Lumrah bagi manusia untuk mencari sumber rasa bahagia. Di Deklarasi Kemerdekaan Amerika tahun 1776 saja, misalnya, tercantum kalimat “Semua manusia terlahir setara, dan sama-sama dianugerahi Sang Pencipta dengan hak-hak yang tak dapat dicabut, seperti Hak Hidup, Kebebasan, dan hak mewujudkan Kebahagiaan.

‘Bahagia’ bukan takdir, tapi hasil dari usaha. Ada kegiatan yang jika kamu lakukan bisa menimbulkan rasa bahagia, ada pula yang jika kamu tinggalkan bisa membawa kamu ke perasaan gembira. Kebahagiaan itu bisa diukur, distimulisasi, dan diraih. Nah, menurut para ilmuwan, berikut ini adalah hal-hal tentang rasa bahagia yang penting kamu ketahui untuk bisa mewujudkan kebahagiaan:

Untuk Jadi Bahagia, Kamu Harus Mendalami Apa Itu ‘Kebahagiaan’ Dulu

Kepuasan harian via stonerdays.com

Sebenarnya, kebahagiaan itu apa sih? Misalnya, kamu menonton TV dan tertawa: apa itu bahagia?

Menurut Happify.com, definisi setiap manusia soal kebahagiaan itu berbeda. Namun secara umum ilmuwan menerjemahkan konsep “bahagia” sebagai kombinasi antara “kepuasan menjalani hidup” dengan “perasaan tenang sehari-hari.”

Advertisement

Walau orang per orang menafsirkan kebahagiaan berbeda-beda, secara general ada “rumus” yang menentukan kebahagiaan seseorang. Ternyata 40% faktor kebahagiaan berasal dari pikiran dan perilaku kamu sendiri. Sementara faktor genetik memiliki peranan sebesar 50%, dan sisanya, 10%, ditentukan oleh situasi dan kondisi. Jadi kalau kamu selama ini menganggap bahwa kebahagiaanmu hanya dipengaruhi oleh faktor eksternal, kamu kurang tepat. Secara statistik, kontribusi faktor eksternal terhadap kebahagiaanmu kalah dibandingkan faktor-faktor lain.

Kesimpulannya: daripada menganggap kebahagiaan sebagai perasaan yang datang dan pergi, sebaiknya kamu melihat kebahagiaan itu sebagai keahlian; kemampuan yang bisa kamu latih. Sehingga, kamu tahu kapan harus menggunakannya untuk mewujudkan hidup yang lebih lancar.

Orang Bahagia Adalah Orang Yang Sehat Juga

Ada banyak faktor dari kebahagiaan via blog.bufferapp.com

Dikatakan para ilmuwan bahwa sebagian besar orang yang bahagia adalah orang yang menjalani pola hidup sehat. Sebab, diet sehat mereka membuat tekanan darah dan kerja jantung mereka baik pula. Makanan sehat juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan mempercepat penyembuhan luka. Peluang hidup orang sehat pun bisa lebih besar dibandingkan mereka yang menggerutu terus sepanjang hidupnya.

Namun penting juga bagi kamu untuk menjaga level kebahagiaan di level yang stabil, karena bahagia yang berlebihan (atau manik) juga nggak bagus bagi kamu dan orang lain.

‘Bahagia’ Itu Bukan Hanya Bersenang-Senang Sendirian

Berbuat baik itu bikin kamu lebih bahagia via www.christinebougie.com

Justru kebahagiaan harus dibagi ke orang lain. Mengapa? Karena manfaat berbagi adalah kamu akan tambah bahagia jika melihat orang senang. “Happiness is only real when it’s shared,” kata Chris McCandless. Selain itu, berbagi kebahagiaan akan bikin kamu tambah produktif di tempat kerja dan makin kreatif dalam memecahkan masalah.

Mulai sekarang, jalin lagi hubunganmu yang sudah renggang dengan teman-teman yang dulu. Selain itu, bantu mereka yang kesusahan dan sisihkan sebagian hartamu untuk mereka yang membutuhkan.

Membuat Pengalaman Baru Dan Menikmatinya Agar Lebih Happy

Pengalaman baru: naik balon udara via www.turkishheritagetravel.com

Membangun sebuah hubungan dan menolong orang lain pada akhirnya akan menciptakan pengalaman baru bagi kamu. Agar rasa bahagiamu makin bertambah, luangkan waktu untuk menuliskan apa yang kamu nikmati dari pengalaman tadi. Apa yang kamu lihat, dengar, dan cicipi bisa jadi pemicu rasa senang. Jangan ragu-ragu juga untuk menikmati karya seni yang butuh keseriusan dan perhatian mendetail untuk menghargainya.

Menikmati momen yang ada akan bikin kita lebih bahagia dan bersyukur, serta lebih memiliki harapan dalam kondisi paling tertekan sekalipun. Mengenang momen juga memperkuat syaraf-syaraf di otak yang mengatur perasaan bahagia.

Menerima Kesulitan Dengan Lapang Dada

Kesulitan = tantangan via www.meetadamchandler.com

Coba lihat kesulitan dari sudut pandang baru, yaitu sebuah ujian agar kamu jadi orang yang lebih baik. Lihatlah kesulitan sebagai tantangan untuk membentuk karaktermu dan menempa ketahananmu terhadap stres. Pada akhirnya kamu akan jadi lebih optimistis dalam menghadapi masa depan.

Temukan Tujuan Hidup Kamu

Membesarkan anak via mywealth.co.id

Memiliki tujuan dan perasaan mendalam untuk mengejar mimpi menjadi kunci untuk menjalani hidup bahagia, begitu hasil penelitian terhadap orang-orang yang memiliki tujuan dalam hidup. Orang yang punya tujuan hidup lebih cenderung stabil mood-nya dan menunjukkan perilaku sosial yang baik. Mereka juga mengatakan kalau mereka lebih bahagia ketika hidup mereka punya lebih banyak arti.

Ada beberapa cara untuk menemukan tujuan hidup — salah satunya dengan berkeluarga dan membesarkan anak. 85% orang tua bilang kalau anak-anak mereka membawa kebahagian paling utama dalam rumah tangga. Belum berniat memiliki anak? Tenang, tujuan hidup juga bisa dicapai melalui jalur karir dan pendekatan spiritual.

Wajib Luangkan Waktu Untuk Keluarga dan Teman

Bagi waktu untuk keluarga via bagibunda.com

Saat kamu menghabiskan waktu selama 6-7 jam tiap hari bersama keluarga atau teman, kamu akan berpeluang besar lebih sering merasakan bahagia. Bagaimana dengan kamu yang bekerja? Kamu mesti usaha lebih keras untuk ngumpul dengan keluarga atau nongkrong dengan teman. Pekerja full time butuh 8-9 jam per hari untuk ngumpul sama orang yang dia sayangi agar terhindar dari stres.

Jangan Lupa Bersyukur

Catat minimal 3 hal yang kamu syukuri via www.hartsteinpsychological.com

Syukuri apa yang telah kamu peroleh, dan ceritakan itu dengan tulus kepada orang terdekat.

Pada sebuah penelitian terungkap, orang yang menuliskan 3 hal yang ia syukuri tiap hari selama seminggu merasakan bahagia dan bebas dari stress selama 6 bulan. Tidur mereka juga jauh lebih berkualitas dan mereka tambah rajin berolahraga. Mulai sekarang, jangan lupa untuk bersyukur atas apa yang kamu punya.

Lima Cara Instan Untuk Bahagia

Habiskan waktu bersamanya via www.dailymail.co.uk

Hal-hal di bawah ini bisa sangat berguna bila kamu merasa hidupmu penuh dengan kemurungan, dan ketika TV serta media lain hanya bisa bikin kamu ketakutan.

When life hands you lemons, cobalah tetap positif dan lakukan 5 hal sederhana ini:

1. Jumpai Orang Yang Kamu Sayangi

Walaupun cuma 5 menit, habiskan waktu bersama orang-orang yang kamu sayangi: seperti orang tua, sahabat, atau pacar. Jika kamu melakukan sesuatu yang bisa membahagiakan mereka, maka kamu akan turut bahagia pula.

2. Ucapkan “Terima Kasih”

Sampaikan utang budi kamu kepada orang-orang yang telah membantu kamu hari ini. Tulis email, SMS, atau tweet kepada mereka yang udah meringankan beban kamu kemarin.

3. Ngobrol Bareng Teman

Awalnya mungkin kamu dan mereka akan ngobrol ngalor-ngidul. Meski begitu, lama kelamaan kalian bisa masuk pada arah pembicaraan yang lebih dalam. Nggak mesti berat — yang penting adalah kalian berbicara dari hati ke hati. Ini menjadi kesempatan kalian untuk saling memberi makna dan masukan.

4. Tolong Orang Lain

Sempatkan dirimu untuk membantu meringankan beban orang lain setiap hari. Selain mendonasikan uang, kenapa gak coba hal yang lebih ringan dan langsung? Seperti menolong orang menyeberang jalan, atau bahkan tersenyum tulus.

5. Nikmati Tiap Momen Yang Kamu Jalani

Nikmati tiap momen yang kamu jalin. Kenang memori terindah yang udah pernah kamu alami seumur hidup. Tanpa sadar, kamu pun akan kembali menyecap kebahagian itu.