Media sosial diciptakan sebagai sarana menjalin hubungan dengan rekan maupun kerabat yang terpisah jarak. Sayangnya, kini banyak orang yang justru kecanduan oleh keberadaan mereka. Orang jadi terobsesi untuk selalu update, dan selalu ingin tahu apa yang terjadi di linimasa.

Berapa banyak waktu dalam sehari yang kamu habiskan untuk mengecek Facebook, Twitter, dan Path? Mungkin saatnya kamu berhenti sejenak dan mengetahui hal-hal baik yang terjadi ketika kamu meninggalkan media-media sosial itu…

1. Alasanmu untuk selalu berjalan menunduk tidak ada lagi. Memperhatikan sekelilingmu pun menjadi lebih mudah.

Keseringan nunduk, kamu jadi kayak zombie via www.jacquitalbot.com

Karena selama mengecek linimasa medsosmu, kamu ‘mati’: kamu terlalu sibuk dengan layar HP-mu dan mengabaikan sekelilingmu. Kamu jadi tuli sama orang yang mengajakmu bicara atau jadi lupa ngasih makan binatang peliharaanmu. Saat kamu ke luar rumah pun, kamu gak menikmati pengalamanmu menjelajah karena kepalamu terlalu sibuk menunduk.

Ketika kamu meninggalkan medsos, barulah kamu menjadi lebih hidup; kamu sadar sepenuhnya dan pancainderamu berfungsi. Kamu jadi bisa lebih fokus dengan segala hal yang sekelilingmu. Selamat datang kembali di dunia nyata.

2. Kamu bisa menuntaskan lebih banyak pekerjaan. Jika tadinya kamu perlu 8 jam untuk menyelesaikan paper, sekarang kamu hanya perlu 5 jam.

Advertisement

Lebih banyak yang bisa kamu selesaikan. via www.lifehack.org

Medsos adalah pengalih perhatian yang dapat menurunkan produktivitasmu, terutama buat yang sehari-hari berkutat dengan internet dan komputer. Buat penulis media online seperti saya, gampang banget buat me-minimize tab kerjaan lalu membuka Facebook atau Twitter. Maksudnya sih sebentar doang, tapi tahu-tahu sudah habis setengah jam.

Begitu kamu menutup medsosmu, akan lebih banyak pekerjaan yang bisa kamu selesaikan. Lebih baik kerjain sekarang daripada jadi pulang telat, ‘kan?

3. Ngobrol bareng teman, jalan-jalan, olahraga, membaca, menonton film: kamu bisa melakukan banyak hal lain

Mending waktunya buat olahraga via fit-and-slim.com

Tanpa sadar, banyak waktumu tersita untuk sekadar mengamati linimasa di media sosial. Jika sekali mengecek medsos bisa menghabiskan waktu setengah jam, tinggal kalikan saja dengan jumlah kamu membuka linimasa dalam sehari. Ingat, waktu yang hilang tidak bisa diputar ulang.

Tinggalkan medsosmu. Kamu akan sadar betapa banyak waktu yang bisa kamu manfaatkan untuk melakukan berbagai hal. Kamu bisa berolahraga, nongkrong bareng teman-temanmu, atau mengerjakan bisnis sampinganmu. Camkan bahwa orang sukses nggak akan menyia-nyiakan waktunya.

4. Dengan keluar dari media sosialmu sebentar, kamu tahu siapa temanmu yang sebenarnya.

perhatikan siapa temanmu yang sebenarnya via www.pardejarras.com

Media sosial membuat kamu merasa punya banyak teman baik. Padahal, jadi teman baik di medsos itu gampang, tinggal nge-like atau komentar yang baik-baik. Medsos membantumu menjalin hubungan dengan baik, tapi gak serta-merta menjadikan mereka sahabat baikmu. Coba deh, berapa orang yang akan benar-benar datang menjengukmu saat kamu update status terpaksa mondok di rumah sakit?

Kamu akan sadar bahwa temanmu di dunia nyata gak sebanyak itu saat kamu menonaktifkan linimasamu. Tapi, kamu jadi mengerti, teman yang sebenarnya adalah mereka yang tetap ada di sisimu saat kamu kembali ke dunia nyata.

5. Kamu pun akan sadar, kamu perlu melakukan lebih banyak hal untuk menunjukkan kepedulian selain memencet tombol “Like

Nge-like itu gak ada artinya. via www.huffingtonpost.co.uk

Tombol “like” sudah tidak lagi berarti kamu menyukai sebuah postingan di medsos. Kadang-kadang, artinya semata adalah kamu menyadari postingan tersebut eksis di jagat maya. Mengeklik “like” seakan menjadi gestur yang reflek dilakukan sebagai bentuk apresiasi karena sudah memposting, terlepas dari mereka benaran suka atau enggak.

Ketika kamu melepaskan diri dari belenggu medsos, kamu akan memahami betapa gak berharganya sebuah “like.” Sekadar lambang jempol gak bisa menyembuhkan orang sakit, memberi makan orang yang kelaparan, atau menghentikan perang.

6. Lebih banyak juga pencapaian yang akan kamu dapatkan.

Banyak pencapaian lain yang bisa kamu dapatkan via www.zastavki.com

Media sosial itu didesain untuk tidak ada habisnya. Kamu akan terus dicekoki dengan update di linimasa. Selalu ada hal baru yang bisa kamu lihat atau lakukan.  Berhadapan dengan hal yang “tidak ada habisnya” ini jelas bakal menguras energimu dan mentalmu. Kamu jadi gak melakukan pencapaian apa-apa.

Balik ke dunia nyata, banyak pekerjaan yang bisa benar-benar kamu selesaikan. Buku bisa selesai dibaca. Taman bisa selesai kamu sirami. Dengan melakukan hal-hal itu, dan kamu akan mendapatkan hadiah berupa perasaan lega telah menyelesaikan sesuatu. Perasaan yang gak akan kamu dapatkan dari memelototi linimasa.

7. Sempat takut di-stalking orang? Selama beristirahat dari media sosial, itu tak perlu kamu takutkan

Nggak usah takut distalking via www.shattalarab.net

Kamu mungkin nggak sadar kalo ada yang mengintip profilmu, melihat-lihat fotomu, atau bahkan mengunduhnya. Entah mau digunakan buat apa. Di media sosial, privasimu sangat lemah dan itu bisa disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Lepas dari medsos berarti kamu bisa lebih menjaga dirimu dari orang-orang seperti ini.

8. Kamu pun tak perlu merasa hidupmu kecil dibandingkan hidup orang lain

Saat kamu memposting sesuatu di medsos — update status, gambar, atau apapun — dan gak ada yang nge-like atau komentar, sedikit banyak kamu jadi merasa gagal dan kecewa. Apalagi ketika kamu dikelilingi oleh orang-orang yang lebih dari kamu di dunia nyata. Kamu jadi merasa inferior. Kepercayaan dirimu jatuh.

Dengan rehat dari medsos, kamu sadar bahwa dirimu ternyata lebih punya arti dibanding sebuah jempol dan komentar.

9. Setelah tak membanding-bandingkan lagi hidupmu dengan teman, mensyukuri apa yang kamu miliki jadi lebih mudah.

Mensyukuri apa yang kamu punya via www.bellechantelle.com

Berkutat dengan medsos juga bikin kamu lebih susah mensyukuri apa yang sudah kamu punya. Kamu merasa iri bila melihat temanmu pamer jalan-jalan ke luar negeri, punya tas baru yang mewah, atau mobil baru. Sementara kamu sibuk dengan kerjaan dengan penghasilan yang jelas kurang untuk jalan-jalan atau beli mobil.

Cuti dulu deh dari gemerlap dunia maya dan sadari semua yang telah kamu capai dan miliki sampai saat ini. Gajimu mungkin tidak bisa dibuat beli mobil, tapi kamu senang bekerja di sana. Kamu punya kehidupan yang cukup baik dan orang-orang yang menyayangimu. Kamu akan paham, sebenarnya kamu udah memiliki segala yang kamu butuhkan.

10. Hanya dengan beristirahat sejenak kamu bisa kembali jadi manusia — bukan satuan data

Kamu bukan sekadar data biner via imageevent.com

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, media sosial didesain untuk jadi “nggak ada habisnya.” Sebanyak apapun waktu yang kamu habiskan di sana, itu gak akan pernah cukup untuk melahap semua informasi di sana. Bagi medsos, kamu adalah sebuah target yang bisa ditambang untuk memperkaya pundi-pundi mereka. Di luar semua itu, apa yang kamu lakukan sama sekali tidak relevan untuk mereka.

Hei, kamu adalah manusia, bukan hanya sekadar bit data. Teknologi hadir untuk kamu manfaatkan, bukan sebaliknya. Tutup media sosialmu dan rasakan eksistensimu sendiri. Lalu, bayangkan semua yang bisa kamu lakukan bila kamu tidak terpaku pada layar dan data.

Hipwee tentu tidak memintamu untuk meninggalkan media sosial sama sekali. Media sosial itu penting kok. Tapi bukan berarti kita mesti mengecek Facebook, Twitter, atau Path puluhan kali sehari, ‘kan? Nikmati hidupmu sebagai manusia, bukan sebagai satuan bit data di jagat maya. Sekali lagi, selamat datang di alam nyata.