Apa sih yang membuat seseorang bisa disebut dewasa? Apakah setelah menyelesaikan kuliahnya, atau ketika berhasil mendapat pekerjaan pertama? Ataukah kedewasaan hanya milik mereka yang sudah menikah dan berkeluarga?

Ternyata, kedewasaan seseorang tak bisa diukur dari sekadar pencapaian. Kedewasaan juga lebih dari perkara usia atau kerutan di wajah kita. Banyak hal yang akan menentukan tingkat kedewasaan seseorang, termasuk cara berpikir dan perilaku sehari-harinya. Nah, khusus buat kalian para cewek, berikut ini adalah 9 hal sederhana yang menandakan bahwa kalian bisa disebut dewasa. Apa saja sih? Langsung simak, yuk!

1. Kamu yang Dewasa Memang Tak Mendewakan Penampilan Luar. Namun, Kamu Juga Tak Lagi ke Luar Rumah dengan Wajah Polos dan Baju Seadanya.

Kamu tak lagi tampil dengan wajah polos via www.thestival.gr

Di usia remaja, kamu mungkin cuek perkara penampilan dan kecantikan. Alih-alih membersihkan wajah sepulang beraktivitas, kamu malah memilih langsung tidur dan membiarkan kotoran atau debu menempel di wajahmu semalaman.

Namun, memasuki fase dewasa, perkara merawat diri justru jadi salah satu yang menyita perhatianmu. Agar wajah tampak bersih dan terawat, kamu akan rajin-rajin mengoleskan krim wajah atau sunblock saat akan bepergian. Sepulang beraktivitas di luar rumah, kamu juga tak malas mencuci muka sebelum akhirnya beranjak ke tempat tidur. Bahkan, kamu pun akan mulai akrab dengan masker wajar dan lulur saat punya waktu luang di akhir pekan.

Advertisement

Yang pasti, kamu akan baik-baik berusaha merawat diri dan menjaga penampilan. Di usia dewasa, perkara menjaga penampilan fisik tak sekadar demi terlihat menarik di depan orang lain. Tapi, merawat diri adalah caramu menghargai orang-orang di sekitarmu.

2. Di Usia Dewasa, Tak Ada Lagi Kata Malu Membeli Peralatan Make-Up. Belajar Berdandan Adalah Caramu Menghargai Diri Sendiri.

beli alat make-up dan belajar dandan via hris.deviantart.com

Dulu, kamu bisa jadi paling malas jika harus berdandan. Menurutmu, memulas wajah dengan blush on dan menggunakan pensil alis itu sangat merepotkan dan menyita waktu. Kamu pun terbiasa keluar rumah dengan wajah polos tanpa sapuan make-up, bahkan sekadar bedak tipis dan lip gloss pun tak ada.

Setelah dewasa, kamu justru mengalami kondisi yang jauh berbeda. Pekerjaan dan dunia profesional menuntutmu tampil prima. Kebutuhan bertemu klien atau meeting dengan atasan menjadikanmu berusaha punya tampilan yang sempurna setiap harinya. Kamu jadi tak ragu-ragu ketika harus menyisihkan uang demi membeli peralatan make-up dan belajar berdandan. Bagimu, tampil baik di depan rekan kerja atau klien adalah caramu menghargai mereka dan utamanya menghargai dirimu sendiri.

3. Meski Menggemari Converse dan Flat Shoes, Kamu Merasa Perlu Mengoleksi Berbagai Jenis Sepatu yang Disesuaikan dengan Kebutuhan Penampilan

sepatu andalan: converse sama flat shoes via favim.com

Ketika menengok rak sepatumu, hanya ada flat shoes dan kets yang terpajang. Kedua jenis alas kaki ini memang yang paling kamu andalkan. Lantaran nyaman dikenakan, kamu akan memilih mengenakannya di berbagai suasana. Rasa nyaman itulah yang membuatmu malas menjajal alas kaki jenis lain.

Padahal, seiring bertambahnya usia, kebutuhan yang kaitannya dengan penampilan pun semakin beragam. Bertahan dengan flat shoes dan sepatu kets favorit bisa jadi membuatmu kebingungan saat akan menghadiri wawancara kerja atau acara pernikahan teman. Pasalnya, kamu akan membutuhkan sepatu yang lebih formal atau bahkan high heels untuk dikenakan.

Di usia dewasa, kamu akan cenderung lebih bijak menentukan pilihan, termasuk saat berbelanja. Alih-alih memilih sepatu yang menurutmu nyaman dikenakan atau sekadar disukai, kamu akan memilih jenis sepatu yang memang sedang kamu butuhkan.

4. Pergi ke Salon Tak Lagi Terasa Seperti Memasuki Planet Lain. Kamu Mulai Peduli Pada Potongan dan Perawatan Rambutmu.

sesekali kamu harus ke salon via www.stylelist.com

Soal merawat rambut, kamu bisa jadi sudah paham benar; memilih sampo dan kondisioner, menggunakan vitamin rambut, hingga meracik bahan-bahan alami untuk masker rambutmu. Tapi, tahukah kamu bahwa sesekali menyambangi salon yang punya kapster atau penata rambut profesional juga sangat disarankan?

Selain gaya berpakaian, potongan rambutmu pun perlu diupgrade seiring bertambahnya usia. Potongan rambut juga selayaknya disesuaikan dengan bentuk wajah, jenis rambut, hingga aktivitas keseharianmu. Apakah kamu lebih cocok dengan potongan rambut pendek atau panjang? Lebih baik memilih poni di depan, di samping, atau tanpa poni? Hal-hal inilah yang bisa kamu konsultasikan dengan penata rambut di salon. Bagaimana pun, tampilan rambutmu adalah salah satu yang menentukan kesempurnaan penampilanmu.

5. Kedewasaan Menyadarkanmu Bahwa Rutin Memeriksa Kesehatan Adalah Kebutuhan

peduli dengan kesehatan via www.biotech-weblog.com

Usia dewasa membuatmu semakin peduli dengan urusan kesehatan. Biasanya, kamu akan mulai banyak mendengar atau membaca tentang berbagai jenis gangguan kesehatan. Kamu pun semakin perhatian dengan kesehatan tubuhmu sendiri dan tak malas mencari informasi.

Kenapa tubuhmu sering pegal-pegal dan tulang belakangmu terasa sakit? Kenapa bagian payudaramu lebih keras dari biasanya dan terasa nyeri? Apakah organ kewanitaanmu baik-baik saja atau justru sering mengalami keputihan atau terasa gatal?

Kedewasaan membuatmu menyadari betapa pentingnya kesehatan. Selain berusaha menjalani hidup yang lebih baik, kamu tak keberatan jika harus menyisihkan sebagian gajimu untuk biaya kesehatan. Misalnya, setiap sebulan sekali kamu rutin bertemu dengan dokter langganan yang akan memeriksa dan menjelaskan riwayat kesehatanmu.

6. Perempuan Dewasa Sudah Memahami Dirinya Sendiri. Termasuk Mengerti Caranya Berdamai dengan Masa-Masa Menstruasi

bisa mengatasi menstruasi via caitspivey.com

Jika saat menstruasi kamu masih sering uring-uringan atau malas beraktivitas, bisa jadi kamu termasuk perempuan yang belum dewasa. Pasalnya, perempuan dewasa umumnya sudah bisa berdamai dengan keadaan dan dirinya sendiri. Masa-masa menjelang menstruasi memang menyiksa, tapi bukan berarti tak bisa diatasi, ‘kan?

Kamu yang sudah dewasa dan benar-benar mengenal tubuhmu sendiri akan tahu apa-apa saja yang harus dilakukan demi berdamai dengan “tamu bulanan”. Memilih obat-obatan herbal, menyiapkan air hangat untuk mengompres perut, konsumsi makanan sehat; berbagai hal yang kamu persiapkan menjelang menstruasi. Pasalnya, klien dan pekerjaanmu bisa jadi tak mau menunggu. Memaklumi dirimu yang memilih bolos kerja dan tiduran di rumah saja saat menstruasi. Di usia dewasa, kamu akan berusaha untuk membuat dirimu nyaman dan tetap bisa beraktivitas seperti biasa meskipun sedang sakit-sakitnya menjalani masa menstruasi.

7. Media Sosial Bukan Lagi Sarana Melampiaskan Kekesalan. Fungsinya Berubah Menjadi Sumber Berita Serta Tempat Sharing Ilmu.

hati-hati dengan aktivitasmu di media sosial via www.greatrivercreative.com

Salah satu penanda kedewasaan seseorang dapat terlihat dari aktivitasnya di media sosial. Coba deh tengok laman Facebook, Twitter, atau Path-mu – apa yang biasa kamu tulis dan bagikan pada orang lain? Apakah lebih banyak hal positif, atau justru negatif? Apa akun pribadimu sudah diproteksi, atau kamu tak keberatan semua orang bisa melihat aktivitasmu di media sosial?

Nah, hal-hal semacam ini nyatanya harus baik-baik kamu perhatikan. Pasalnya, orang lain ak. an dengan mudah menilai karakter dan kepribadianmu lewat apa yang kamu tuliskan di media sosial. Jangan menuliskan sesuatu secara emosional atau bahkan menyinggung orang lain, karena hal itulah yang jelas menunjukkan kalau kamu belum layak disebut dewasa.

8. Perkara Finansial Tak Jadi Masalah yang Harus Dirisaukan. Di Usia Dewasa, Keuanganmu Sudah Bisa Dibilang Aman.

keuanganmu sudah “aman” via socialgirlworld.com

Saat sudah dewasa, kamu tak akan lagi bingung mengatur keuanganmu sendiri. Misalnya, pendapatan atau gaji bulanan akan dibagi menjadi beberapa bagian; dana kebutuhan sehari-hari, dana kesehatan, tabungan, dana pendidikan, hingga simpanan darurat. Kamu pun akan baik-baik menghitung setiap pengeluaranmu. Jangan sampai biaya kebutuhan atau uang yang kamu keluarkan justru lebih besar daripada pendapatanmu.

Saat masih remaja dan setelah dewasa jelas-jelas berbeda. Kamu tak lagi bisa impulsif menggunakan uangmu. Kamu tak akan ringan berbelanja saat ada sale atau diskon. Tak mudah tergoda ketika melihat baju-baju bagus atau benda-benda unik yang kamu temui saat jalan-jalan ke mal.

9. Kamu Tak Lagi Gamang Membuat Keputusan. Ke Mana Arah Hidupmu Selanjutnya, Sudah Baik-Baik Kamu Tentukan.

gak labil menentukan arah hidupmu via www.gopixpic.com

Ketika sudah dewasa, kamu tak lagi gamang menentukan arah hidupmu. Pekerjaan seperti apa yang kamu pilih, kemana arah karirmu, hingga hidup macam apa yang ingin kamu jalani — semua sudah baik-baik kamu tentukan sendiri.

Kamu bisa jadi mendapatkan berbagai saran atau masukan dari orang lain. Namun, pilihan-pilihan dalam hidupmu tak lantas bisa ditentukan orang lain. Dirimu sendirilah yang paling bisa membuat keputusan dan menentukan apa yang terbaik dan ingin kamu jalani.

Nah, dari hal-hal sederhana yang sudah dijelaskan di atas, apakah kamu termasuk golongan cewek-cewek yang pantas menyandang predikat dewasa? Jika iya, kamu memang pantas berbangga. Jika belum, kamu tak perlu berkecil hati karena kedewasaan memang bukan sesuatu yang instan. Tapi, dibutuhkan proses atau perjalanan panjang untuk bisa mencapainya.