Jadi orang yang sering diomongin sama lingkungan sekitar rasanya dilema. Bisa bahagia karena yang dibicarakan hal positif, di sisi lain sebal kalau yang diucapkan hal-hal negatif. Itu bisa terjadi lantaran ulahmu sendiri yang sering mengumbar hal pribadi. Bukan berarti kamu nggak boleh bicara apapun tentang dirimu kepada orang lain, namun alangkah baiknya jika ada batasan sendiri dalam berinteraksi. Toh, pada dasarnya sedekat apa kamu dengan mereka belum tentu menjamin rahasiamu terjaga. Daripada namamu disebut di mana-mana karena hal nggak menyenangkan, lebih baik sortir dulu apa saja yang akan kamu ucapkan.

Untuk itu, kamu perlu tahu hal pribadi apa saja yang sebaiknya kamu benar-benar jaga supaya nggak asal diceritakan. Ingat, jangan terlalu terbawa rasa nyaman mengobrol dengan mereka jika tak ada jaminan rahasiamu terjaga. Simak 5 hal pribadi ini yuk yang nggak perlu kamu umbar biar namamu nggak disebut di mana-mana.

1. Tak ada yang melarang kamu punya banyak mimpi. Tapi jangan mengumbar segala detailnya sampai terealisasi, kalau gagal kamu justru bisa malu sendiri

Simpan sendiri saja dulu via www.pinterest.com

Males juga kan dianggap Si Mulut Besar?

Advertisement

Agar makin semangat meraih cita-cita, kamu akan menceritakan ke orang terdekat mengenai itu. Segala hal terkait impian kamu ceritakan, mulai dari persiapannya hingga hal-hal apa saja yang kamu lakukan. Misalnya ingin kuliah di luar negeri, kamu ceritakan deh kalau telah mempersiapkan sejak sekolah seperti mengikuti les bahasa Inggris. Tak lupa juga kamu ungkapkan soal kegiatan organisasi saat kuliah yang bakal berguna mendaftar beasiswa nanti.

Hal seperti itu lebih baik kamu simpan saja kecuali ada yang menanyakan. Jika kamu terlalu banyak mengumbar ke mana-mana, namun kenyataannya nggak terealisasi juga, yang ada kamu jadi down. Udah banyak yang ngomongin mimpimu, eh nggak ada yang kesampaian ‘kan sedih juga. Daripada dibilang Si Mulut Besar, mendingan kamu simpan saja dulu impian itu.

2. Kebahagiaan dari sukses mencapai mimpi membuatmu berasa miliki dunia. Awalnya kisahmu akan menginspirasi, tapi jika terlalu sering diumbar orang pasti akan menyingkir

Dunia itu milik bersama, jadi dengar juga kebahagiaan mereka via hd.unsplash.com

Ketika berhasil meraih apa yang diinginkan, tanpa disadari kamu bakal membicarakan kesuksesanmu itu kepada orang lain. Sebagai kerabat yang baik, dengan suka cita mereka akan mendengarkan kebahagianmu itu. Tapi, kamu harus berhati-hati, sebab terlalu sering bercerita malah membuat dirimu di mata mereka buruk.

Mereka dapat memandangmu sebagai pribadi yang haus pamer akan keberhasilan. Lambat laun dirimu akan dijauhi karena mereka malas sama kamu. Awalnya mereka terinspirasi dan kagum dengan upayamu itu, namun siapa juga yang betah berada di dekatmu jika topik pembicaraan selalu soal kesuksesan sendiri?Wake up guys! Dunia ini bukan diisi sama dirimu saja lho.

3. Mendekatkan diri dengan berbagi cerita boleh saja, tapi pilih dan pilah ceritamu dengan bijak. Jangan asal bercerita tidak perlu yang mungkin justru membuat orang menjauh

Dikira dekat ternyata jauh via hd.unsplash.com

Keakraban yang udah terjalin lama membuatmu merasa bebas membicarakan hal apapun dengan orang terdekat. Bercengkrama dengan mereka membuatmu nyaman, sehingga tak bosan mengobrol ngalor-ngidul yang nggak jelas. Tapi lagi-lagi kamu harus tahu batasan agar keakraban ini tetap terjaga dengan baik, misalnya jangan banyak bercerita tentang hal pribadi yang nggak penting. Apa manfaatnya juga kalau kamu bilang ke mereka soal kebiasaanmu setiap hari bisa bangun pagi dan nggak pernah telat ke kantor? Atau pamer keberhasilanmu punya berat badan ideal saat nggak ditanya? Bukannya antusias mendengar ceritamu, mereka malah jadi bete hal absurd kayak gitu diceritakan.

4. Berbagi masalah dan saran adalah inti dari hubungan manusia. Ingat prinsip dasar berbagi, jangan terlalu mendominasi dan tampak menggurui

Pintar berbagi kebijakan hidup via hd.unsplash.com

Nanti dibilang sok tua lagi

Permasalahan dunia yang makin pelik dan banyak perubahan terjadi bikin masyarakat bertanya-tanya, termasuk kerabatmu. Sebagai orang yang dekat dengan mereka, kamu bakal jadi tempat mereka menuntaskan rasa penasarannya. Nggak heran kalau kamu bakal dimintai pendapat tentang situasi dunia saat ini dan kehidupan yang telah berubah. Untuk menjawabanya, diperlukan trik-trik khusus agar dirimu tak terlihat seperti sedang menggurui.

Jangan mentang-mentang ilmu yang kamu miliki luas, lantas kamu dengan terlalu percaya diri (pede) mengungkapkan segalanya sampai detail pandanganmu. Oleh karena itu, kamu harus pandai mengatur cara bicara ketika menyampaikan pendapat tentang hal tersebut. Ingat, apa yang mereka tanyakan bisa merupakan hal sensitif, yaitu apabila kamu nggak hati-hati dapat memanaskan situasi.

5. Jangan buang energi dan waktumu untuk membicarakan orang lain dibelakang. Orang yang sekarang di depanmu pasti jadi berpikir, jangan-jangan dia juga ngomong jelek tentangku kalau aku nggak ada

Malah jadi saling curiga via hd.unsplash.com

Jika kamu bandingkan lebih asik ngomongin hal positif atau negatif, jelas sekali hal negatif jawabannya. Apalagi kalau topik pembicaraannya kejelekan orang lain yang nggak kamu senangi. Well, kamu bisa betah banget lebih dari sejam ngomongin hal itu. Padahal kamu nggak tahu saja kalau itu bisa buat kamu dipandang buruk oleh orang lain. Mereka bakal menghindarimu jika merasa terancam karena terbesit bahwa mereka lah korban kamu selanjutnya yang kamu omongin. Untuk meredamnya mudah saja, yakni coba tanyakan ke diri sendiri manfaat apa yang kamu dapat saat membicarakan hal negatif dari orang lain. Buang-buang tenaga dan waktumu saja.

Kini, tak perlu lagi kamu repot-repot menceritakan 5 hal tadi. Jika nggak ada manfaatnya sama sekali untuk orang lain dan kamu pribadi, buat apa masih dilakukan? Toh, hidup ini sangat berharga dan sayang banget kalau diisi dengan mengumbar 5 hal yang harusnya kamu simpan dalam diri sendiri secara baik-baik itu.

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!