Kamu yang sering memelototi layar handphone atau menghabiskan waktu di depan komputer mungkin pernah menerima teguran karena hobi yang satu ini. “Main HP aja,” sindir pacarmu, misalnya, waktu kalian sedang makan bersama. “Akunya dianggurin.”

Selain pacar yang tiba-tiba ngambek, kamu juga mungkin sering diejek geeky dan sibuk di duniamu sendiri. Padahal, yang kamu lakukan itu bukan tindakan kriminal yang merugikan orang. Bukan juga kegiatan minim manfaat yang intinya cuma senang-senang.

Aktivitasmu di depan layar itu sebenarnya punya manfaat segudang. Kalau pacarmu ngambek lagi atau keluarga sampai menegur hobimu yang satu ini, mereka perlu tahu kenikmatan-kenikmatan apa saja yang selama ini kamu rasakan!

1. Hanya dengan layar dan jari tangan, kamu bisa tetap menjalin hubungan dengan mereka yang bentuk fisiknya tak lagi “ada”

LDR yang terselamatkan teknologi via herbeauty.co

Bukan berarti mereka hologram atau hantu. Maksud “fisiknya tak lagi ada” di sini adalah mereka-mereka yang sekarang sudah tinggal berbeda kota — bahkan negara — darimu. Kamu pasti punya teman SMA yang sekarang tinggal di luar pulau, atau teman satu geng kuliah yang sudah menikah dan ikut istri/suami pindah kota. Kalau sekarang sudah ada teknologi WhatsApp atau Skype yang memudahkanmu berbincang dengan mereka setiap waktu, masa’ iya kamu mau mendustakannya? Kalau dianggap terlalu sering online, apa kamu harus balik ke zaman batu di mana manusia berkomunikasi dengan asap satu sama lainnya?

2. Biar saja ada yang nyinyir saat kamu upload selfie. Berbagi foto di sosial media bukan berarti kamu narsis tingkat dewa.

Advertisement

Selfie tanda bahagia via 3.bp.blogspot.com

Mungkin salah satu hal yang membuatmu tak bisa berpisah dari handphone dan internet adalah selfie. Selfie bukan patokan untuk menilai apakah seseorang punya kepribadian narsisistik atau tidak. Pasalnya, narsis-tidaknya kepribadianmu diukur dari bagaimana kamu memperlakukan orang lain, bukan dari seberapa banyak foto wajah yang akhirnya kamu upload di Instagram atau Path. Orang yang narsisistik akan bersikap semena-mena pada manusia di sekitarnya karena merasa dirinya paling baik sedunia. Yang kamu lakukan hanyalah berbagi foto diri sendiri, dan kamu menghormati jika orang lain ingin melakukan hal yang sama.

Lagipula, siapa sih di dunia ini yang nggak pernah selfie? Kamu juga pasti pernah, hehehe. Perbedaannya bukan mereka yang selfie dan mereka yang nggak, tapi mereka yang rajin mengunggahnya, dan mereka yang cukup menyimpan foto selfie itu di ponsel masing-masing saja.

3. Karena internet pula, kemampuan bahasa Inggrismu terasah sempurna tanpa perlu menghamburkan uang orangtua

Ada yang suka main ini? 😀

Lebih dari 70% artikel di dunia maya itu berbahasa Inggris. Untuk mendapatkan pengalaman berinternet yang “maksimal”, tentu kamu harus siap belajar bahasa Inggris sambil jalan.

Coba deh bandingkan kemampuan bahasa Inggrismu saat internet masih belum menjadi bagian hidupmu, dengan kefasihanmu saat ini dalam merangkai kata dengan “I” and “you”. Pasti berbeda jauh. Lewat internet, kamu jadi terbiasa membaca kalimat “How are you today?” di Facebook. Kamu terbiasa dengan sapaan “What’s happening?” dari Twitter. Bahkan mungkin kamu sempat coba-coba menjalani korespondensi dengan teman-teman dari luar negeri demi kemampuan berbahasa asing yang setingkat ahli.

Sekarang, kamu tak perlu menghabiskan uang orangtua hanya untuk melatih bahasa Inggrismu saja. Cukup dengan online di dunia maya, ada banyak situs kursus bahasa dan aplikasi gratis yang bisa kamu coba.

4. Sembari menabung untuk keliling dunia, dengan Google Streetview kamu bisa tahu rasanya hidup di belahan bumi berbeda

Mobil google streetview via www.lowyat.net

Tak perlu pergi betulan keliling dunia. Cukup tune in proyek Google Streetview yang akan membuatmu merasakan sensasi berada di tempat-tempat lain di belahan bumi berbeda. Ingin tahu rasanya berada di Museum Louvre yang terkenal? Mau melihat koki membuat nachos langsung di Meksiko? Atau ingin menjelajah tempat-tempat bersejarah di Negeri Para Dewa di Yunani? Semuanya hampir dapat dilakukan dengan menjelajah internet.

5. Di tengah himpitan kuliah dan pekerjaan, ada Path yang memberimu sedikit kebahagiaan dengan meme kreatif dan humor segar

Tulisan konyol via www.kaskus.co.id

Yang sering pakai Path pasti setuju sekali dengan keterangan Hipwee yang satu ini. Banyak teman kita yang dengan sengaja memuat gambar dan meme-meme lucu di beragam sosial media, termasuk di dalamnya Path. Bahkan tak jarang teman-teman kita sendiri-lah yang justru bertindak jahil dengan membuat meme-meme lucu yang menampakkan foto diri kita.

6. Nggak semua dari anak umur 20-an punya tivi. Sebagai gantinya, ada Twitter sebagai sumber informasi yang berimbang dan pasti.

selebritis twitter via image1.malesbanget.com

Kalau nggak punya tivi, gimana dong kamu tahu berita politik dan ekonomi yang paling baru? Gimana kamu tahu kapan The Avengers tayang di kotamu? Tenang, karena sekarang sudah ada Twitter. Burung biru ini adalah sumber informasi yang pasti tentang hal-hal yang terjadi di sekitar kita dan di dunia.

Banyak negara yang membatasi penggunaan internet, dan diantaranya bahkan memblokir situs-situs tertentu. Biasanya hal ini digunakan sebagai alat propaganda pemerintah dalam suatu negara, dan mengungkung mereka dengan minimnya informasi yang didapat. Informasi yang masuk saja mesti disaring dan dibatasi, apalagi informasi yang ke luar.

Akses Twitter dapat menjadi alat untuk menyebarkan berita kepada khalayak dunia. Bahkan Twitter lebih real time karena langsung diposting oleh masyaarakat yang melihatnya secara langsung. Dengan fasilitas re-tweet yang dimiliki Twitter, maka sebuah indformasi dapat menyebar dengan cepat, layaknya kecepatan cahaya. #Lebay

7. Banyak yang berhasil jadi jutawan lewat jam-jam yang mereka habiskan di depan layar. Mereka bekerja keras, bukan orang malas yang cuma mau senang-senang.

Menghasilkan miliaran dolar dari bisnis online via www.wired.com

Banyak yang mengatakan bahwa bisnis online merupakan bisnis absurd yang tak nyata. Namun buktinya, banyak orang yang justru sukses bisa meningkat status ekonominya hanya dengan bisnis online. Yang kita perlukan hanyalah komputer, koneksi internet, dan produk yang ingin kita jual.

Produk yang dijualpun tak mesti berbentuk produk fisik. Bisa jadi hanya hanya kode-kode program, informasi, maupun content yang saat ini merebak di dunia digital. Kita tak membutuhkan toko fisik yang memerlukan banyak biaya untuk pengelolaan dan perawatannya.

8. Dan dari ketertarikan yang sama pada internet serta teknologi, kamu bisa menemukan teman-teman sejati serta tempatmu di dunia ini.

Menemukan teman dan rekan kerja sejati via jdv.com

Di usiamu yang masih muda ini, wajar jika kamu galau tentang masa depan. Entah itu soal karier, studi, hobi, bahkan makna hidup. Kegalauanmu ini sebenarnya bisa menjadi lebih ringan ketika kamu bertemu sahabat-sahabat yang bernasib sama lewat internet. Walaupun berbeda kota atau negara, kalian bisa saling berbincang akrab tentang masalah khas anak umur 20-an yang sedang kalian hadapi.

Tak hanya itu, kalian pun bisa mendiskusikan band atau film favorit kalian secara intens. Ini akan lebih menyenangkan jika ternyata, di kehidupan nyata kamu dan dia tidak punya teman yang bisa mengerti dan menghargai kesukaan kalian pada band atau film yang diperbincangkan tersebut. Intinya, internet menjadikan kamu lebih tidak kesepian. Internetlah yang membuatmu ingat bahwa kamu nggak sendirian.

Ketertarikan yang mendalam pada dunia teknologi dan internet juga akhirnya bisa melejitkan karier profesionalmu sebagai seorang web programmer, front end developer, atau content writer. Lewat medium seperti coworking space atau startup incubator, kamu bisa bercengkerama dengan mereka-mereka yang sudah lebih dulu profesional di bidangnya. Selain bisa memiliki mentor untuk memperbaiki kapasitas pribadimu, kamu pun akhirnya bisa menemukan rekan dan teman kerja sejati di sini.

Terus menatap layar nggak melulu berarti negatif, ‘kan?