Gak terasa ya, bulan puasa sudah kembali di depan mata. Tiga puluh hari kedepan kita akan ditantang untuk mengalahkan hawa nafsu demi menjadi pribadi yang lebih baik. Bulan ini memang tepat jadi momentum bagi perubahan diri. Sebagai manusia yang terus ingin berubah jadi lebih baik, kamu pasti ingin dong memperoleh Ramadhan yang benar-benar bermakna. Sebenarnya caranya mudah saja, kok. Kamu hanya perlu mengubah beberapa kebiasaan sederhana agar ibadahmu bisa mencapai titik maksimalnya selama bulan suci ini. Penasaran apa aja yang perlu diubah? Nih, Hipwee kasih tahu beberapa contohnya.

1. Pisahkan Smartphone Dari Kegiatan Ibadahmu

Jangan keasyikan main hp pas ibadah via pasca-lourdes99.blogspot.com

Tahan dulu kegatalan tanganmu untuk membuka ponsel pintar. Kalau perlu, tinggalkan dia di rumah selama kamu beribadah. Di bulan ini pahala ibadahmu dijanjikan akan berlipat ganda. Masih mau kehilangan momentum karena keasyikan melototin smartphone yang gak akan hilang kemana-mana kalau kamu tinggal barang 1-2 jam? Fokusin aja dirimu untuk beribadah saat waktu beribadah tiba. Tuhan layak dapat konsentrasi penuhmu, ‘kan? Waktumu buat bermesraan dengan Dia di bulan suci ini gak sepantasnya terganggu distraksi notifikasi dari ponsel pintarmu.

2. Manfaatin Waktu Sehabis Sholat Untuk Berdoa

Habis sholat, mending berdoa atau baca Al-Quran via saritaagerman.blogspot.com

Beberapa malam lalu saya sholat tarawih di sebuah masjid dekat kampus ternama di Jogja. Dua orang di sebelah kanan dan kiri saya melakukan aksi serupa setelah salam Sholat Isya. Mereka langsung mengeluarkan ponsel pintarnya. Orang sebelah kanan asyik nge-Path, sedang orang sebelah kiri saya sibuk membalas pesan. Nah, ini nih alasannya kenapa Hipwee menyarankan kamu harus meninggalkan ponsel pintarmu. Distraksinya emang gak nguatin. Manfaatkan waktu selepas sholat untuk berdoa dan mendengarkan ceramah yang bisa memperluas pemahaman agamamu. Bisa juga kamu baca Al-Quran deh dibanding nge-tweet. Ibadah hanya akan memakan 1-2 jam waktumu, sementara kamu masih punya 14 jam sisanya untuk aktif berselancar di socmed via ponsel pintar itu.

3. Awas! Humble-Brag Di Jejaring Sosial

Advertisement

Humble-brag paling sering dilakukan via sapiperjaka.com

@humblebrag4betterfuture: Aku tak lebih dari butiran debu, baca 2 juz sehari aja gak mampu. @sombongismynature: Capek ih, habis tarawih 23 rakaat sama keluarga dan my dear <3. Sekarang mau dinner~ @congkakbydefault: Alhamdulillah habis jumatan. Gantengan.

Humble-brag bisa dipahami sebagai cara untuk menyombongkan diri secara terselubung. Kamu meremehkan dirimu, padahal dibaliknya kamu ingin orang lain melihat bahwa kamu sudah melakukan sesuatu yang hebat. Barangkali niat awalmu memang sekedar untuk berbagi cerita soal kegiatan yang kamu lakukan, tapi bisa jadi orang lain risih loh ngelihatnya kalau keseringan.

Jawaban buat yang merasa gantengan habis sholat Jumat via www.quickmeme.com

Berhati-hatilah dalam membagikan detail kegiatan ibadahmu di media sosial. Kalau gak berhati-hati bisa-bisa kamu dianggap sombong dan riya’. Selain menjaga perilaku, jaga juga hal yang kamu bagikan di media sosial. Ibadah itu urusanmu sama Tuhan, ‘kan? Orang sedunia gak perlu tahu kamu ngapain aja, asal Tuhan udah mencatatnya habis perkara.

4. Atur Waktu Buka Bersama Biar Gak Mengorbankan Waktu Ibadah

Buka bersama bareng teman-teman emang asyik. Tapi kegiatan ini secara nggak sadar justru mengebiri waktumu beribadah. Biasanya kegiatan buka bersama akan dimulai sekitar pukul 4 untuk kumpul-kumpul dulu dan memesan makanan. Selepas adzan Maghrib, langsung deh kalian mengganyang makanan karena udah lapar. Gak jarang Maghrib aja jadi gak sholat, alasannya musholanya penuh dan ngantri.

Jangan sampai agenda buka bersama mengorbankan waktu ibadah via asudomo.wordpress.com

Sholat Isya dan Tarawih berjamaah di masjid juga jadi korban selanjutnya. Acara buka bersama masih akan berlanjut sampai jam 8 bahkan jam 9 malam. Pulang-capek-tidur deh. Bye-bye waktu ibadah! Ada baiknya kamu meninjau ulang acara buka bersama. Kamu bisa cari tempat makan yang dekat masjid atau punya tempat sholat luas, biar sholat gak keganggu. Akan oke banget juga kalau kamu bisa memindahkan jadwal buka bersama jadi makan malam bersama, yang dilakukan selepas Tarawih.

5. Mengaji Disela Kegiatan

Mengaji ditengah aktivitas sehari-hari via www.lavanguardia.com

Untuk bisa beribadah dengan maksimal, kamu gak perlu menghentikan seluruh aktifitas harianmu. Kalau kamu kuliah ya tetap kuliah dong, kalau kamu udah kerja ya tetaplah bekerja dengan baik. Lagipula bekerja dan belajar juga bentuk ibadah ‘kan? Tapi harus diingat, di bulan ini kamu punya tanggung jawab untuk tetap meningkatkan kualitas hubunganmu dengan Tuhan. Salah satu cara termudah agar tetap connect sama Tuhan adalah dengan membaca Al-Quran. Karena selama puasa kamu gak mungkin keluar makan siang, kenapa tidak memanfaatkan waktu istirahat untuk mengaji? Unduh saja aplikasi Al-Quran di ponsel atau komputermu. Buat target minimal berapa ayat yang harus kamu baca dalam sehari, biar lebih semangat.

6. Selingi Playlist-mu Dengan Resital Al-Quran

Selingi playlistmu dengan resital via www.sixteenr.com

Males ngaji? Atau takut kelihatan alim banget karena rekan-rekan kerja melihatmu ngaji di kantor? Sekarang sudah ada banyak sekali kemudahan agar kamu tetap terhubung dengan kebaikan ayat-ayat Tuhan, bahkan tanpa harus langsung membaca. Unduh aja resital bacaan Al-Quran dan masukkan ke pemutar musikmu. Selama bulan puasa, gak ada salahnya kamu memodifikasi playlist yang menemanimu berkegiatan dengan nuansa Ramadhan. Dengarkan bacaan ayat-ayat Al-Quran ditengah aktivitas rutinmu. Tidak hanya menambah pahala karena menggunakan telinga untuk hal-hal baik, ini juga bisa membantumu yang ingin menambah hapalan surat. Sekali mendayung, banyak hal bisa tercapai ‘kan?

7. Sholat Diawal Waktu

Sholat diawal waktu via www.myamethyst-shea.com

Jika biasanya kamu menunda sholat, selama Ramadhan coba deh untuk mengubah kebiasaan ini. Jadikan adzan sebagai penanda kamu harus mengambil jeda dari aktivitas yang sedang kamu lakukan. Sholatlah diawal waktu, temui Tuhanmu dengan tepat waktu. Kamu sering protes ‘kan kalau permintaanmu gak dikabulkan dengan segera? Gimana kalau gantian Tuhan yang protes karena kamu selalu menunda dalam menyembahnya?

8. Batasi Waktu Bertemu Pacar

Bertemu pacar seperlunya saja via lofukau.com

Pacaran juga perlu diatur sedemikian rupa agar tidak mengurangi kekhusyukan Ramadhan. Hipwee sudah pernah menuliskan cara-caranya di “Cara Pacaran yang Aman Selama Bulan Puasa.” Biar bagaimanapun kamu dan pacar itu belum muhrim, sehingga interaksi kalian harus tetap dijaga agar tidak melanggar norma. Kalau biasanya kamu ketemuan tiap hari, selama bulan puasa batasilah frekuensi pertemuan kalian agar tidak terlalu sering. Demi menjaga batasan antar lawan jenis, lakukan juga kegiatan bermanfaat saat sedang bersama. Hindari ketemuan berduaan saja di tempat yang sepi. Pasangan yang baik adalah dia yang bisa membuatmu jadi umat Tuhan yang lebih berkualitas. Kalau kamu memang sayang sama pacarmu, gak keberatan dong merubah kebiasaan sementara bagi kebaikan bersama?

9. Jaga Cara Berpakaian Agar Tidak Terlalu Terbuka

Singkirkan dulu hotpants dan baju seksi lainnya via ext.pimg.tw

Gak cuma menjaga perilaku diri sendiri, kamu juga punya kewajiban untuk menghargai usaha orang lain yang juga ingin punya kualitas ibadah oke. Salah satu caranya adalah dengan menjaga cara berpakaianmu agar tetap sopan dan tidak mengumbar aurat kemana-mana. Paling tidak dengan begini kamu sudah membantu orang lain menjaga pandangan mata. Istirahatkan sementara baju tanpa lengan dan celana pendek kesayanganmu selama bulan puasa. Ganti dengan T-shirt yang tidak begitu ketat dan celana jeans panjang. Mengenakan baju yang sopan sepanjang puasa menunjukkan bahwa kamu cukup dewasa untuk tidak egois mengikuti keinginan diri sendiri dan memikirkan ibadah orang lain.

10. Gak Ngegosip Atau Nonton Infotainment 

Hindari ngegosip rame-rame via intibayangan.blogspot.com

Bergunjing, jadi salah satu hal yang bisa mengurangi amalan puasa. Membicarakan kejelekan orang lain memang menggoda, sih. Apalagi kalau dilakukan secara beramai-ramai. Ngerinya, saking seringnya melakukan hal ini kadang kita jadi gak sadar saat bergunjing. Refleks aja, gak ada benteng pertahanannya lagi. Nah, selama bulan puasa kebiasaan ngomongin orang macam ini wajib berusaha kamu kurangi. Ada 2 alasan kenapa kebiasaan ini nggak banget:

  • Kamu belum tentu lebih baik dari dia yang kamu bicarakan
  • Kamu gak punya hak apapun buat menilai orang lain. Itu bukan urusanmu juga

Demi menjaga diri biar gak tergoda ngomongin orang, jauh-jauh dulu deh dari kumpulan rumpi-mu. Kalau mau tetap ikutan ngumpul, usahakan agar tetap diam kalau mereka lagi asyik ngomongin orang. Supaya gak ada bahan untuk ngegosip kamu juga perlu mengurangi nonton acara gosip di televisi, demi pikiran yang gossip-free.

11. Terlalu Banyak Tidur Itu Bukan Ibadah

Tidur boleh, tapi jangan kebanyakan via cyberdakwah.com

Katanya, tidurnya orang puasa itu ibadah. Yatapi Bro, bukan berarti kan kamu tidur sepanjang waktu dari habis sahur sampai Maghrib? Puasa tahun ini itu bahaya banget sih sebenarnya. Banyak anak kuliah dan SMA yang lagi libur sekolah, ada Piala Dunia yang membuat orang bisa melek semalaman. Tidur seharian jadi makin menggoda, deh. Pikirkan lagi deh, manfaat dan kekurangannya kalau kamu menghabiskan malam untuk begadang dan tidur seharian. Memang sih, kamu senang dan puasa gak terasa. Tapi apa kabar upaya khatam Al-Quran? Apa kabar kajian anak muda yang bisa menambah keilmuan? Apa kabar ibadah sunnah yang pahalanya berlipat ganda di bulan ini? Gak sayang?

12. Jangan Lapar Mata Saat Buka Puasa

Beli jajanan seperlunya saja via shnews.co

Salah satu esensi puasa adalah untuk membuat kita merasakan penderitaan mereka yang punya sumber daya ekonomi terbatas. Tapi kenyataannya puasa justru sering membuat kita lupa menahan hawa nafsu, selepas adzan Maghrib berkumandang. Karena lapar seharian, apapun dibeli. Apaan aja yang ada di depan mata dimakan. Keberhasilan puasamu bukan tentang makan seenak apa kamu saat buka, justru kamu dianggap berhasil saat bisa mengendalikan diri untuk tidak melakukan sesuatu yang melebihi batas kewajaran. Kamu sudah lulus Ramadhan tahun ini kalau sudah bisa lebih mawas diri untuk tidak berlebihan dalam segala hal.

13. Hanya Karena Sedang Puasa, Bukan Berarti Kamu Minta Dihargai Orang Lain

Harusnya kamu yang lebih menghargai orang lain via images.solopos.com

Puasa itu urusanmu sama Tuhan. Kalau kamu ingin mengharap penghargaan dan balasan, sepantasnya itu hanya kamu harapkan dari Tuhan. Gak penting apakah rumah makan menutup kacanya dengan tirai gelap supaya kamu gak lihat orang yang makan didalamnya. Temanmu yang gak puasa juga bebas mau makan atau minum di depanmu. Bukankah keikhlasan sebuah ibadah tercermin saat kamu berusaha menyembunyikan amalanmu dari orang lain? Kamu yang sedang berpuasa, kamulah yang sedang dalam perjuangan untuk menjadi orang yang lebih baik. Maka kamu jugalah yang harusnya lebih menghargai orang-orang disekitarmu.   Gampang kan caranya? Menciptakan ibadah puasa yang bermakna memang tidak sesulit yang dibayangkan kok. Selama punya niat yang kuat, pasti bisa deh. Selamat menunaikan ibadah puasa, semoga ibadahmu makin berkualitas dari hari ke hari 🙂