Setiap orang ingin dan selalu berusaha menjadi bahagia. Tetapi, kadang kita juga merasa ada orang yang sepertinya selalu lebih bahagia dari kita. Dalam benak pun muncul pertanyaan: mengapa orang lain selalu dikaruniai rasa bahagia, sedangkan kita tidak bisa seperti itu?

Hmm…jangan salah ya kawan, kebahagiaan itu sebenarnya adalah hasil dari bagaimana kita memandang kehidupan kita. Bukankah kehidupan orang-orang yang kita anggap lebih bahagia sebenarnya tak jauh berbeda dengan kita? Lalu, kenapa mereka bisa terlihat seperti tanpa beban hampir setiap waktu? Yuk, kita bahas prinsip-prinsip mereka dalam menjalani hidup:

1. Mereka tidak merasa harus disukai banyak orang:

happy together via www.michellesuzannescott.ca

Orang yang bahagia cenderung melakukan sesuatu karena keputusannya sendiri, bukan karena suruhan atau ajakan orang lain. Mereka tidak berusaha mengesankan siapapun selain diri mereka sendiri, dan merasa tidak akan ada masalah asalkan tidak merepotkan orang lain. Mereka fokus untuk menjadi bermanfaat dan mencapai target-target pribadi mereka, alih-alih terjebak dengan apa yang orang lain pikirkan tentang mereka.

2. Mereka melakukan sesuatu yang memang mereka pilih

i’m reading my book via xaxor.com

Advertisement

Mereka akan melakukan sesuatu – pergi ke suatu tempat, berpartisipasi dalam suatu hal, dan sebagainya – karena ingin, bukannya karena harus. Ketika kita melakukan apapun berdasarkan pemikiran sendiri, kita akan lebih banyak berpikir jauh tentang konsekuensi dari perbuatan kita.

3. Mereka tidak memanfaatkan teman

I love my friends via favim.com

Ya, mereka berteman dengan banyak orang dan menghargai keberadaan teman mereka. Tetapi, mereka jarang hanya mengandalkan teman mereka saja. Sedapat mungkin mereka berjuang untuk melakukan apa yang bisa mereka lakukan sendiri. Inilah kunci kebahagiaan mereka: tidak mengharapkan terlalu banyak dari orang di sekitar dan lebih secara mandiri bertanggung jawab atas segala perilaku mereka. Jadi, kalau mau bahagia bukankah akan lebih baik jika kita tak merepotkan orang lain dan lebih berusaha mandiri?

4. Mereka hidup di saat ini

be happy now via lonelytrains.tumblr.com

Bukan berarti mereka lari dari masa lalu ataupun tidak peduli terhadap masa depan. Hanya saja, mereka lebih fokus kepada apa yang bisa mereka lakukan saat ini: hari ini, jam ini, detik ini. Mereka yakin bahwa dengan berusaha melakukan yang terbaik untuk saat ini, masa depan yang baik pun bisa mereka dapatkan. Walau tentu mereka paham bahwa tak ada yang pasti di dunia ini.

5. Mereka adalah orang yang tidak takut bermimpi

what’s your next goal? via 500px.com

Orang-orang yang berbahagia pada umumnya adalah orang-orang yang memiliki harapan, impian, dan cita-cita. Hal-hal itulah yang senantiasa memotivasi dan mendorong mereka untuk bersemangat dalam menjalani kehidupan dan aktivitas mereka sehari- hari. Bedanya dengan orang lain, mereka tidak membiarkan harapan dan cita-cita yang patah membuat mereka terpuruk. “Masa-masa sedih” mereka akan berlangsung singkat, karena mereka selalu berusaha mencari jalan untuk segera bangkit. Mereka lebih meletakkan perhatian kepada penyelesaian masalah daripada terus terfokus pada apa yang salah tanpa melakukan apapun.

6. Mereka mudah menyesuaikan diri dengan orang-orang di sekitar mereka

Setiap orang pasti berbeda via 500px.com

Kita selalu dihadapkan dengan orang-orang yang berbeda setiap saat. Di antara mereka, ada yang menyenangkan, walau ada juga yang menyebalkan. Orang-orang yang berbahagia cenderung mudah beradaptasi dengan tipe orang apapun yang ada di lingkungannya. Tidak semua orang bisa cepat berubah, mereka paham, jadi buat apa repot-repot berusaha mengubah sikap orang lain? Bukankah akan lebih baik jika kita belajar menerima perbedaan dan hal-hal unik setiap orang?

Jadi, stop mencampuri urusan orang lain. Fokuslah kepada upaya untuk membahagiakan dirimu sendiri dan orang-orang di sekitarmu, dengan mulai belajar menerima segala perbedaan yang ada.

Orang-orang yang berbahagia bukanlah orang yang sekedar beruntung. Mereka adalah orang yang bisa juga meneteskan air mata dan merasa sedih. Yang membuat mereka berbeda adalah sikap yang selalu bersyukur akan hidup, karena memang hidup ini sebuah anugerah. Jadi mulai sekarang, yuk coba menerima diri kita sepenuhnya dan lebih mensyukuri hidup saat ini!