Kehidupan seringkali terasa terlalu berat untuk dijalani. Kita “dipaksa” siap menghadapi berbagai tantangan sehari-hari. Sesekali harus belajar melapangkan hati; menerima berbagai kegagalan atau kenyataan yang terjadi tak sesuai kehendak diri.

Ya, hidup memang hampir selalu menawarkan kesulitan. Tapi bukankah kita juga punya kekuatan untuk melaluinya? Sadarkah bahwa perkara bisa atau tidaknya melalui tantangan hidup tergantung pikiran kita sendiri? Agar hidup yang kamu jalani terasa lebih ringan untuk dijalani, mari berhenti memikirkan hal-hal ini.

Merutuki diri merasa tak cukup pintar adalah hal yang percuma, karena setiap orang terlahir dengan tingkat kepintaran yang berbeda

setiap orang punya kecerdasan berbeda via trendsnow.website

Ada kalanya kamu merasa tak sepintar teman sekolahmu, atau tak secerdas teman kuliahmu dulu. Di titik ini, kamu pun merasa jadi orang yang tak beruntung. Merasa Tuhan tak adil atau tak cukup baik padamu. Namun bukankah kepintaran tak semata-mata perkara pemberian Tuhan?

Yup, ada orang yang memang dilahirkan dengan kelebihan, tapi ada pula yang mencapainya dengan usaha yang tak kurang-kurang. Toh untuk menjadi seseorang yang benar-benar pintar, kamu tetap harus belajar dan berlatih. Tak ada kisah tentang orang pintar yang bisa sukses hanya dengan berdiam diri. Kecerdasan bawaan tak semata-mata menentukan sukses atau tidaknya seseorang.

Advertisement

Kita tak perlu menyesal karena terlahir bukan sebagai orang yang genius. Kita justru boleh berbangga ketika terlahir tak seberapa cerdas tapi tetap mau berusaha dan bisa jadi orang yang berhasil pada akhirnya.

Tak seharusnya kamu takut melangkah lantaran merasa kurang pengalaman. Mencoba meski dengan kemungkinan gagal adalah satu-satunya pilihan

jangan merasa tak punya pengalaman via pixshark.com

Takut melangkah karena merasa tak punya cukup pengalaman adalah hal yang wajar. Saat ingin merintis usaha misalnya, kamu takut gagal lantaran baru pertama kalinya terjun ke dunia usaha. Tapi percayakah kamu bahwa di luar sana banyak orang merasakan hal yang sama?

Tak jarang, mereka yang merintis bisnis untuk pertama kalinya memang hanya bermodal niat kuat semata. Meski tanpa pengalaman, mereka yakin bahwa satu-satunya cara untuk mendapatkan pengalaman adalah dengan mencoba menjalaninya. Jika dalam masa percobaan itu ternyata kamu gagal, anggaplah sebagai caramu menumpuk pengalaman.

Ketika kamu bisa memandang setiap masalah dengan naif, kamu mungkin justru bisa menyelesaikannya tanpa harus menyalahkan dirimu sendiri. Temukan apa yang kamu suka, lalu dapatkan pengalaman baru dengan mencoba.

Tak ada kata terlambat untuk mewujudkan mimpi dan cita-cita. Kamu punya waktu sepanjang usia asalkan punya niat dan mau berusaha

tak ada kata terlambat via imgarcade.com

Penulis-penulis ternama di dunia kabarnya baru berhenti menulis ketika usia mereka 60-an. Banyak pengusaha sukses ternyata baru memulai karirnya di usia 40-an. Jadi, apa yang bisa membatasi hidupmu saat ini? Apa yang bisa membuatmu berhenti berusaha dan mewujudkan keinginanmu?

Ketika kamu berpikir sekarang ‘sudah terlambat’, yakinlah bahwa kamu justru belum memulai apa-apa. Tak ada kata terlambat selama kamu masih punya niat dan keinginan untuk mengusahakan mimpi atau cita-cita. Apapun itu, segila apapun mimpimu, percayalah bahwa kamu bisa memulainya saat ini juga.

Kebahagiaan bisa datang lewat berbagai cara. Bahagiamu tak boleh bergantung pada satu benda atau seseorang saja

bahagia adalah hak pribadi via imgarcade.com

Banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk mencapai kebahagiaan. Bahagia bisa datang lewat cara-cara yang tak mudah, tapi tak jarang kebahagiaan pun menghampirimu lewat cara-cara yang sederhana. Yang pasti, kebahagiaan tak sepatutnya didasarkan pada suatu benda atau seseorang saja.

Sebagai individu merdeka, kita punya kuasa untuk mengusahakan kebahagiaan kita sendiri. Tanpa bergantung pada hal- hal lain karena rasa bahagia itu ada dalam diri kita sendiri. Kebahagiaan erat kaitannya dengan rasa syukur. Maka pastikan bahwa setiap harinya kita bisa bangun di pagi hari dan bersyukur atas apa yang sudah kita miliki. Bagaimana pun, memilih bahagia berarti berhenti menuntut lebih dan memikirkan apa yang tak kita punyai.

Jadi “apa adanya” bukan berarti melemahkan diri sendiri. Justru kamu layak terus memantaskan diri agar jadi pribadi yang lebih baik lagi

kamu lebih dari apa adanya via pixgood.com

“Inilah aku, apa adanya.”

Kalimat ini mungkin yang paling sering kita ucapkan. Kalimat yang menenangkan dan membuat kita lebih bersyukur menerima segala kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Tapi mari pikirkan lagi, bukankah kalimat semacam ini justru sering kita salah gunakan?

Terkadang kalimat itu kita ucapkan untuk memaklumi kelemahan atau kekurangan diri yang sebenarnya bisa diperbaiki. Toh kita tak benar-benar punya patokan yang pasti tentang bagaimana konsep “apa adanya” itu sendiri. Faktanya, manusia menjalani kehidupan yang dinamis. Manusia bisa setiap hari berubah. Banyak hal yang bisa mempengaruhinya: keluarga, lingkungan, pengalaman, pendidikan, bahkan setiap masalah yang dihadapi.

Ya, kita yang kemarin jelas berbeda dengan kita yang sekarang, begitu juga dengan diri kita di masa depan. Sudah seharusnya kita bisa selalu bertumbuh jadi manusia yang lebih baik setiap hari. Berubah bukan berarti menanggalkan jati diri, tapi semata-mata meningkatkan kualitas diri.

Setiap orang punya beban hidupnya dan tanggung jawabnya sendiri. Jangan merasa jadi orang yang paling sibuk dan menderita di bumi ini

jangan merasa jadi orang yang paling sibuk via officialmeisya.wordpress.com

Setiap orang punya rutinitas, kesibukan, dan tanggung jawabnya masing-masing. Tapi mengeluh dan menganggap bahwa diri sendiri adalah yang paling sibuk dibanding orang lain adalah hal yang keliru. Merasa jadi orang yang paling sibuk adalah bentuk pembelaan mereka yang malas berjuang untuk hidupnya sendiri.

Ketika kamu merasa benar-benar sibuk, coba tanyakan dengan jujur pada dirimu sendiri. Kamu pun akan sadar bahwa selama ini kamu masih sempat nonton TV, nongkrong, santai di tempat tidur, bahkan melamun. Jadi, apa benar kamu terlalu sibuk? Bukannya terlalu sibuk, kamu hanya mengabaikan hal-hal penting yang seharusnya segera dikerjakan.

Hidup memang tak mudah. Tapi sibuk memikirkan hal-hal negatif justru yang menjadikannya semakin parah. Sepatutnya, kesempatan hidup adalah salah satu hal yang patut disyukuri. Bukannya dirutuki, tapi segala kesulitannya harus dijalani dengan gagah berani.