Kita tak pernah bisa terhindar dari keluh kesah dalam menghadapi hidup. Sebab kekecewaan kadang terlampau berat untuk dipendam sendiri. Tapi apakah hidup selamanya akan begini? Apakah akan diisi dengan kekecewaan? Kabar buruknya, kita kadang mengumpat, bersumpah serapah, “Tuhan tak adil”. Celakanya, kita sendiri yang lupa bahwa semua yang diberikan Tuhan, semuanya adil termasuk semua kesempatan menuju keberhasilan. Sama. Beriring-iringan dengan takdir, kita isi dengan usaha dan doa, kegagalan sepertinya semakin akrab saja akhir-akhir ini. Tapi, apakah itu buruk?

Sepertinya, kegagalan ini justru kebaikan dalam meraih keberhasilan dan kesuksesan. Orang tak akan berhasil sebelum bertemu dengan kegagalan, contoh kecilnya, kita tak pernah bisa membuat lampu, tampa kegagalan dan ketidak-puasan. Lantas, apakah kita pantas terus-terusan menaruh pikiran buruk pada kegagalan? Semoga syukur dan ikhlas tak pernah luntur dalam hati, karena kegagalan akan berubah manis dengannya.

Jika kamu merasa semua ini tak adil buat, dirimu rasanya perlu resapi kalimat-kalimat ini. Bukan menggurui, tapi barangkali apa yang Hipwee Motivasi rangkum kali ini baik untuk membantu kamu yang sedang terpuruk….

1. Bukan kemudahan yang mengantarmu pada kesuksesan, tangga keberhasilan disusun atas kegagalan dan perjuangan

Sukses nggak gampang, apalagi kalau kamu terus mengeluh… via www.pexels.com

2. Sebenarnya Tuhan selalu adil membagi, semua punya kesempatan yang sama untuk sukses, tapi tetap semuanya tergantung pada kemauan kita

Kamu punya kesempatan yang sama seperti yang lainnya. Tingkatkan kemauan… via www.pexels.com

3. Kebaikan seperti halnya bunga yang harus kamu pupuk supaya tumbuh subur dihidupmu, sementara rasa syukur dan ikhlas jadi sebaik-baiknya pupuk untuk itu

Advertisement

Orang lain tak sesukses yang kamu pikirkan, sepertinya halnya kamu mengira kamu orang yang paling gagal. Semua sama… via www.pexels.com%20

4. Tak ada yang sia-sia, semua usaha dan pekerjaan berharga. Bahkan kegagalan pun patut dihargai, karena dari sana kamu belajar banyak hal lebih baik lagi

Sekecil-kecilnya pekerjaan pasti bernilai… via www.pexels.com%20

5. Anggap saja kegagalan itu bibit dendam yang baik, yang membuatmu ingin membalasnya dengan keberhasilan. Optimis, optimis, optimis!

Optimis selalu menenangkan, ketenangan membawamu pada perencanaan hebat… via www.pexels.com%20

6. Bukan masalah bakat, keberhasilan nggak segampang itu. Keberhasilan adalah akumulasi dari latihan dan kegagalan-kegagalan lain

Bukan bakat, tetapi latiahan dan mencicipi kegagalan yang membawa pada kesuksesan… via www.pexels.com%20

7. Cari kerja memang bukan perkara mudah. Apalagi kalau ditambah kemurungan. Tersenyumlah, karena itu salah satu doa agar hidup lebih baik

Tersenyum biar kamu tetap yakin dan percaya diri… via www.pexels.com%20

8. Saat sudah berjuang mati-matian, tapi keberhasilan enggan datang. Mungkin kali ini kamu harus beristirahat sejak sambil bersyukur atas apapun yang dipunya…

Bersyukur… via www.pexels.com%20

9. Perihal jodoh, adakah yang lebih rupawan dari perjuangan dan keikhlasan batin seseorang? Mindermu justru memperburuk suasana hati, kamu harus bangkit!

Minder? Buang jauh perasaan itu, Tuhan sudah berikan yang terbaik pada dirimu, kamu tinggal lakukan sisanya… via www.pexels.com%20

10. Kekalahan memang begitu menyakitkan. Tapi bukankah dibalik kekalahan ada kemenangan yang tertunda selama kamu mau terus mengusahakan

Harusnya, semakin kita gagal semakin haus dan nikmatnya meraih kemenangan. Terus berusaha dan berlatih… via www.pexels.com%20

11. Kamu kira hanya dirimu yang gagal? Semua orang pernah gagal. Karena tanpa gagal kamu atau siapapun tak akan pernah mengerti makna berjuang dan bersabar

Semua merasakan kegagalan yang sama, tetapi setiap manusia menyikapinya berbeda-beda… via www.pexels.com%20

Lalu, hidup seperti apa yang kamu mau? Kemudahan akan membawamu pada kebosanan dan kejenuhan. Semua orang punya kekurangan, kegagalan ada di garis takdir setiap manusia. Tapi rasa syukur dan ikhlas hanya dimiliki orang-orang yang benar-benar berjuang. Mungkin, kamu rasa hari ini kamu telah habis pegangan, tak ada lagi kawan dan orang yang menyayangimu. Kamu melupakan yang Maha Kuasa, Dia selalu tersenyum padamu, selalu ada di hatimu. Apakah kita pantas meras tak puas dengan apa yang Dia berikan sedangkan Dia selalu ada bahkan ketika kita melupakannya?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya