Dalam kehidupan sehari-hari, akan datang masanya ketika kamu terjebak dalam energi negatif. Sejak bangun tidur, yang kamu dengar ialah ocehan melulu. Perjalanan ke kampus atau kantor dipenuhi sumpah serapah pengguna jalan. Tiba di tempat tujuan pun kamu masih harus mendengar keluhan teman dan rekanmu.

Namun terkadang, sumber energi negatif adalah diri kamu sendiri. Sesuatu yang sebenarnya bukan apa-apa kita pikirkan sebegitu panjangnya sehingga membuat kita kewalahan sendiri. Lalu bagaimana caranya agar energi buruk ini gak memberi pengajuh negatif pada orang di sekitar kamu? Kamu harus menyulap energi tersebut menjadi energi positif dengan langkah-langkah berikut:

1. Mulai harimu dengan rasa syukur

Selalu mulai dengan rasa syukur via www.huffingtonpost.com

Orang yang jarang mengungkapkan rasa syukur akan selalu merasa kekurangan. Semua yang ia capai akan jadi seolah gak punya makna. Jangan sampai kamu terjebak dalam pemikiran seperti itu. Sebaliknya, pelajarilah cara mengapresiasi diri. Orang lain pun akan berusaha mengapresiasi kamu juga. Hubungan yang baik semacam ini akan terus menghasilkan energi positif antara kamu dengan keluarga dan/atau teman-teman.

Apa saja yang bisa kamu syukuri? Banyak. Mulai dari membuka mata pagi ini, kamu bisa bersyukur atas tidur yang cukup dan berkesempatan bertemu pagi lagi. Bersyukurlah kamu memiliki keluarga yang selalu mencintaimu. Bersyukurlah kamu memiliki kendaraan untuk berangkat dari rumah ke kampus/kantor, walaupun jalanan macet. Bersyukurlah kamu bisa menjalani hari ini hingga nanti kembali memejamkan mata. Bersyukurlah kamu masih bernapas. Itu saja.

2. Jangan segan menyingsingkan lengan baju untuk menolong orang lain

Advertisement

Jangan segan menolong via www.wisegeek.org

Energi negatif membuat kamu suka mementingkan diri sendiri, egois. Anehnya, mereka yang selalu mengutamakan kepentingan sendiri ini sebenarnya menyadari kalau dia hidup bersama miliaran orang lain di muka bumi. Namun tetap saja mereka menutup mata dan gak peduli dengan orang lain.

Sebagai orang berusaha menyingkirkan energi negatif, kamu harus bersedia meluangkan waktu dan tenaga untuk meringankan beban orang lain. Menyingsingkan lengan baju merupakan salah satu cara untuk membuat kamu jadi berarti. Mulailah dari yang ringan seperti membukakan dan menahan pintu saat berpapasan di pintu, memberi tumpangan pada teman yang searah jalan pulang, atau sekedar bertanya “apa yang bisa aku bantu?”

Semua usaha untuk meringankan beban orang akan membuat kamu mengerti pentingnya energi positif dalam kehidupan sosial.

3. Ketika kamu tak bisa mengubah apa yang terjadi di sekitarmu, ubahlah cara berpikirmu

berpikir lebih terbuka via www.thechangeblog.com

Kita tak selalu bisa mengubah apa yang terjadi pada kita. Namun kita bisa mengubah cara pandang kita terhadapnya. Mengubah cara pikir bukanlah perkara mudah, namun bisa dilakukan. Mulailah selektif dalam memilih kata — baik yang kamu pikirkan maupun yang ingin kamu ucapkan.

Ketika kamu mulai bersuara negatif di kepala, sadarilah itu dan ubahlah kalimatnya menjadi sesuatu yang lebih positif. Contoh, ketika kamu sudah mulai bicara seperti ini: “Gila tuh dosen, ngasih kuis tiba-tiba gini. Aku ‘kan belum belajar, ya gak bisa jawablah!”, segera ganti kalimatmu dengan ini: “Mungkin aku belum bisa jawab dengan benar di kuis barusan, tapi di kesempatan selanjutnyaaku pasti lebih siap!” Menyingkirkan cara berpikir negatif akan membantumu menjadi orang yang lebih positif.

4. Untuk menjadi positif, kamu harus bergaul dengan orang positif

Bergaul dengan orang positif via www.huffingtonpost.com

Pernah mendengar kalimat “Kalau kamu bergaul dengan penjual parfum, kamu pasti kebagian wanginya” ? Hal serupa juga berlaku dengan energi positif. Supaya ketularan energi positif kamu harus brgaul dengan orang-orang yang positif pula. Dengan mereka kamu akan menemukan bahwa kalian saling menghargai, menghormati, dan merasakan efek energi positif semakin membesar. Menjadi positif emang usaha yang berat untuk dilakukan sendirian, namu akan lebih mudah jika kamu dikelilingi orang-orang yang tepat.

Beda kejadiannya kalau kamu terus bergaul dengan tukang mengeluh yang penuh drama dan menyebarkan aura negatif e seluruh ruangan. Kemungkinan terbesar ialah kamu juga bakal berakhir seperti mereka.

5. Gak ada yang lebih positif dari tertawa bahagia

Tertawa bahagia via commons.wikimedia.org

Ketika rutinitas bikin kamu merasa seperti robot, bawa ketawa aja. Perilaku serius emang penting di lingkungan kerja, namun suasana yang terlalu serius bisa menjelma jadi energi negatif. Tertawa membantu kamu menjadi positif dengan meningkatkan kembali mood kamu serta mengingatkan kamu untuk jangan serius-serius amat. Kalau tadinya kamu mudah tersinggung dengan joke teman bernada sarkasme, coba sekarang tertawai saja. Toh, gak ada ruginya. Seperti yang pernah Hipwee ulas sebelumnya, tertawa memberi dampak besar bagi kesehatan kamu.


6. Berhenti menjadi manja, dan mulailah bertanggungjawab

Belajar bertanggungjawab via winpoin.com

Orang-orang negatif sering kali menempatkan dirinya sebagai korban dalam berbagai situasi. Mereka ingin diberi perlakuan khusus dari orang di sekitarnya, hanya karena dia merasa gak diuntungkan. Kalimat favorit mereka kurang lebih adalah “aku tuh sibuk, mesti kerjain ini-itu” atau “kok kamu tega banget sih nyuruh-nyuruh aku?“.

Sifat manja ini hanya menularkan energi negatif bagi orang-orang disekitar mereka.

Menyalahkan keadaan serta menyalahkan orang lain bukanlah ciri-ciri orang berenergi positif. Untuk memiliki energi positif kamu harus mulai berani mengambil tanggung jawab atas apapun yang kamu pikirkan, ucapkan, dan kerjakan.


7. Berpikir positif saja tidak cukup. Kamu juga harus mulai bertindak positif.

Mulailah bertindak positif via sementesdasestrelas.blogspot.com

Berpikir positif saja belum cukup untuk menyulap harimu menjadi menyenangkan. Kamu juga harus bisa bertindak positif. Ketika kamu terjebak dalam suasana kerja yang buruk atau pertengkaran dengan pacar, ambil langkah mundur untuk menyingkir dan berpikir sejenak. Ambil napas yang dalam, lalu setelah kamu tenang, pikirkan apa langkah yang harus kamu ambil selanjutnya.

Daripada menggerutu dan menyumpahi orang-orang tadi, sebaiknya pikirkan tindakan apa yang bisa kamu lakukan untuk memperbaiki suasana. Apakah kamu akan mengakui kesalahan, meminta maaf, atau melakukan tindakan lain yang bisa membuat mereka berhenti kecewa?

Semuanya harus dimulai dari dalam dirimu. Apa yang kamu pikirkan menjadi kata, yang kamu katakan menjadi tindakan, tindakan menjadi kebiasaan, dan kebiasaan menjadi takdir. Semoga harimu sekarang menyenangkan, ya.