Hari ini udara panas terasa semakin mendorong penat masuk ke dalam pikiran. Ada hal yang terus muncul berulang kali, seolah hal itu tak ingin berdamai dengan waktumu kini. Apa lagi kalau bukan penyesalan dari keputusan dan sikap yang dulu kamu jalani. Semua itu memang sudah berlalu jauh sekali, tapi entah kenapa kamu masih saja mau disibukkan dengan kehadiran penyesalan berkali-kali.

Mau sampai kapan hidup berkalung penyesalan? Menunduk, mengais-ngais kesalahan yang harusnya sudah kamu proses menjadi pelajaran. Ayo lah, angkat kepalamu, tatap dan resapi semua alasan ini. Jangan sampai semua waktumu habis hanya untuk menyesal dan menyesal saja!

Berandai-andai kalau saja dulu kamu begini atau begitu, hanya menuntunmu kembali ke masa lalu. Lalu, bagaimana dengan kabar masa depanmu?

“Coba, dulu aku nggak melakukan hal itu, pasti sekarang lain cerinya lagi”

Nasi sudah menjadi bubur, kenapa harus diangkan lagi menjadi butir padi. Bukankah lebih baik kamu memberinya bumbu, melengkapi dan mempercantinya dengan hal baru hingga layak untuk dinikmati. Sama halnya dengan semua hal yang telah lalu, mengandaikannya sekarang justru terus menuntunmu ke masa lalu lagi dan lagi. Sedangkan di depanmu, sudah ada masa depan yang menanti. Masa depan yang menanti ditapaki dengan semua hal baru seperti pemikiran, harapan atau mimpi.

Penyesalan membuat kamu tertahan di bayang-bayang kesalahan yang sama. Padahal harusnya kamu sudah maju untuk memperbaiki diri dengan bekal yang dipunya.

Kamu tertahan di bayang-bayang via www.tumblr.com

Advertisement

Menyesali kesalahan itu perlu, toh itu yang akan membantumu untuk berbenah diri. Tapi bukan berarti penyesalan itu terus kamu ratapi. Alih-alih penyesalan justru membuat kamu tertahan di bayang-bayang kesalahan yang sama. Tegaskan ke dirimu, saat ini juga kamu harus maju membenahi diri. Ingat juga kepada dirimu, untuk tak menjadi keledaik yang juh pada lubang yang sama. Penyesalan harusnya membuat kamu lebih awas dan mawas diri.

Rasa sesal justru membuat kesalahan yang lalu sulit untuk bermetamorfosis menjadi pelajaran baru dan bekal hidupmu selanjutnya.

lelah dengan rasa sesal via favim.com

Sekali lagi kamu ingatkan ke dirimu. Menghentikan penyesalan itu bukan hal yang sulit. Justru, semakin kamu tenggelam kedalamnya, semakin sulit kesalahan yang lalu bermetamorfosis menjadi pelajaran baru. Sedangkan untuk terus melangkah ke depan, kamu perlu membawa pelajaran sebagai bekal. Usiamu pun masih terlalu muda untuk menjatuhkan diri pada rasa sesal. Masa depanmu harusnya masih panjang, dan bekal dipunya kini pun tak akan habis hingga kamu benar-benar sampai di tujuan hidup yang hakiki.

Rasa sesal di dasar hati sudah harus pergi, saat ini juga!

Penyesalanmu sama halnya dengan menyalakan diri sendiri, kalau begini terus kapan semangatmu bisa bangkit kembali.

kapan kamu bangkit? via advanced-scribes.com

Iya kamu memang salah. Namun, kesalahanmu ini bukan kaca yang jika sudah pecah berkeping-keping tak bisa diperbaiki lagi. Sudah berkali-kali dibilang, ubah kesalahanmu menjadi pelajaran baru. Saat itu juga, dengan sendirinya kamu pun akan berhenti menyalahkan diri. Karena, kalau kamu masih terus menyesal dan menyalahkan diri, kapan semangatmu bisa bangkit kembali? Bukankah untuk menatap masa depan kamu perlu semangat yang kuat.

Ubah pemikiranmu, kamu dulu memang salah, tapi saat ini dan di masa depan nanti sebisa mungkin untuk tak salah lagi.

Membiarkan penyesalan terus hidup, sama halnya dengan membunuh harapan yang kamu punya.

Sudah menahan langkahmu, menekan semangatmu, sekarang penyesalan masih harus dibiarkan membunuh harapan yang kamu punya! Sungguh, kamu akan jadi orang yang sangat merugi, jika harapanmu benar-benar mati. Harapanmu itu sumber kehidupan. Tanpa harapan kamu tak lain seperti seonggok daging yang bernyawa tapi tak punya kesadaran intuisi. Dirimu hanya akan terus terobang-ambing pada hal yang tak jelas, begitu saja tanpa perubahan yang bermakna.

Mau kamu seperti itu? Bahkan mereka yang keterbelakangan masih punya harapan di dirinya untuk bisa berkembang layaknya kamu yang bisa dibilang lebih normal!

Penyesalanmu tak akan membalikkan semua yang terlanjur terjadi. Kesalahan cukup ambil sebagai pelajaran, lalu tinggalkan penyesalan demi menatap masa depan lagi.

menatap masa depan yang luas via findyourmiddleground.com

Tarik napasmu dalam-dalam, pejamkan mata. Ingat semua hal indah yang ada di sekelilingmu saat ini. Bukankah mereka lebih nyata dari hal-hal yang kamu sesali? Mereka lebih nyata untuk kamu nikmati, untuk kamu genggam dan rangkul. Tak seperti hal-hal yang kamu sesali yang hanya bayangan semu, yang tak mungkin untuk dikembalikan lagi.

Saat kamu membuka mata, pastikan penat tentang penyesalan hilang. Dan lihat, hujan di tengah terik matahari, bukankah itu pertanda datangnya pelangi! Angkat dagu dan kepalamu, tersenyum dan hadapi esok yang bersih dari sisa penyesalan apapun.