Selama ini, banyak orang yang selalu menjadikan ‘ketiadaan inspirasi’ dan ‘kondisi dan situasi yang tidak kondusif’ sebagai justifikasi untuk tidak menghasilkan karya. Padahal, apabila kita ingin menghasilkan suatu karya kita harus terus bergerak, terlepas dari ada tidaknya inspirasi. Jika tetap diam menunggu inspirasi, maka kita tidak akan menghasilkan karya dan tentu saja penghasilan juga tidak akan datang.

Selama ini banyak dari kita yang berpikir bahwa inspirasi hanya akan datang bila kita ada dalam mood yang bagus. Namun, banyak orang besar yang mengatakan bahwa inspirasi bukanlah hal yang terpenting. Ada tidaknya inspirasi, pekerjaan mereka tetap harus dituntaskan.

Dalam artikel ini Hipwee akan mengajak kamu untuk memikirkan lagi tentang datangnya inspirasi sebagai sumber utama dari sebuah kreativitas.

Asalkan Konsisten dan Disiplin, Kita Tetap Bisa Menghasilkan Karya Walau Inspirasi Belum Datang

Chuck Close, Pelukis via ell.com

Penulis Ceko Franz Kafka memiliki pekerjaan tetap sebagai pengacara untuk sebuah lembaga asuransi kecelakaan kerja. Ia bekerja dari pukul 08.30 pagi hingga 14.30 siang. Setelah bekerja, jadwalnya adalah makan siang dan tidur sampai pukul 19.30. Setelah itu dia akan makan malam bersama keluarganya, dan baru mulai menulis pada pukul 23.00 sampai beberapa jam sebelum ia tidur. Begitu terus ia lakukan seumur hidupnya. Jadwalnya tergantung pada waktu, bukan inspirasi.

Advertisement

Chuck Close, seorang pelukis Amerika beraliran fotorealisme, berpendapat bahwa inspirasi bukanlah sumber utama untuk menghasilkan suatu karya. Sama seperti Kafka, ia juga memiliki jadwal harian yang rutin untuk bekerja dan beraktivitas. Keadaan fisik yang mengharuskannya untuk memakai kursi roda juga bukan penghalang baginya untuk disiplin dan konsisten dalam menghasilkan karya.

Dengan adanya konsistensi, kita akan terbiasa untuk bekerja tanpa menunggu datangnya inspirasi. Karya yang telah kita mulai tidak akan terhenti di tengah jalan dengan alasan tidak ada inspirasi.

Meyakini dan Sabar Bahwa Inspirasi Itu Akan Datang Apabila Kita Tetap Konsisten Bekerja.

Tchaikovsky, Komposer Musik via davidzinman.org

Ini adalah nasihat komposer Rusia Pyotr Ilyich Tchaikovsky (yang menggubah di antaranya Swan Lake dan The Nutcracker) di dalam suratnya pada patron seni-nya, Nadezhda Von Meck, di tahun 1878:

“Tidak diragukan lagi, musisi genius harus bisa bekerja tanpa inspirasi. Inspirasi itu tak ubahnya seorang tamu yang tidak akan menanggapi undangan pertama yang kita layangkan padanya. Seniman yang menghargai dirinya sendiri harus selalu bekerja, dan tidak boleh melipat tangan hanya karena dia sedang berada dalam suasana hati yang tidak enak. Apabila kita bergantung pada suasana hati kita tanpa berusaha untuk memperbaikinya maka kita akan menjadi malas dan apatis. Kita harus sabar dan meyakini bahwa inspirasi akan datang pada mereka yang dapat mengendalikan diri mereka dan mengatasi keengganan dalam diri mereka.”

Terlalu bergantung pada mood tidak akan membuat kita maju, justru malah menghambat kita. Memang, inspirasi seringkali baru datang ketika kita dalam mood yang bagus. Namun apabila terlalu menurutinya, kita akan terus mengulur waktu untuk berkarya.

Bebaskan Pikiranmu dan Jangan Takut untuk Membuat Karya yang Tidak Sempurna.

Jack White, Musisi via sparksradio.com

Banyak orang yang percaya pada inspirasi beralasan bahwa kreasi mereka akan memiliki tidak bagus apabila kerja mereka “dipaksakan”. Padahal, hasil yang menurutmu tidak bagus belum tentu bagi orang lain juga.

Jack White, mantan personil band The White Stripes, pernah mengatakan dalam salah satu wawancara bahwa setelah dirinya menulis lagu untuk albumnya, semua lagu gubahannya itu direkam — bahkan lagu yang menurutnya paling buruk sekalipun. Sepanjang karir musiknya, dia berhasil mendapatkan 8 piala Grammy.

Neil Gaiman, penulis novel “Stardust”, memberikan pesan bagi para penulis pemula untuk tidak takut menuliskan kalimat pertamanya pada selembar kertas — karena tidak ada orang yang peduli dengan draft pertama dari seorang penulis.

“… Apabila draft pertama dari ceritamu dirasa masih perlu diperbaiki, kamu bisa memperbaikinya besok, lusa, kapan saja … Dan dalam beberapa bulan kedepan, ketika karyamu sudah jadi, kamu akan lupa paragraf mana yang kamu tulis karena datangnya inspirasi dan yang mana karena kamu paksakan.”

“Berteman” dengan Tenggat Waktu

Berteman dengan Deadline via usgraduatesblog.com

Masih dikatakan oleh Jack White, “Tenggat waktu (deadline) membuatmu kreatif.” Jack White selalu menyewa studio hanya dalam jangka waktu selama 5 hari untuk menulis lagu dan rekaman. Dan dalam 5 hari tersebut, ia memaksakan dirinya untuk menulis lagu dan kemudian merekamnya.

Tenggat waktu membuat kita termotivasi untuk menyelesaikan apa yang telah kita mulai, akan berbeda hasilnya apabila kita tidak memberikan tenggat waktu bagi diri sendiri karena membuat kita cenderung menunda pekerjaan dan membuat kita tidak jadi menyelesaikannya.

Pada Dasarnya, Diri Kamu Sendiri adalah Sumber Inspirasi Terbesar bagi Dirimu

Inspirasi terbesar adalah dirimu via disciplegideon.files.wordpress.com

Kalau kamu masih merasa bahwa kamu membutuhkan inspirasi sebagai motivasi utama kamu, mungkin kamu harus melihat ke diri sendiri untuk menemukan inspirasi tersebut.

Tanpa harus berlibur keluar kota, luar negeri, atau menyewa kamar hotel, kamu masih bisa mendapatkan inspirasi dari diri sendiri. Kamu bisa mengambil pengalaman sehari-hari kamu, baju yang sedang kamu pakai, bahkan sarapan pagimu untuk dijadikan sebagai inspirasi.

Charles Bukowski menulis puisi tentang ini, yang berjudul Air and Light and Time and Space. Bunyi stanza terakhirnya adalah seperti ini:

baby, air and light and time and space
have nothing to do with it
and don t create anything
except maybe a longer life to find
new excuses
for.

Sayang, udara dan cahaya dan waktu dan ruang

tidak ada hubungannya dengan ilham

dan tidak akan menghasilkan apapun

kecuali umur panjang

untuk menemukan alasan baru

untuk bermalas-malasan.

Yang artinya, dalam keadaan apapun dan dalam kondisi apapun, seharusnya kita tetap bisa berkarya.