Dalam menjalani hidup seringkali terdapat hal-hal yang bikin kamu kesal dan bahagia. Inginnya sih memang bahagia saja, namun apa daya kekesalan juga bisa muncul kapan saja. Rasa kesal ini nih yang kadang bikin kamu sulit menerima, padahal akan jauh lebih mudah menjalani saat keikhlasan itu ada.

Terlalu lama memendam kesal toh tak ada gunanya. Jika ingin berpura-pura ikhlas menerima pun tak memberikan perubahan positif dalam diri, justru berdamai dengan diri sendiri adalah hal tepat yang dapat kamu lakukan. Karena dengan ikhlas, keinginan segera move on akan membuat hidupmu berjalan lebih baik dan mudah.

1. Perubahan diri demi hal yang diinginkan sah-sah saja. Sayangnya kalau itu bukan dirimu sesungguhnya, buat apa juga diteruskan.

buat apa diteruskan? via www.idiva.com

Berubah karena orang lain maupun demi suatu hal memang tak masalah. Namun kalau perubahan tersebut menjauhkan kamu dari pribadi yang sebenarnya, coba pikirkan kembali. Misalnya kamu merasa baik-baik saja dengan perubahan tersebut silahkan saja diteruskan. Tapi kalau bikin kamu nggak nyaman ya lebih baik ikhlas menyudahinya. Buat apa menyibukkan diri padahal kamu nggak nyaman karena hal itu bukan dirimu sebenarnya?

2. Berusaha agar bahagia selalu tak mengapa. Namun jangan sampai kebahagiaanmu berupa kepalsuan belaka

Advertisement

buat apa kalau palsu belaka? via quoteaddicts.com

Pernah tersenyum tapi hatimu sedih? Atau tertawa layaknya orang bahagia namun saat sendirian malah nangis di pojokan? Itu berarti apa yang kamu tunjukkan ke orang lain hanyalah topeng agar dirimu dianggap bahagia. Sesekali melakukan memang tak masalah, tapi kalau sering maka kamu perlu memperbaikinya. Tanya kepada diri sendiri merupakan salah satu jalan keluar agar kamu mengetahui apa penyebabnya.

3. Rasa bosan memang akan melanda. Tapi kalau sering dan terlalu lama merasakannya udah saatnya kamu beranjak

kamu harus mengikhlaskannya via commercialpropertycashflow.com

Rutinitasmu yang itu-itu saja pada akhirnya akan bikin bosan. Sayangnya kalau tak mencoba menyelami kebosanan itu, maka hal tersebut bisa menjadi boomerang bagi diri sendiri. Kamu nggak mau kan terjebak dalam kebosanan selamanya? Coba lakukan hal-hal yang bikin hidupmu kembali bergairah deh, misalnya memanfaatkan me-time dengan baik.

4. Fisik dan psikismu suatu saat bakal lelah. Kalau terus dibiarkan tanpa usaha memberi warna pada diri, yang ada kamu rugi sendiri

kamu udah lelah banget via www.biodiversityinfocus.com

Sama halnya dengan rasa bosan, kondisi fisik dan psikismu lama-lama akan lelah. Entah karena pekerjaan atau hubungan dengan orang sekitar bakal membuat kondisi dirimu menurun. Oleh karena itu, sebaiknya isi hari-hari kamu dengan hal baru seperti membuat jadwal setiap dua minggu saat weekend ke tempat rekreasi.

5. Apa yang kamu lakukan dan ternyata nggak diapresiasi memang bikin sedih. Masa iya mau terus-terusan begitu?

kamu harus move on via divdavdaily.tumblr.com

Dari apa yang udah kamu lakukan biasanya muncul harapan ingin diapresiasi. Sayangnya hal itu nggak selalu terjadi dan membuatmu sedih. Nggak jarang juga bikin kamu kesal berkepanjangan. Karena hidup terus berlanjut, maka sebaiknya kamu coba terima saja apa yang sudah terjadi dan mulai lakukan hal lain. Jangan mau buat dirimu sedih terus-menerus, toh demi kebaikan diri sendiri apa salahnya segera move on?

6. Berusaha semaksimal mungkin memang tak ada yang melarang. Tapi kalau nggak bisa dilanjutkan, buat apa memaksakan?

jangan memaksakan 😉 via www.theson.net

Kadang dalam meraih apa yang diinginkan segala cara kamu lakukan. Namun hal tersebut bisa saja tak sesuai ekspektasi dan membuatmu terus berusaha mewujudkannya. Hal tersebut bikin kamu jadi capek sendiri karena waktu yang dimiliki terbuang begitu saja. Karena memang tak bisa dipaksakan lagi, kamu harus ikhlas terima kenyataan itu. Makanya, nggak ada salahnya coba lakukan hal lain karena bisa saja jalan menuju hidupmu yang lebih baik . Tak perlu lagi memaksa melanjutkan dan segeralah move on.

Mengikhlaskan diri memang tak semudah teori. Mungkin hal itu yang membuatmu masih berpura-pura bahagia walau sebenarnya tak sesuai kenyataan. Namun hidup harus terus berjalan, tentu kamu tak ingin terjebak dalam hal itu saja.