Menghadapi orang sensitif memang sedikit lebih sulit. Ada hal-hal biasa yang bagi orang lain tidak berarti apa-apa, ternyata bisa menusuk sampai ke ulu hati orang yang sensitif. Karena inilah, kamu harus super hati-hati saat bicara dengan teman yang hatinya sensitif.

Atau mungkin justru kamu sendiri yang sensitif?

Sikap mereka terkadang sulit dimengerti dan terkesan memberatkan hidup sendiri. Namun, orang sensitif memang punya cara sendiri untuk menghadapi segala hal di dunia. Bila kamu seorang yang sensitif, inilah beberapa kalimat yang terlihat sepele di mata orang lain tapi sering membuatmu sakit hati.

1. Meski terlihat sepele dan setengah bercanda, tapi kalimat ‘Yang gampang begini aja nggak bisa. Kamu bisanya apa sih? Nangis doang?’ efeknya bisa bikin luka

Meskipun kaya air mata, bukan berarti tidak bisa apa-apa

Bila diucapkan kepada orang-orang yang hatinya sekuat baja dan punya sifat cuek tingkat dewa, mungkin kalimat di atas tidak terlalu berefek besar. Nyes sebentar lalu hilang. Tapi bagi kamu yang sensitif, kalimat itu jelas seperti siksaan. Hatimu seolah tertusuk pisau dan lukanya tak sembuh sampai berhari-hari. Kamu akan merasa dirimu ‘payah banget’ karena nggak bisa apa-apa dan menyusahkan banyak orang.

2. Kamu yang sensitif memang lebih sering nangis. Tapi kalimat ‘Dikit-dikit nangis. Caper banget sih?’, ini yang paling pengen bikin nangis

Advertisement

Dituduh caper padahal cuma perasa via dmy-official.blogspot.co.id

Lihat pengemis tua di jalan, nangis. Lihat kucing kecil kelaparan, nangis. Nonton film ada adegan nangis sedikit, ikutan nangis. Lihat pemandangan alam, pengin nangis. Bagi kamu yang hatinya sensitif, banyak hal sederhana yang bisa menyentuh atau menyakiti hati. Dan respon pertama yang kamu punya adalah mengeluarkan air mata. Namun tidak banyak orang yang paham perasaan seperti ini. Sedihnya, justru banyak yang menganggapmu cari perhatian saja.

3. Kalau dipikir-pikir, siapa yang mau apa-apa dibawa perasaan? Dibilang ‘Nggak usah lebay deh. Gitu aja baper’, itu sebelnya nggak ketulungan!

Sensitivitas hati itu di luar kendali

Kalau boleh memilih, kamu juga nggak mau apa-apa dibawa perasaan. Apalagi bersikap lebay. Dibilang baper pun bisa bikin kamu baper. Tapi yang namanya emosi dan hati kadang susah diaturnya. Mungkin akan lebih gampang kalau kamu menjadi sosok yang nggak pedulian, cuek, dan nggak peduli apa kata orang. Tapi lagi-lagi, hatimu tak bisa dibohongi. Kamu juga nggak mau apa-apa pakai hati, tapi memangnya bisa hati dicopot pakai seperti baju?

4. Tahu kan sikap cewek kalau PMS kayak gimana? Sakit juga sih kalau dibilang: ‘PMS kok setiap hari. Nggak capek?’

Rasa peka-mu ternyata tak harus dipengaruhi hormon via www.womentowomen.com

Bukan tanpa sebab cowok selalu stres setiap kali ceweknya sedang PMS. Sebenarnya cewek sendiri juga merasa stres. Perut sakit luar biasa, tulang-tulang terasa pegal, mau apa-apa rasanya nggak nyaman, sudah cukup bikin cewek uring-uringan seharian. Ini salah begitu juga salah. Tapi begitulah masa-masa PMS yang membingungkan. Kamu saja selalu berharap masa PMS segera berlalu, kok sekarang malah dibilang kamu PMS setiap hari? Berarti setiap hari sikapmu seperti cewek yang selalu uring-uringan dan tak jelas apa maunya itu?

5. Kamu sadar bahwa dirimu adalah orang  yang sensitif. Tapi ketika orang lain mempertanyakan kesensitifanmu seperti: ‘Kamu kok jadi orang sensitif banget sih?’, itu rasanya lebih nyes lagi

Sayangnya dirimu juga tak punya jawaban

Ketika ada orang yang mempertanyakan kesensitifanmu itu rasanya seperti mempertanyakan eksistensimu. Seolah-olah mempertanyakan kenapa kamu lahir ke dunia. Padahal menjadi sensitif juga bukan hal yang kamu minta sendiri, melainkan anugerah dari sang pencipta. Meskipun kamu sadar bahwa kamu orang yang sensitif, namun mendengar itu dari orang lain nggak pernah terasa menyenangkan.

6. Mirip dengan sebutan baper, kalimat ‘Yaelah, gitu aja dimasukin ke hati’, ini seringkali menyebalkan. Sakit hati yang kamu rasakan hanya dianggap berlebihan saja

Apa daya rasa sakitnya sudah masuk ke hati

“Duh, tadi kenapa dia ngomongnya begitu ya?”
“Yaelah, gitu aja dimasukin ke hati. Santai aja kali.”

Daripada membuat sakit hati, kalimat ini lebih membuatmu kesal setengah mati sih. Bagaimana caranya menolak sesuatu untuk masuk ke hati? Kamu juga nggak mau merasa nggak enak hati berhari-hari karena semua-semua dimasukin ke hati. Tapi sekuat apapun kamu berusaha, proses itu berjalan seperti natural saja. Tahu-tahu rasanya sudah cekat-cekit di hati.

7. Diucapkan dengan sedikit nada tinggi, kalimat ‘Biasa aja dong!’ ini juga menusuk hati. Seolah-olah kamu hobi mendramatisir segala hal

Padahal ini ekspresi biasa…. via www.nerdophiles.com

Singat, namun nadanya sungguh menyengat. Kalimat ini bahkan bisa membuat orang yang nggak sensitif naik darah, karena terkesan nyolot dan ofensif. Tapi kamu yang lembut hatinya, hanya bisa menunduk sedih dan memeriksa dirimu sendiri. Kamu pun akan bertanya-tanya apakah kamu memang berlebihan? Apakah kamu memang seorang ratu drama yang hobi membuat semua terlihat lebih heboh dari kenyataannya? Padahal kamu merasa hanya memberi respon jujur menurut hati dan perasaanmu.

8. Kalimat ‘Hobi kok mempersulit diri sendiri’, mengisyaratkan seolah-olah kamu kurang kerjaan

Tak ada yang ingin mempersulit diri sendiri via favim.com

Orang lain mati-matian mencari jalan keluar untuk lepas dari kesulitan, sekarang kamu malah dituduh suka mempersulit diri sendiri. Perlu dicatat bahwa tidak ada orang yang bangun pagi, dan langsung menyusun rencana untuk mempersulit hari-harinya sendiri. Perasasaanmu yang sensitif memang membuatmu punya cara pandang yang berbeda dengan orang-orang lainnya. Namun itu tidak berarti kamu ingin membuat drama sendiri, apalagi minta dikasihani.

Di mata orang-orang, kamu memang selalu terlihat lemah dan tidak bisa bersikap tegas. Padahal dibalik semua itu, barangkali justru kamu yang terkuat dari semuanya. Hati yang terlalu sensitif memang membuat segalanya setingkat lebih rumit. Siapa yang mau sedikit-sedikit dibawa perasaan, ini itu dijadikan pikiran berhari-hari? Kamu rawan stres dan depresi sendiri. Namun kalau bukan kamu yang menanggungnya, belum tentu bisa bertahan sampai sejauh ini. Ya nggak?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya