Susah menghapal mata kuliah, agak alergi sama yang namanya hitung-hitungan, juga nggak begitu pintar soal bahasa asing membuatmu merasa nggak begitu pintar. Bahkan untuk urusan membaca novel saja kamu butuh waktu lebih lama dan kadang mengulang kata per kata.

Jangan minder dulu. Sebenarnya di balik kekurangan dan kecerdasanmu yang biasa saja ada potensi yang nggak semua orang punya. Apa saja? Di sini Hipwee akan memaparkannya.

1. Kamu yang tidak terlalu pintar punya peluang besar untuk menjadi pendidik yang baik, karena kamu tahu rumitnya memahami pelajaran

Kamu punya potensi untuk bisa jadi guru yang baik. via www.nus.edu.sg

Mario Teguh pernah bilang bahwa mereka yang ketika zaman sekolahnya dulu bukan juara kelas, justru punya peluang untuk menjadi guru yang baik. Kenapa demikian? Karena mereka paham sukarnya memahami pelajaran. Sehingga ketika mereka dihadapkan pada murid yang malas belajar, mereka sudah khatam menyelesaikannya. Sebab dia pernah berada di posisi sang murid. Ketimbang menjudge murid yang malas mengerjakan soal, dia justru mendekati muridnya dengan metode penyelesaian soal yang mudah dipahami.

Jangan minder kalau kamu merasa kamu tidak terlalu pintar namun bercita-cita menjadi guru. Kamu punya kelebihan untuk lebih memahami muridmu.

2. Orang pintar melamar pekerjaan, mereka yang tak begitu pintar justru menciptakan lapangan pekerjaan

Advertisement

Mereka yang tidak terlalu pintar seringnya sadar bahwa lapangan pekerjaan sangat terbatas untuk mereka. Karenanya daripada berjibaku dengan ribuan pelamar lainnya, banyak dari mereka yang pada akhirnya berani untuk membuka usaha sendiri. Yup, menjadi wiraswasta, memiliki sebiah perusahaan. Pada akhirnya mereka yang pintar justru jadi karyawan dan yang tidak begitu pintar justru jadi bosnya! Hhehehehe

3. Mereka punya potensi untuk lebih cepat sukses, karena punya keberanian untuk mengejar impian

Mereka percaya bahwa mimpi harus diwujudkan, bukan hanya sekadar angan. via www.liveluvcreate.com

Bersyukurlah kamu yang merasa bahwa dirimu bukanlah orang yang terlalu pintar. Karena kamu cenderung lebih berani saat mengejar mimpi. Berbeda dengan mereka yang pintar yang seringnya kebanyakan pertimbangan, jadilah mimpinya hanya sebatas angan. Kamu yang tidak terlalu pintar, mungkin belum sadar jika selama ini eksekusi adalah kata penting dalam kamus hidupmu.

4. Mereka yang tidak terlalu pintar lebih fokus mengerjakan satu hal saja, karenanya menjadi pengusaha adalah profesi yang tepat untuk mereka

Mereka punya potensi untuk membangun bisnis sendiri. via www.bloomberg.com

Entah mengapa, kecenderungannya mereka yang tidak terlalu pintar merasa percaya diri jika fokus mengerjakan 1 hal saja. Sehingga saat membangun sebuah usaha, mereka akan mengerahkan seluruh tenaga, waktu, dan pikirannya. Fokus memperjuangkan bisnismu membuatmu berpeluang menjadi pengusaha yang sukses. Yeay!

5. Kebanyakan mereka adalah pendengar yang baik. Karenanya berpotensi menjadi psikolog yang disayang kliennya

Orang pintar cenderung lebih sulit untuk mendengarkan orang lain. Sebaliknya, mereka yang tidak terlalu pintar justru lebih suka mendengarkan orang. Mereka punya keahlian mendengar yang bisa bikin si pencerita nyaman. Bisa dikatakan mereka berpotensi untuk menjadi psikolog hebat yang difavoritkan oleh para kliennya. Seperti yang diketahui, psikolog dibayar untuk mendengar curhat para kliennya.

6. Mereka berpeluang menjadi seorang ahli IT yang mumpuni. Karena mereka yang berkarir di industri ini bukanlah individu yang terlalu banyak pertimbangan

Berpeluang menjadi ahli IT yang hebat. via www.business2community.com

Ahli IT cenderung mencari cara tercepat untuk menyelesaikan pekerjaan mereka, sangat cocok dengan mereka yang tidak terlalu pintar. Yup, mereka yang tidak terlalu pintar cenderung langsung mencari solusi tanpa dihantui oleh banyak pertimbangan dan ketakutan. Sangat cocok dengan profesi yang bergelut di ranah teknologi informasi (TI). Buat kamu yang merasa tidak begitu pintar, tak ada salahnya jika kamu membidik profesi seperti programmer, hingga web developers.

7. Berpotensi menjadi pasangan idaman, karena tahu kapan membagi waktunya bersama pasangan

Kamu juga berpotensi menjadi pasangan idaman. via dylandsara.com

Jangan pernah merasa iri dengan temanmu yang jauh lebih pintar darimu. Jika pun kamu merasa memiliki kecerdasan yang biasa saja, justru kamu harus bersyukur. Ya, bersyukur karena jauh dari sifat ambisius. Contoh nyatanya adalah kamu tidak terlalu pintar lebih suka menghabiskan akhir pekan bersama keluarga dan orang kesayangan. Berbeda dengan orang pintar yang lebih senang menghabiskan waktu luang dengan bekerja, bekerja, dan bekerja. Kamu sebenarnya adalah pasangan idaman, jadi jangan rendah diri ya kalau kamu ngerasa nggak begitu pintar.

8. Mereka cenderung jauh dari penyakit yang menggerogoti pikiran, hidup pun jauh lebih tenteram

Hidupmu pun jauh lebih tenteram. via www.lifehack.org

Syukuri saja jika kamu merasa saat ini tidak begitu memiliki prestasi yang bagus, entah itu di tempat kuliah atau pun kerja. Yup, orang yang tidak terlalu pintar, biasanya memiliki pola pikir yang sederhana. Istilahnya go with the flow saja. Inilah alasan kenapa mereka yang tidak begitu pintar biasanya lebih damai menjalani hidup. Jauh dari ambisi yang melelahkan dan stres karena obsesi ketinggian.

Jangan pernah merasa iri jika kamu terlahir sebagai orang yang tidak terlalu cerdas. Baiknya kamu gali lebih dalam potensimu yang lain. Saat ini mungkin kamu belum menyadari kalau kamu memiliki sederet potensi. Jadi, jangan minder ya. Stay positive dan pusatkan perhatian pada impianmu.

Suka artikel ini? Yuk, follow Hipwee di mig.me!