Halo, para mantan mahasiswa yang baru saja menyandang gelar sarjana.

Bagaimana perasaan kalian hari ini? Apakah bangga luar biasa karena perjuangan selama kurang lebih empat warsa terbayar sempurna? Berbangga dan gembira boleh saja, toh gelar sarjana itu adalah bukti dari kerja kerasmu selama ini. Asal ingat lagi, hal itu belumlah pantas menjadikanmu besar kepala dan merasa paling bisa.

Di balik gelar sarjana yang sekarang kalian sandang, ada banyak orang yang sudah berbaik hati membantumu di belakang layar. Mereka patut diberi penghargaan dan rasa terima kasih yang besar — bukannya malah dilupakan. Jadi sebelum tenggelam dalam kejemawaan, ada baiknya kalian putar ulang kembali memori tentang jerih payah orang-orang di balik layar itu selama ini.

Kamu beruntung punya dosen pembimbing yang sabar. Lihat lagi draf proposal dan skripsimu yang dulu: bukankah ada banyak kekurangan memalukan?

tanpa bimbingan mereka skripsimu tidak akan sempurna  via zahratulkamila.wordpress.com

Tentu dosen pembimbing memiliki porsi yang sama besarnya dalam penggodokan tugas akhir hingga kamu bisa resmi menjadi sarjana. Kesabaran dalam membimbingmu pada saat pengerjaan skripsi tentu tidak perlu diragukan lagi. Walaupun beliau agak sulit ditemui dan tak memiliki banyak waktu untuk berdiskusi, saran dan masukan dari beliau benar-benar membuat skripsimu jauh lebih bagus dan terstruktur dari yang ada di kepalamu.

Advertisement

Memang, dosen pembimbingmu tidak ikut kamu begadang, menyebarkan kuesioner, hingga mencari referensi. Namun, beliau mengecek hasil pekerjaanmu dan mencegahmu dari membuat skripsi yang memalukan.

Menyadari betapa besar andil dari dosen pembimbing, masihkah kamu jemawa dengan bilang bahwa ini semua hasil jerih payahmu saja?

Jangan lupa juga peran petugas perpustakaan. Perpus universitasmu punya puluhan ribu buku, dan beliaulah yang membantu memilihkan mana yang tepat untuk skripsimu

petugas perpustakaan via www.library.usd.ac.id

Selain dosen, para staf perpustakaan juga sangat berjasa atas tersematnya gelar sarjana padamu. Ya, tanpa adanya mereka toh ragam buku referensi tidak akan kamu dapatkan dengan mudah. Memang mencarikan buku yang kamu perlukan merupakan tanggung jawab dari pekerjaan mereka. Namun, kebaikan hati mereka perlu diacungi jempol.

Bisa saja mereka mengelak mencarikan buku yang kamu inginkan dengan alasan sibuk. Namun, mereka secara berbesar hati mencarikan buku referensi yang kamu perlukan. Apakah sekarang kamu jadi menyadari bahwa mereka juga memiliki andil terhadap bentuk sempurna dari tugas akhirmu?

Fakultas dan jurusan punya pegawai administrasi yang telaten mengurus keperluanmu, hingga akhirnya kamu bisa menempuh ujian pendadaran

staff karyawan yang berjasa via www.usd.ac.id

Kamu juga patut mengucapkan terima kasih kepada para pegawai administrasi yang bersedia mengurus segala tetek bengek keperluanmu. Mereka selalu dengan sabar dan bekerja dengan teliti mengurus segala formulir kebutuhan selama kalian menjadi mahasiswa, saat akan ujian pendadaran, hingga ijazah kelulusan. Bahkan bisa jadi mereka berbaik hati tetap memasukkan berkasmu ketika masih ada kekurangan di sana-sini.

Tanpa mereka, tentu jalanmu tidak akan semulus ini. Ketelatenan merekalah yang membuat keberhasilanmu datang di waktu yang seharusnya. Memang, hal itu merupakan tanggung jawab profesional mereka. Namun itu tidak membuat mereka kurang layak diberi ucapan terima kasih, bukan?

Dengan adanya mereka, segala kelengkapan ujian pendadaranmu tidak tercecer sehingga kamu bisa ujian tepat waktu. Pun demikian ketika ijazah sarjanamu sudah jadi, mereka yang mengerjakannya dengan teliti supaya tidak ada nama dan data yang salah cetak. Jadi, maukah kamu mengucapkan terimakasih juga kepada mereka yang telah mempermudah perjalananmu?

Juru parkir hingga para OB pun perlu kamu hadiahi ucapan terima kasih. Jika bukan karena mereka, harimu sebagai mahasiswa bisa diwarnai curanmor atau toilet yang kotor

berterimakasihlah pada juru parkir kampus via fai.umy.ac.id

Tidak hanya staf administrasi universitas yang layak mendapatkan ucapan penghargaan darimu. Kamu juga patut mengingat kembali dedikasi serta jerih payah bapak juru parkir kampus serta para staf OB. Tanpa mereka, tentu perjalananmu sebagai mahasiswa tidak akan semulus ini.

Coba tilik lagi bagaimana para juru parkir ini bersedia menjaga motor kesayanganmu saat kamu tengah berjibaku dengan skripsi, saat menunggu dosen, maupun keluar masuk gedung perpustakaan. Mereka selalu ada dan tidak lengah untuk menjaga motormu.

Selain itu, kamu juga harus mengucapkan terimakasih kepada para staf OB, merekalah yang dengan tekun membersihkan setiap pojok gedung hingga menjadikannya tempat nyaman untuk menimba ilmu. Bahkan, mereka juga yang mempersiapkan ruang kelas hingga layak digunakan sebagai ruang ujian pendadaranmu. Jadi, masihkah kamu memandang sebelah mata mereka?

Dan kalau bukan karena tukang fotokopi, siapa yang mau menjilid ratusan lembar skripsimu sampai jadi rapi?

berterimakasihlah juga pada tukang fotocopy via buletinpeluangusaha.blogspot.com

Selain itu, kamu tentunya wajib berterimakasih kepada para tukang fotokopi di sekitaran kampus. Memang sepertinya pekerjaan mereka remeh dan sepele. Namun, kamu perlu mengingat lagi bagaimana besarnya jasa mereka atas tugas akhirmu. Tanpa mereka, kamu akan kesulitan ketika membutuhkan fotokopi dari buku referensi atau kuesioner. Dan tanpa tugas akhir yang terjilid rapi dan sempurna tentunya gelar sarjana juga tidak akan mudah tergenggam tanganmu.

Yang paling utama tentu doa orangtua serta izin Sang Maha Segalanya. Tanpa mereka, gelarmu saat ini tak akan tersemat secara sempurna

tanpa mereka kamu bukan apa-apa via aliyamuafa.wordpress.com

Kamu boleh berpuas diri atas segala pencapaian yang kamu dapatkan. Namun, tentunya hal itu tidak akan mudah kamu capai tanpa doa yang tak putus-putusnya dirapalkan oleh kedua orangtuamu. Ya, memang tidak ada yang melarang kamu untuk berbangga diri dengan perjuangan jatuh bangun mengerjakan tugas akhir. Namun tentu hal itu juga harus diiringi dengan mengingat doa serta dukungan dari orangtua yang selalu mengiringi langkahmu. Bahkan, perlu diingat juga bahwa tanpa seijin Sang Maha Segalanya kamu tentu belum menjadi sarjana saat ini.

Daripada sibuk besar kepala, sadarilah bahwa perjalananmu yang sesungguhnya baru saja dimulai

perjalananmu baru saja dimulai  via favim.com

Yang perlu kamu ingat juga bahwa perjalanan hidup masih panjang. Gelar sarjana yang tersemat sekarang adalah permulaan, bukan akhir dari perjalanan. Jadi tidak seharusnya kamu berbangga diri berlebihan dan berjumawa. Karena sejatinya, perjuanganmu baru saja dimulai. Kamu juga harus tangguh untuk memasuki belantara dunia pekerjaan yang sebentar lagi akan menyambutmu. Jadi daripada berbangga berlebihan, lebih bijak jika kamu memperkaya diri dengan ketrampilan serta ilmu lain yang kelak akan bermanfaat saat kamu mencari lapangan pekerjaan.

Jadi, apakah kamu masih memiliki keinginan untuk berjumawa atas gelar sarjana yang saat ini telah memperpanjang namamu?