Beberapa waktu yang lalu warganet dihebohkan dengan berita meninggalnya vokalis Linkin Park, Chester Bennington. Ia dikabarkan bunuh diri pada 20 Juli 2017 di sebuah perumahan mewah yang terletak di California, Amerika Serikat. Berita kematian Chester tersebut sontak menjadi bahan pembicaraan di seluruh dunia, baik oleh mereka yang menggemari grup band beraliran rock ini atau mereka yang turut prihatin. Menurut kabar yang beredar, Chester ditemukan meninggal dunia setelah aksi bunuh diri yang ia lakukan. Beberapa sumber mengatakan penyebab Chester bunuh diri karena tekanan dan depresi yang telah ia alami sejak lama.

1. Draven Bennington, anak pertama Chester Bennington ini mengetuk hati orang-orang lewat videonya


Banyak pihak yang dibuat kaget dengan kematian pentolan Linkin Park ini. Salah satu pihak yang turut berduka dan sempat mengalami shock berat adalah Draven Bennington. Draven merupakan anak pertama dari pernikahan pertama Chester dengan Samantha. Tak mau lama-lama memendam duka, melalui video hasil kolaborasi dengan American Foundation for Suicide Prevention, remaja berusia 15 tahun berbagi semangat untuk mereka yang dibelenggu depresi.

“Hai, aku Draven Bennington, dan aku di sini untuk National Suicide Prevention Week. Aku ingin membuat sebuah komitmen bahwa aku akan berbicara dengan seseorang sebelum menyakiti diri sendiri saat merasa tertekan, sedih, atau saat menjalani keadaan yang sangat sulit. Aku ingin menantang kalian untuk melakukan hal yang sama: untuk membantu diri kalian sendiri, tidak menyakiti diri sendiri,”

2. Nggak hanya menyemangati, Draven juga mencurahkan rasa sedihnya ditinggal pergi seseorang yang ia cintai karena depresi

Pada video kedua, terlihat Draven tengah berbicara dengan sang ibu dan seorang psikolog anak. Dalam video berdurasi hampir 3 menit tersebut, Samantha, istri pertama Chester mengungkapkan bahwa mereka benar-benar merindukan sosok Chester. Ia juga berkata bahwa meskipun kini mantan suaminya telah tiada, semua pihak tetap memberikan support terbaiknya untuk Chester. Kemudian, Draven juga mengungkapkan perasaannya saat sang ayah sudah tak lagi ada di sisinya. Dari raut wajahnya terlihat bahwa ia sebenarnya masih berduka namun mencoba tegar dan ingin bangkit dari keterpurukan.

“Rasanya seperti bukan sebuah kenyataan. Kupikir dia sedang pergi untuk liburan dan mungkin suatu saat nanti dia akan kembali lagi. Sedih rasanya ketika pulang ke rumah dan melihat kenangan lama bersamanya.”

3. Lewat bocah belasan tahun ini seharusnya kita belajar, bahwa jangan menyalahkan mereka yang bunuh diri karena depresi

Advertisement

Tak perlu menyalahkan keadaan mereka via www.unsplash.com

Melalui video serta apa yang dilakukan Draven Bennington ini seharusnya kita bisa sama-sama belajar. Bahwa mereka yang mengalami depresi kemudian memilih bunuh diri itu memang tak seharusnya disalahkan. Mereka hanya butuh teman yang bisa mendengarkan keluh kesah, namun pada akhirnya keinginan tersebut tak bisa didapatkan. Bukan malah menyalahkan mereka yang depresi akibat tak kuat menahannya sendiri.

4. Menjadi teman serta pendengar keluh kesah mereka yang depresi adalah salah satu jalan terbaik yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan nyawa seseorang

Menjadi pendengar yang baik via www.unsplash.com

“Help yourself, not hurt yourself,”

Salah satu pesan dari Draven Bennington tersebut memang ditujukan bagi mereka yang mengalami depresi. Draven berharap agar mereka bisa menolong diri sendiri dengan cara tak menyakiti diri. Namun sebenarnya ada maksud tersirat dari pesan Draven tersebut kepada orang-orang di seluruh dunia. Di samping mereka yang harus menolong diri sendiri, kita sebagai orang-orang yang berada di sekitar mereka juga harus melakukan sesuatu. Tak perlu muluk-muluk, tapi cukup dengan menjadi teman serta pendengar saat mereka ingin bercerita adalah salah satu cara terbaiknya.

Kisah meninggalnya Chester Benningtoon seharusnya menjadi sebuah pembelajaran. Bahwa jangan sampai meninggalkan mereka yang tertekan dan depresi ini sendirian. Mungkin di luar sana kasus-kasus bunuh diri banyak yang tak diekpos media. Banyak pula sosok-sosok seperti Chester yang kehilangan nyawa. Dengan sedikit usaha dan tangan terbuka, sebenarnya kita semua bisa turut menyelamatkan nyawa mereka.

Hanya saja, kemauan menolong seringkali terhalangi dengan besarnya rasa tak mau peduli.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya