Idealnya, tempat kita bekerja memang harus mencerminkan minat dan bisa mengasah bakat. Lebih ideal lagi jika kantor kita bisa jadi tempat pengamalan ilmu yang selama ini telah ditimba di jenjang universitas.

Namun, hidup juga bisa diisi oleh hal-hal yang tak sepenuhnya ideal. Kadang kita bekerja hanya agar punya uang untuk membayar tagihan. Kadang juga kita kehilangan minat atau passion yang dulu membawa kita melamar ke tempat kerja yang sekarang ini. Jangankan menikmatinya, bangun pagi untuk berangkat bekerja saja rasanya malas luar biasa.

Tapi jika ada opsi untuk mensyukuri pekerjaan ini, kenapa harus berkubang dalam penyesalan? Selalu ada kesempatan untuk mengubah sudut pandang tentang profesi yang kamu emban. Ini juga akan lebih menyenangkan, bukan?

1. Jangan mengeluh dengan pekerjaan di tempat yang sekarang. Ingat kembali jatuh-bangun yang kamu alami saat belum mendapatkan pekerjaan.

ingat kembali saat berburu pekerjaan via www.soloposfm.com

Ketika kamu bekerja di tempat yang tidak sesuai keinginan, dimana beban pekerjaan selalu menghimpit dengan jam kerja yang gila-gilaan, kamu tidak harus mengutuki keadaan. Kamu bukan satu-satunya manusia malang di dunia. Mungkin kamu bisa mengingat kembali satu masa di mana kamu sedang kelimpungan mencari pekerjaan di berbagai penjuru kota. Kamu rela bangun pagi, berpanas-panasan, keuangan pas-pasan, serta lari kesana kemari demi memenuhi panggilan test wawancara yang belum tentu akan menerimamu.

Advertisement

Bandingkan keadaanmu yang dulu kelimpungan dengan keadaanmu yang sekarang. Walaupun dengan tempat kerja menyebalkan dan beban kerja serta jam kerja yang tidak menyenangkan, namun bukankah sekarang kamu mampu berdiri di atas kaki sendiri? Kamu punya kesibukan dan pemasukan tetap yang bisa menopang hidupmu dan selayaknya kamu syukuri mulai hari ini. Ya, setidaknya sekarang kamu bisa memimpin hidup sendiri.

Action may not always bring happiness, but there is no happiness without action.
William James

2. Sibuknya pekerjaan memang memotong waktumu bersama teman-teman. Tapi setidaknya kamu punya hidup yang terarah, tahu kemana melangkah.

setidaknya hidupmu lebih mapan via elitedaily.com

Waktu luang yang kamu miliki setelah disibukkan dengan pekerjaan memang amat terbatas. Kamu jadi jarang punya waktu luang untuk berkumpul dan bercengkerama dengan kawan lama. Mereka pun banyak yang mengkritik betapa tidak mengenakkan tempat kerjamu – yang tentu saja akan membuat rasa malasmu naik dua kali lipat. Jika kamu melihat dari sisi kawan-kawanmu yang sampai sekarang masih belum bekerja dan memiliki banyak waktu luang, memang duniamu yang sekarang terasa begitu menyebalkan.

Namun, tahukah kamu, segala sesuatu selalu bisa dilihat dari berbagai sudut pandang? Mungkin mulai sekarang kamu bisa menilik hal ini dari sisi yang lebih positif. Walaupun kamu memiliki pekerjaan yang menyebalkan dengan minim waktu luang, namun bukankah kamu sudah lebih mapan? Minimal kamu tidak hanya sibuk ongkang kaki karena banyaknya waktu luang yang kamu miliki. Hidupmu yang sekarang sudah memiliki arah dan tujuan.

Jika diibaratkan sebuah kapal, teman-temanmu masih sibuk ongkang kaki di pelabuhan, sedangkan kapalmu sudah melaju terlebih dahulu. Jadi, masih ‘kah kamu gemar meratap?

3. Pekerjaan kantor yang penuh himpitan justru bisa mengasah mental dan ketangguhan. Kamu bukan lagi fresh graduate kemarin sore yang cuma bisa cengengesan!

hal ini akan mengasahmu via www.tumblr.com

Beban pekerjaan yang diterima karyawan memang terkadang gila-gilaan dan penuh himpitan, belum lagi sifat atasan yang membuat pekerjaan terasa makin menyesakkan. Berbagai rupa tekanan yang sudah kamu terima di lingkungan kantor ini justru bisa mengasah mentalmu secara cuma-cuma. Tidak gampang menyerah kalah justru akan membentuk kepribadianmu yang lebih tangguh dan tidak gampang berserah pasrah. Termasuk juga mengatasi tekanan dari atasan, teman kerja yang tidak mengenakkan, serta beban pekerjaan yang menderamu selama ini.

Dan, bukankah ini adalah salah satu keuntungan yang bisa kamu dapatkan secara cuma-cuma? Jika kamu saja bisa bertahan dengan beban pekerjaan yang menghimpit di tempat kerja yang tidak kamu sukai, apalagi nantinya jika kamu bekerja di tempat yang kamu impikan.

Tentu segalanya akan terasa sangat lebih mudah di masa depan, jika di masa sekarang kamu sudah terbiasa menghadapi jalan berliku dengan beban berlipat dalam dunia pekerjaanmu yang sekarang ini.

4. Berapapun besaran gajimu, apa masalahnya? Jangan pikirkan dulu bagaimana cara jadi kaya. Jika bisa hidup mandiri saja, kamu patut berbangga.

kamu mesti bangga dengan berapapun gaji yang kamu terima via malangtimes.com

Terkadang jumlah gaji yang tergolong kecil mampu membuatmu berkecil hati dan memadamkan semangatmu dalam bekerja. Namun, sebenarnya gaji yang kamu dapatkan patut kamu terima dan syukuri dengan hati lapang. Berapa pun gaji yang kamu terima, kamu telah berhasil memimpin hidup sendiri tanpa bergantung kepada orang lain. Jika kamu bersyukur dan berhenti mengeluh, maka nikmat yang kamu rasakan atas gaji yang kamu terima juga akan berlipat banyaknya.

Ingat kembali betapa banyaknya orang di luaran yang tidak memiliki pemasukan tetap tiap bulannya dan senantiasa harus menahan rasa lapar dan keinginan berbelanja. Bukan ‘kah hidupmu masih lebih mujur dan kamu harus merapal kata syukur?

When we give cheerfully and accept gratefully, everyone is blessed.
Maya Angelou

5. Jika pekerjaan yang kamu geluti tidak sesuai bidangmu, bukankah kamu justru mendapatkan keuntungan dengan memperluas pengetahuan DAN dibayar?

kamu akan menimba ilmu baru via www.inc.com

Bekerja di tempat yang tidak kamu inginkan juga sebenarnya akan menimbulkan keuntungan buatmu. Kamu justru bisa memperluas pengetahuan secara cuma-cuma. Wawasan dan keahlian di tempat kerjamu saat ini merupakan hal bermanfaat yang bisa kamu dapatkan dan kamu syukuri. Hal ini juga akan menimbun ilmu yang telah kamu miliki. Bahkan, kamu juga akan kaya pengalaman. Masa mudamu tidak akan sia-sia, kamu pernah bertualang di ladang pekerjaan yang kamu benci dan kamu cintai, dan bukan ‘kah hal itu merupakan pengalaman berharga yang amat layak untuk disyukuri?

6. Pekerjaanmu hanyalah kesukaran yang menjadi keharusan dalam perjalanan meraih impian. Cintailah ia, di setiap jengkal.

nikmatilah pekerjaanmu via overeacts.tumblr.com

Belajarlah mencintai ladang pekerjaan yang sedang kamu geluti sekarang ini. Hal itu mampu untuk sedikit meminimalisir kesukaran yang sering kamu temui dalam bekerja. Percayalah, belajar menikmati apa yang sedang kamu kerjakan hari ini merupakan kunci sukses di masa depan. Jatuh cinta pada pekerjaanmu sekarang ini juga bisa memperingan langkahmu. Anggap saja ini merupakan bukit kecil yang harus kamu daki dalam perjalananmu meraih pekerjaan yang kamu impikan selama ini.

If you care about what you do and work hard at it, there isn’t anything you can’t do if you want to.
Jim Henson, It’s Not Easy Being Green: And Other Things to Consider

Jadi, masih ‘kah kamu mengeluh dan malas-malasan dalam bekerja? Semoga tidak lagi ya, para pekerja muda!