rasanya tak ada lagi kekuatan yang mampu menopang semangatmu untuk menjalani hari. Terbesit sedikit rasa malu, apalagi dulu banyak orang berlomba-lomba mendoakanmu agar lolos beasiswa itu.

Menyerah dan malu jelas bukan pilihan yang bijak untuk diambil. Sebab, kamu bukanlah orang pertama atau bahkan satu-satunya yang pernah gagal dalam ajang pencarian beasiswa ini. Tapi toh mereka yang gagal berkali-kali pada akhirnya mendapat apa yang diingini, meski prosesnya memakan waktu yang cukup lama.

3. Gagal di tahap ini bukan berarti kamu tak bisa sukses di masa depan. Justru ini saatmu belajar makna ketangguhan

Belajar akan makna ketangguhan via www.unsplash.com

Gagal saat ini, bukan berarti kamu tak bisa sukses di masa depan. Percayalah bahwa akan ada banyak jalan dan kesempatan untukmu meraih impian. Harusnya pun kegagalan jadi momen di mana kamu bisa belajar makna dari ketangguhan. Apa yang sudah kamu mulai harus kamu selesaikan. Kerahkan semua potensi dirimu untuk kembali berjuang. Apalagi untuk anak muda seusiamu. Tapi ketangguhan bisa kamu jadikan pemantik semangatmu untuk kembali melaju.

4. Kedewasaanmu diuji di sini. Memilih terus meratapi apa yang terjadi atau bangkit kembali

Menyerah atau mengemban semangat lagi? via www.pexels.com

Kegagalan ibarat sebuah lubang yang kamu temui dalam perjalanan. Ketika kamu terperosok ke dalamnya, pilihannya hanya dua. Apakah kamu hanya merutuki diri atau justru menerima hal itu dan mencari jalan keluarnya. Sebab kegagalan juga menguji sampai mana kedewasaanmu berada. Kalau gagal sekali lalu menyerah, jelas bahwa kedewasaanmu belum lah matang sempurna. Namun jika gagalmu ini diiringi dengan sikap lapang hati dan mau berjuang kembali, kedewasaanmu berarti sudah naik levelnya.

5. Percayalah bahwa gagal bukan takdir yang tidak bisa diubah. Kamu pasti bisa mendapatkannya kalau tak pantang menyerah

Kegagalan bukanlah sebuah takdir via www.unsplash.com

Kegagalan itu bukan takdir Tuhan yang tidak bisa diubah. Kamu tetap bisa mengubahnya asalkan kamu pantang menyerah dan mau lebih keras berusaha. Sesekali menangis karena kegagalan tidak apa-apa kamu lakukan. Namun setelahnya, kamu perlu untuk menyudahi air mata dan mengangkat dagu lebih tinggi. Siapa tahu kamu bisa melihat kesempatan lain yang buat semangat juangmu lebih baik lagi.

6. Gagal mendapatkan apa yang kamu ingini bukan berarti Tuhan tidak sayang. Mungkin Dia hanya ingin kamu lebih gigih berjuang

Lebih kuat berusaha via www.unsplash.com

Saat kegagalan ini menyapa, pada akhirnya kepada Dia lah kamu akan kembali berserah diri. Sebab atas apa yang terjadi pada kehidupanmu, merupakan skenario yang telah Ia tuliskan untukmu. Kegagalanmu ini bukannya karena Tuhan tak lagi cinta. Bukan juga karena doa-doamu tak pernah sampai kepada-Nya. Gagalmu ini mungkin bagian dari mau-Nya agar kamu lebih gigih dalam berjuang. Sehingga menghindarkanmu menjadi pribadi yang cepat menyerah.

Untukmu yang gagal meraih beasiswa, luangkan sejenak waktumu untuk merenungkan hal-hal tersebut. Masa mudamu terlalu indah jika hanya kamu isi dengan putus asa dan menyerah. Terus semangat ya!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya