Iri bagai penyakit yang menggerogoti jiwa manusia. Iri merusak sisi kejujuran dalam setiap manusia, kehilangan jati diri dan akhirnya terlempar dalam kubangan perundungan yang tiada akhir. Menjadi lebih baik memang perlu, tapi menjadi orang lain belum tentu seru seperti bayanganmu. Bayangkan, siapa namamu? Kalau pun itu benar namamu, harusnya kamu membawa serta jati dirimu dan jangan jadi orang lain. Jadilah dirimu sendiri, karena hal itu mahal harganya.

Daripada kamu terus merenungi nasib karena perbedaan yang menimpa terasa sungguh berat. Maka, buka mata dan perlihatkan apa yang sebenarnya terjadi di luar sana, apakah tak ada orang yang lebih malang dan nelangsa ketimbang kamu. Bersyukurlah atas apa yang diberikan Tuhan. Sebab Tuhan pun punya rencana, punya perhitungan hebat dalam mengatur rejeki, jodoh bahkan hari-harimu.

1. Sebab orang-orang sukses di dunia punya cara serta perjuangan yang berbeda untuk menggapai impiannya, dan kamu pun harusnya seperti itu

Rasa-rasa berbeda di dalam dirimu itu tanda kalau kamu punya keunikan tersendiri via www.pexels.com

Apa kamu pernah berpikir, kalau semua orang yang berhasil itu tak pernah memiliki masalah yang sama dan kemujuran yang sama. Semua punya caranya sendiri untuk mencapai kesuksesannya. Daripada kamu mengutuk diri sendiri karena saat ini entah kenapa roda hidupmu seolah berada di bawah dari teman-teman atau orang lain yang sepantaranmu, bukankah lebih baik kamu terus berusaha semaksimal mungkin?

Hadapi semua kegagalan ataupun cobaan dengan semangat yang selalu baru setiap detiknya. Anggap saja semua kesulitan itu batu pijakan terjal yang membawamu keatas kesuksesan.

2. Penampilan itu salah satu identitas diri. Sementara modis atau rupawan itu persoalan lain yang tergantung dari caramu merawat dan membawa diri

Advertisement

Lucu banget sih kalau kamu masih pengen kayak orang lain… via www.pexels.com

Dalam berpenampilan, terutama dalam gaya berpakaian kamu cenderung merasa ketinggalan zaman. Alih-alih ingin dibilang modis, tapi malah dibilang norak karena low budget. Kenapa tak coba membuat gaya sendiri yang juga sesuai dengan gaya hidupmu? Kalau memang sederhana, ya berpenampilan sederhana saja. Pakai pakaian kasual untuk sehari-hari. Toh berpakaian nggak harus memenuhi selera zaman, kamu dapat menjadi pribadi yang menarik jikalau kamu pintar merawat dan menata identitas dirimu.

3. Kamu harus paham, kalau tak ada pekerjaan yang tak punya resiko, sementara rezeki seperti materi bukankah sejalan dengan usaha setiap orang?!

Jangan takut jangan loyo, meski harus bangun pagi kejar kendaraan umum… via www.pexels.com

Ubah persepsi bahwa orang lain lebih mujur ketimbang dirimu. Banyak sekali di luar sana, orang-orang tak seberuntung kamu, setidaknya punya pekerjaan yang menghasilkan sekalipun gajinya masih di luar harapan. Pikirkan baik-baik bahwa pekerjanmu sekarang tak kalah mulia dengan yang lain, tak kalah menghasilkan rejeki. Kalau pun nanti sukses dengan pekerjaanmu yang sekarang, kamu akan mengalami kebahagiaan yang luar biasa.

4. Teman-temanmu boleh terlihat kaya, tapi kamu tak perlu bercita-cita terlihat sama seperti mereka?

Jangan lihat kekayaan teman, yang penting kalian kompak buang jauh rasa dengki kalian… via www.pexels.com

Kamu bisa membuat label baru untuk dirimu lewat potensi yang dirimu punya

Nggak harus kaya, teman-temanmu mungkin beruntung lahir di keluarga dengan penghasilan tinggi. Kalau kamu sudah nyaman dengan hidup sederhana, jangan merasa terbebani dengan itu atau malah pengen juga kelihatan kaya di depan mereka. Pikir baik-baik, kamu mau dicap sebagai orang kaya yang keren? Atau, orang sederhana yang memukau? Kamu bisa jadi dirimu sendiri!

5. Karena sok pintar tak akan berbuah kebaikan. Sementara bersikap jujur apa adanya termasuk ketidaktahuan justru buatmu terlihat lebih cerdas dan bijaksana

Jangan malu, jangan sok pinter dan jangan sekalipun minder. Malu bertanya sesat di jalan… via www.pexels.com

Banyak dari kita, mencoba terlihat jadi sosok yang pandai dan berwawasan tinggi. Tapi, kiranya suatu ketidaktahuan tak seburuk yang kita kira, semua orang pasti pernah “nggak ngerti apapun”. Jadi, jangan malu untuk bertanya dan jangan malau untuk bertukar pikiran, walau ngawur, kalau jujur pasti berterima.

Karena orang pintar yang sesungguhnya akan lebih banyak bertanya daripada menjelaskan sesuatu yang tidak benar-benar dipahami.

6. Bukan sekadar ajang berfoto ria, kalau kamu nggak jujur dengan diri sendiri kamu bakal terjerumus dan tidak menjadi dirimu sendiri

Hidup kok dibawa ribet sama sosial media ~ via www.pexels.com

Instagram dan semua media sosial kini merupa bagaikan ladanga kebohongan, ladang eksistensi bagi para generasi milenial. Sekadar mengupload foto saja bisa merubah image seseorang di mata seseorang yang lain. Daripada kamu bingung sewaktu mengunggahnya, takut norak dan takut dianggap ketinggalan zaman. Lebih baik gunakan media sosial untuk ajang membuka kejujuran pada diri sendiri, sehingga orang lain pun nggak sungkan untuk berkenalan.

7. Karena mengejar semua yang berbau kekinian seringnya buatmu kewalahan, padahal itu pun buatmu lupa jati diri dan segala tujuan

Kekinian itu bukan tujuan hidupmu sekarang ataupun nanti via www.pexels.com

Sudah banyak sekali kemajuan, dalam semua hal kadang jika kita telat sedikit buat mengikutinya, kita seolah jadi penumpang yang ketinggalan kereta. Bukan masksud menyinggungmu, tapi gaya hidup yang melayani semangat kekinian kayaknya malah akan merubah pribadimu yang orisinal jadi terlihat mirip dengan orang kebanyakan. Takutnya, jika mentalmu belum siap dan kamu terlanjur berjiwa kekinian, kamu akan terbebani dan jatuh. Baiiknya kamu harus jadi diri sendiri, orisinil dan unik.

Menjadi diri sendiri bukan tantangan, melainkan sebuah anugerah. Kamu bisa berandai-andai jika semua orang adalah satu orang atau jika semua orang punya kemampuan yang sama, maka dunia tak akan menarik ini. Perbedaan yang khas dalam setiap jiwa dan tubuh manusia-manusia bukan untuk menghambatmu, melainkan untuk dirayakan dan disyukuri. Tuhan punya komposisi menarik mengatur setiap kehidupan manusia, Tuhan pasti adil. Iri, munafik dan dengki hanya pilihan orang-orang yang kalah di hidup ini.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya