Haji adalah salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan bagi mereka yang mampu, paling nggak sekali seumur hidup. Tapi, ketika biaya untuk pergi haji terbilang mahal, apa yang bisa kita lakukan?

Senad Hadzic (47) memilih untuk berjalan kaki dari tempat tinggalnya di Bosnia ke Arab Saudi. Bukan semata-mata karena nggak punya uang, sih; Hadzic mengaku mendapat perintah dari Allah untuk melaksanakan haji dengan berjalan kaki.

Mau tau kisah Hadzic? Yuk, simak!

1. Perintah Tuhan Lewat Mimpi

dapat perintah lewat mimpi via www.facebook.com

Yup, uang bukan alasan utama Hadzic yang akhirnya memutuskan untuk pergi haji dengan berjalan kaki. Ia mengaku berkali-kali mendapat mimpi yang sama, bahwa Tuhan memerintahkannya untuk pergi haji dengan berjalan kaki.

Advertisement

Perintah itulah satu-satunya yang mampu meneguhkan hatinya. Luar biasa!

2. Awal Perjalanan: Desember 2011

awal perjalanan – desember 2011 via www.facebook.com

Hadzic memulai perjalanan pada akhir Desember 2011. Ia menempuh kurang lebih 5.700 km atau sekitar 3450 mil melewati 7 negara yang berbeda: Bosnia, Serbia, Bulgaria, Turki, Suriah, Yordania dan Arab Saudi.

Membawa ransel seberat 20 kg berisi keperluan pribadi, ia berangkat dari rumah hanya dengan 200 euro atau sekitar 3.200.000 rupiah, guys!

3. Perjalanan Dari Bosnia Ke Mekah

perjalanan bosnia – mekah via www.facebook.com

Selama perjalanan, Hadzic biasanya nggak bawa minuman atau makanan. Di dalam ranselnya hanya ada baju, obor, peta, matras, bendera dari 7 negara yang dilaluinya dan tentu saja Al-Qur’an.

Hadzic lebih sering tidur di masjid, taman, atau dijalan. Ada saja orang-orang yang memberikan bantuan, entah sekedar air minum, makanan, atau menawarinya untuk menginap.

4. Butuh 314 Hari Untuk Sampai Mekah

314 hari untuk sampai Mekah via www.facebook.com

Hadzic sampai di kota Mekah tepatnya pada Sabtu, 20 Oktober 2012. Perjalanan dari Bosnia ke Mekah ditempuh dalam waktu 314 hari.

“Saya sampai di Mekah pada hari Sabtu. Saya tidak lelah. Ini hari terbaik dalam hidup saya.”

5. Melewati Negara Yang Tengah Perang Saudara

lewat negara yang lagi perang via www.facebook.com

Mengetahui kalau Suriah – salah satu negara yang dilaluinya – berada dalam kondisi perang, Hadzic cukup khawatir. Banyak orang menyarankan agar dirinya agar lewat Irak saja. Wajar, rata-rata 10 menit sekali akan ada pertempuran terbuka di antara dua kubu yang berperang di Suriah .

Sekali lagi, keyakinannya yang bicara. Ia yakin bahwa Allah menuntunnya untuk memilih Suriah. Ketika ransel Hadzic diperiksa di salah satu pos penjagaan di Suriah, para tentaranya menemukan Al-Qur’an. Hadzic pun diijinkan untuk melanjutkan perjalanan. Bagi komandan tentara itu, Al-Qur’an adalah visa Hadzic. Baik kubu tentara pemerintah maupun oposisinya sama-sama bersikap baik pada Hadzic.

“Saya melewati Suriah pada bulan April. Saya berjalan sekitar 500 km dalam 11 hari, melewati Aleppo dan Damaskus serta lebih dari 10 pos penjagaan milik dua kubu yang berseteru. Tapi, saya tidak pernah ditahan.”

6. Menaklukkan Alam

menaklukkan alam via www.facebook.com

Berbagai cobaan dihadapi Hadzic selama perjalanan menuju Mekah. Salah satunya faktor cuaca. Tubuhnya harus cukup kuat menghadapi perubahan suhu yang cukup drastis. Misalnya, ketika temperatur di Bulgaria bisa mencapai -35 derajat Celcius, suhu di Yordania bisa mencapai 44 derajat.

“Saya berjalan dalam nama Allah, untuk Islam, untuk Bosnia-Hercegovina, untuk keluarga dan saudara perempuan saya.”

7. Halangan Selalu Ada. Tapi Begitu Juga Dengan Pertolongan

banyak kebaikan sepanjang perjalanan via www.facebook.com

Walau ia sukses melewati Suriah, Hadzic masih ingat ketika ia dipukuli dan dilempari batu oleh orang tak dikenal di Serbia. Mungkin karena Hadzic orang Bosnia, negeri yang berperang dengan Serbia dan menjadi korban kejahatan tentara Serbia dari 1992 hingga 1995. Tapi, ada saja warga Serbia yang sengaja keluar rumah demi memberinya topi atau kaos kaki. Bahkan seorang profesor di Serbia mengundang Hadzic ke rumahnya. Profesor yang beragama Nasrani itu mengaku bahwa Hadzic adalah orang Islam pertama yang menginjak rumahnya.

Tekad Hadzic juga diuji ketika akan melintasi jembatan Bosporus di Turki — jembatan yang menghubungkan Eropa dan Asia. Satu-satunya jalur yang harus dilewati Hadzic ini nyatanya hanya memperbolehkan kendaraan bermotor untuk melintas. Tapi, sekalipun pertugas melarang, Hadzic tak bergeming. Dia mendirikan kemah di pinggir jembatan selama 20 hari sampai akhirnya petugas mengizinkan ia lewat.

8. Berbagi Cerita Di Facebook

bertemu banyak orang selama perjalanan via www.facebook.com

Tepatnya pada 22 Januari 2012, Hadzic membuat akun Facebook sebagai sarana untuk berbagi kisah perjalanannya. Telah di-like lebih dari 10.000 orang, muncul pula akun-akun lain yang menceritakan perjuangan Hadzic.

Di akun Facebook tersebut Hadzic mengunggah foto-foto selama perjalanannya, mulai dari fotonya bersama orang-orang yang ia temui sepanjang perjalanan, peta yang ia bawa, sampai kakinya yang luka akibat terlalu lama berjalan.

9. Komentar Orang-Orang

dukungan dri berbagai pihak via www.facebook.com

Hadzic selalu mengingat betapa orang-orang yang ia temui selama perjalanan begitu baik. Rata-rata mereka terkejut sekaligus kagum mendengar kisah Hadzic yang berjalan kaki dari Bosnia ke Mekah. Rasa kagum itu yang membuat mereka mau memberikan bantuan pada Hadzic.

Selain itu, banyak orang juga menyampaikan dukungan pada Hadzic lewat komentar-komentar di Facebook. Perjuangan Hadzic memang membanggakan bagi semua orang, khususnya umat Islam di dunia.

10. Ternyata, Hadzic Bukan Satu-Satunya

kharlzada kasrat rai asal pakistan via kufarooq7.blogspot.com

Hadzic ternyata nggak berjuang sendirian. Di tahun 2013, Kharlzada Kasrat Rai (37) asal Pakistan juga melakukan perjalanan sejauh 6.387 km untuk mencapai Mekah demi menunaikan ibadah haji. Rai berjalan dari Karachi pada 7 Juni 2013 melewati Iran, Irak dan Yordania.

Rai sampai di Mekah pada 1 Oktober dengan sambutan layakanya pahlawan. Ia diterima pejabat Arab Saudi dan perwakilan imam Mekah yang juga anggota komunitas Pakistan di Mekah.

Pada 2007, Rai berjalan 1.999 km antara Khyber dan Karachi di Pakistan dalam 85 hari. Sedangkan pada 2009, ia berjalan 327 km dari Lahore ke Islamabad dalam 14 hari. Sebagai pemegang 2 kali World Record for Peace Walks, Rai menjelaskan tujuan dibalik misi tersebut.

“Saya ingin kedamaian di dunia, kesetaraan, dan persatuan Islam seperti di Eropa.”

Senad Hadzic dan Kharlzada Kasrat Rai adalah dua orang yang bisa menginspirasi kita. Lewat perjalanan dan perjuangannya, mereka membawa pesan perdamaian yang ingin disebarkan pada dunia secara luas. Kamu sendiri, berani berjalan kaki ke tanah suci?