Beranjak ke kepala dua, entah kenapa kamu merasa sudah cukup tua. Padahal ini masih masa-masa awal kamu menjadi dewasa. Sekalipun dewasa menurut kebanyakan orang tak berpatok kepada umur. Tapi alih-alih bersikap kekanakan di beberapa hal hanya membuat orang ragu dengan sosokmu. Paling tidak kamu berusaha punya pengalaman yang jadi nilai lebih untuk dirimu. Karena sebenarnya pengalaman ini yang diam-diam membuat kamu terlihat lebih dewasa.

Jangan sampai kamu jadi generasi merugi, yang di usia 20 tahunan hanya belajar dan bekerja di zona nyaman saja. Kamu perlu mendobrak zona kenyamanan dengan melakukan hal-hal seru. Sesederhana beberapa hal yang Hipwee Motivasi coba rangkumkan.

Jangan mau jadi generasi muda yang tahunya hanya lulus, bekerja dan menikah saja!

1. Berpergian sendiri ke tempat yang baru, biar mandiri dan tahu makna bebas dengan tanggungjawab untuk dirimu

Solo traveler via unsplash.com

Katanya bepergian itu memberi beberapa keuntungan untukmu. Mulai dari pelipur lara sampai meluaskan pergaulan dan ilmu yang kamu punya. Tapi bepergian pun tak harus bersama teman-teman atau keluarga. Bisa jadi lebih seru jika kamu melakukannya sendiri atau menjadi solo traveler.

Advertisement

Rasa takut pergi ke tempat asing atau baru jadi hal yang manusiawi. Tapi kamu harus percaya, ketakutan itu kelak dibayar dengan kemandirian, serta pengalaman dengan kebebasan yang bertanggungjawab. Kamu belajar memaknai setiap perjalanan dengan pemikiran lebih terbuka.

2. Jadi relawan membuatmu lebih peka dengan lingkungan dan belajar keterampilan baru

Jadi relawan via www.logancoleblog.com

Lupakan gaji atau tempat nyaman. Kamu perlu belajar melakukan sesuatu hal tanpa ada embel-embel uang.

Dan menjadi relawan salah satu cara kamu keluar dari kungkungan gaji dan kenyamanan. Jangan takut hidupmu sia-sia. Sebab menjadi relawan tak kurang-kurang memberi kamu pengalaman. Mengulurkan tangan untuk orang lain, membuat empatimu pun terasah kembali. Kamu jadi lebih peka dengan lingkungan. Kamu pun pastinya mengasah keterampilan lain yang ada di dirimu.

Sesederhana menjadi perawat dadakan, membuatmu belajar pengobatan dan menghilangkan ketakutanmu dengan darah. Menjadi tim pengajar, membuatmu kembali belajar sekaligus mencari cara yang mudah untuk menyampaikannya. Dan masih banyak lagi keterampilan yang bisa kamu dapatkan.

3. Ikut program pertukaran ke luar negeri. Demi belajar sekaligus jalan-jalan

Ikut program pertukaran via www.scpr.org

Selain mendapat beasiswa sekolah di luar negeri, mengikuti pertukaran pemuda atau short course sebenarnya sudah membuatmu cukup beruntung. Sebab kamu juga bisa belajar budaya lain, merasakan tinggal di tempat yang bukan tanah airmu, bertemu orang-orang dengan cara hidup atau bahasa yang pastinya berbeda jauh. Tak ketinggalan pula, kamu bisa jalan-jalan ke tempat yang mungkin dulu pernah jadi impianmu.

Bukan kah itu menyenangkan? Dapat banyak pengalaman, teman, dan kebahagian ini tak bisa kamu dustakan!

4. Menabung itu perlu, tapi jangan batasi dirimu untuk membeli apapun yang sekiranya perlu kamu miliki

Pinter-pinter atur uang sih intinya via unsplash.com

Mumpung masih muda, jangan lupa nabung supaya masa tuanya tenang!

Entah sudah berapa kali kamu mendengar ungkapan itu. Benar memang, menabung sejak dini itu perlu. Tapi jangan sampai kamu terlalu pelit untuk dirimu sendiri. Beli saja barang yang memang kamu perlukan, dalam arti barang itu memang akan punya faedah untuk dirimu.

Seperti membeli kamera mirroless, yang memang bisa kamu gunakan untuk mengembangkan bakat fotografimu. Atau membeli banyak album musik, karena lewat musik kamu bisa mengekspresikan tulisanmu lebih baik. Apapun yang menurutmu penting untuk dirimu, tak perlu ditahan atau dibatasi. Asalkan kamu tetap berusaha mengatur pengeluaran dengan sebaik-baiknya.

5. Nggak ada salahnya mencoba bekerja di beberapa tempat berbeda, karena mapan tak harus stay di satu tempat saja

kerja pindah beberapa kali pun tak masalah via unsplash.com

Lho udah pindah lagi? Perasaan baru setahun di situ….

Orang mungkin heran mendengar kamu berpindah-pindah tempat kerjanya. Dua tahun yang lalu di penerbitan, tahun kemarinnya lagi di e-commerces, dan sedangkan sekarang di Google. Kamu bisa dibilang seperti bunglon yang loncat dari satu pohon ke tempat lainnya. Mungkin buat orang, ini kurang baik. Tapi asalkan kamu mengambil pelajaran dengan sebaik-baiknya dari tempat-tempat itu, nggak akan pernah ada kata sia-sia.

6. Mumpung masih muda, mengasah kemapuan bahasa asing pun pasti masih lebih mudah

belajar bahasa asing lagi via unsplash.com

Sering nggak sih ngerasa penasaran mendengar orang yang fasih sekali Bahasa Inggrisnya. Lalu bertanya-tanya, “Kok dia bisa lancar sekali ya?”. Sementara kamu membaca artikel Bahasa Inggris saja masih sering terbata-bata dan kebingungan

Biar nggak lagi merasa hal-hal semacam itu, di usia yang mumpung masih muda sudah seharusnya kamu mulai lagi giat belajar bahasa asing. Toh di usia yang cukup muda ini kamu masih mudah untuk menyerap hal-hal yang baru. Sebab pikiranmu masih belum terpecah dengan banyak hal yang lebih memusingkan.

7. Alih-alih bekerja di perusahan orang, memulai usaha kecil-kecilan atau jadi pekerja lepas tak ada salahnya

Usaha sendiri via unsplash.com

Buka usaha kecil-kecilan dan mencari produk yang masih segar di pasaran. Nggak akan membuatmu rugi jika mencobanya sedari sekarang. Karena menghasilkan pundi-pundi rupiah dan mengasah keterampilan tak harus bekerja di perusahaan orang.

Siapa tahu usahamu ini berjalan dan berkembang dengan baik. Kamu pun jadi salah satu anak muda yang tergolong sukses. Yakin tak mau?

8. Melakukan sesuatu yang ekstrim, entah soal makanan, kegiatan, sampai olahraga

makan-makanan aneh via unsplash.com

Tak banyak orang yang memakan daging kuda atau belalang. Tak banyak juga yang mencoba olahraga ekstrim seperti bungee jumping, parkour, slacklining, atau wingsuit flying. Tapi bukan berarti tak banyak yang meminati kamu pun enggan mencobanya. Tak ada salahnya mencoba melakukan salah satu hal aneh itu. Toh yang penting kamu punya pengalaman yang bisa jadi cerita untuk anak-anakmu kelak.

Setidaknya hal-hal itu kamu lakukan sebelum kamu menikah dan memiliki anak. Supaya kelak pun tak ada lagi istilah, “Masa mudanya kurang bahagia!”

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya