Kak, adiknya tolong bantuin buat PR…..

Kak, kok adiknya ditinggal main di luar sendirian?

Sebagai anak sulung kalimat-kalimat itu sudah tak asing lagi untukmu. Kalimat itu pun seolah mengamini pendapat kebanyakan orang bahwa anak sulung punya tantangan yang lebih besar. Ada juga yang bilang jadi anak sulung itu kurang menyenangkan seperti si bungsu yang seringnya dimanjakan. Ada juga yang bilang anak sulung itu egois. Karena terbiasa mengatur adik-adiknya.

Tapi sebelum benar-benar terbawa stereotip yang ada, kamu perlu tahu kenyataan sebenarnya. Jadi anak sulung itu tak seburuk bayangan orang. Justru sebagai si sulung memberi beberapa keuntungan untuk dirimu yang menjadi anak pertama.

1. Saat diberi banyak tanggung jawab, akan membantu kamu belajar mandiri dan lebih dewasa

Tanggung jawab yang mendewasakan via unsplash.com

Diminta tolong membereskan kamarmu sendiri, mengantar adikmu pergi les, atau menemani sekaligus menjaganya di rumah saat orangtuamu ada urusan. Jadi anak sulung memang mengharuskan tanganmu terisi banyak tanggung jawab. Rasanya mungkin merepotkanmu. Tapi sebenarnya dari tanggung jawab ini kamu bisa belajar untuk lebih mandiri dan dewasa.

Advertisement

Tanggung jawab membuatmu tak bisa seenaknya mengandalkan orang lain. Tanggung jawab membuatmu merasa harus untuk melakukan segala sesuatu dengan baik. Tanggung jawab mendidikmu menjadi orang yang tak cengeng dan belajar untuk bisa menjaga kepercayaan.

2. Dikit-dikit harus berbagi dengan adik. Sulit, tapi nantinya kamu paham kalau tamak pun tak baik

Berbagi dengan adik via unsplash.com

Kak, adiknya jangan lupa dibagi mi-nya.

Bukunya dipinjam sebentar ya, Kak.

Semua yang kamu punya adalah milik adikmu juga. Tak kurang-kurang ayah atau ibu mengingatkan untuk berbagi ke adikmu. Alih-alih kesal karena harus berbagi apapun, mulai dari mainan, makanan, sampai barang-barang kesukaan. Kamu harusnya mensyukuri momen berbagi ini. Sebab berbagi dengan adik, membuatmu mengerti bagaimana rasanya punya saudara, rasanya melihat orang lain senang dengan sangat sederhana, sampai paham untuk tak jadi orang yang tamak. Terbiasa berbagi pun membuatmu jadi orang yang lebih peka nantinya.

3. Selama sikapmu baik dan selalu bisa ditolerir, kamu akan selalu jadi role model alias panutan adik-adikmu

Role mode adik-adikmu via www.nessakphotography.com

Lihat kakak tuh….

Sebagai anak sulung, kamu juga selalu jadi patokan ayah dan ibu untuk mendidik adikmu, dengan catatan selama sikapmu baik dan bisa ditolerir. Bahkan nanti tanpa aba-aba dari orangtua, adik-adikmu ini akan selalu menjadikanmu role model alias panutan dalam segala hal. Entah dari segi penampilan, pendidikan, sikap, sampai pemikiran. Kamu memang diibaratkan kiblat ketiga untuk adikmu ini.

4. Jangan iri dengan kehadiran adikmu, bukankah dulu sebelum dia datang kamu mendapat perhatian penuh mereka?

Kamu pernah jadi pusat perhatian mereka via www.nessakphotography.com

Sadar nggak sih kamu kadang mengeluh, kalau adikmu lebih banyak diperhatikan ketimbang kamu. Adikmu lebih sering dimanja, sedangkan kamu dituntut untuk lebih mandiri. Adikmu seolah jadi pusat perhatian orangtuamu, sedangkan kamu hanya pihak kesekian yang diingat kalau dibutuhkan. Sementara kamu lupa, kalau dulu sebelum adikmu hadir dirimu seoranglah yang jadi pusat perhatian ayah dan ibu.

Mereka dulu memerhatikanmu sepenuhnya tanpa terbagi-bagi dengan sosok yang lain. Sedangkan sekarang perhatian orangtuamu ke adikmu sebenarnya jelas terbagi ke dirimu juga. Kalau ayah dan ibu memintamu untuk mandiri itu tandanya mereka masih peduli dengan pertumbuhan karaktermu. Mereka ingin kamu jadi sosok dengan karakter yang kuat dan itu jelas ditempa dari kemandirian.

5. Mengalah bukan berarti membuatmu dinomorduakan, justru kamu selalu jadi yang pertama

Kamu tetap yang pertama

Entah sudah berapa kali kamu diminta mengalah dengan adikmu. Alasannya ya karena kamu anak tertua dan mengalah seolah jadi keharusan mutlak untuk membuat adikmu tenang. Tapi sebelum kamu berpikir orangtuamu pilih kasih lah, tak mempedulikan perasaanmu lah, sampai kamu merasa dinomorduakan. Kamu harusnya berpikir ulang, kalau sebenarnya dirimu yang selalu jadi nomor satu.

Kamu anak nomor satu itu sudah pasti. Kamu yang pertama kali diajarkan apapun oleh orangtuamu itu pun sudah pasti. Bahkan di antara saudara kandungmu, kamu selalu jadi yang pertama kali merasakan naik kelas, lulus sekolah, diberi kepercayaan ayah dan ibu, sampai mendapat izin untuk menjalin hubungan dengan seseorang. Sebab sampai kapanpun kamu tetap jadi yang pertama untuk orangtua serta adik-adikmu.

6. Baiknya lagi, dianggap lebih dewasa membuatmu punya andil membuat keputusan lebih besar

Keputusan seringnya ada di kamu via unsplash.com

Selain usia yang lebih tua, orangtuamu sendiri selalu percaya jika kamu bisa bersikap dan berpikir lebih dewasa dari adik-adikmu. Karena itu dalam setiap pengambilan keputusan, sosokmu yang selalu dipercaya mereka untuk ambil bagian lebih besar di dalamnya. Malahan keputusan yang berkaitan dengan adikmu sendiri, kamu pun pasti dimintai pendapat pribadimu.

Bukankah jadi anak sulung membuatmu belajar lebih banyak hal terlebih dulu ketimbang adikmu? Bukankah jadi anak sulung membuatmu mengerti bagaimana usaha orangtuamu untuk mendidik anak-anaknya? Jadi anak sulung atau bungsu itu sebenarnya sama-sama anugerah. Tak pernah ada yang lebih atau kurang dari keduanya. Toh kamu sendiri manusia yang punya kelebihan juga kekurangan.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya