Setelah dewasa, menikah dan punya anak jadi fase hidup yang akan kita alami. Padahal, hidup berumah tangga dan menyandang status sebagai orang tua jelas bukan soal yang mudah.

Selain itu, perkara mengurus dan membesarkan anak jelas tak bisa dipandang sebelah mata. Butuh kesiapan mental dan berbagai bekal lainnya demi jadi orang tua yang baik. Salah satunya, kita harus bisa membedakan mana hal yang pantas dan tidak pantas dilakukan pada anak-anak kita.

Demi bisa jadi orang tua yang dapat diandalkan dan demi buah hati yang disayang, inilah hal-hal yang seharusnya kita lakukan di masa depan.

Anak-anak butuh pendampingan orang tua. Jangan sampai mereka terabaikan karena hal-hal yang sebenarnya tak seberapa pentingnya.

Hanya satu tombol dan mudah untuk mematikan HP via android.wonderhowto.com

Anak-anak sangat butuh bimbingan orang tua dalam masa tumbuh kembangnya. Itulah kenapa sebaik-baik orang tua adalah mereka yang selalu meluangkan waktu untuk anak-anaknya.

Advertisement

Sayangnya, fakta yang terjadi di masyarakat justru memprihatinkan. Pemerintah Swedia pernah melakukan survei terhadap anak-anak tentang perilaku orang tua mereka di rumah. Hasilnya, 33% anak-anak ini mengatakan orang tuanya selalu asik mengutak-utik ponsel mereka selama di rumah.

Bayangkan, betapa memprihatinkan jika orang tua justru lebih peduli pada gadget daripada anak-anaknya. Maka untuk kita yang kelak jadi orang tua, biasakan diri untuk menggunakan gadget seperlunya saja sedari sekarang. Jangan sampai anak-anak kita terbaikan karena kebiasaan kita yang sebenarnya tak seberapa pentingnya.

Punya keluarga yang hangat adalah impian semua anak. Siapkah kita mewujudkan mimpi itu demi mereka?

Jangan ragu-ragu untuk mematikan TV dan menikmati waktu bersama via www.thinkstockphotos.ae

Semua anak tentu memimpikan punya keluarga yang hangat. Tinggal di rumah bersama orang tua yang selalu menyayangi dan menyediakan waktu yang penuh bagi mereka.

Setelah seharian tidak bertemu orang tua, makan malam adalah kesempatan bagi anak dan orang tua untuk menikmati waktu bersama. Menikmati makanan bersama dan sesekali bercanda terlihat sangat menyenangkan, bukan? Sayangnya, tak jarang banyak orang tua yang justru sibuk menonton TV atau memilih kembali “tenggelam” pada pekerjaan. Tidak memanfaatkan momen makan malam bersama keluarga dengan baik, malah justru mengabaikan orang-orang tersayang.

Sebagai orang tua, kita layak membahagiakan mereka. Sekadar mengobrol berdua atau membacakan cerita sebelum tidur akan sangat bermakna.

Temani aku tidur indah via pixshark.com

Untuk anak-anak yang masih kecil, waktu tidur itu sangat berharga. Biasanya, di kesempatan ini ibu atau ayah akan membacakan cerita sebelum tidur untuk anaknya. Sementara, saat mulai dewasa, biasanya ayah atau ibu akan datang ke kamar berbincang ringan tentang apa yang sedang anaknya kerjakan.

Ketika kita terlalu sibuk dengan pekerjaan, semua itu memang terlihat tidak mungkin terjadi. Kita pasti merasa lelah lantaran menjalani rutinitas pekerjaan hingga pulang ke rumah saat larut malam. Namun, momen kebersamaan dengan mereka sebenarnya pantas diperjuangkan. Karena di saat inilah ikatan antara anak dan orang tua akan terjalin semakin erat.

Tunjukkan kasih sayang dan cinta yang kita punya. Berbagi ciuman dan pelukan akan membuat mereka merasa berharga.

Dekap aku erat agar bisa merasakan hangatmu via infiniteeyephotoblog.wordpress.com

Beberapa penelitian menunjukan bahwa anak-anak membutuhkan kehangatan dan kasih sayang dari orang tuanya. Kita akan merasa penuh cinta saat orang tua kita memberikan kecupan dan pelukan misalnya.

Lantaran hal itu, jangan ragu membiasakan anak-anak kita kelak untuk berbagi ciuman dan pelukan dengan kita sebagai orang tuanya. Bukan berarti membuat mereka terlihat manja, tapi cara inilah yang menjadikan mereka merasa dirinya berharga. Bahkan setelah mereka tumbuh dewasa, kebiasaan ini pun selayaknya diteruskan meski dengan porsi yang berbeda.

Kita mungkin akan punya lebih dari satu anak. Tapi jangan sekali-kali membandingkan atau membeda-bedakan mereka.

Aku juga ingin diperhatikan via galleryhip.com

Saat berkeluarga nanti, kita mungkin akan memiliki lebih dari satu buah hati. Hal ini tentu sah-sah saja asalkan kita bisa membagi perhatian dan kasih sayang dengan porsi yang sama. Jangan sampai anak-anak kita merasa dibeda-bedakan atau bahkan dibanding-bandingkan. Pastikan setiap anak mendapat porsi kasih sayang dan perhatian yang sama dari orang tuanya.

Anak memang seharusnya dididik agar bisa disiplin. Namun, bukan berarti orang tua boleh bersikap keras atau kasar.

Aku bisa menjadi disiplin tanpa kekerasan via www.huffingtonpost.com

Beberapa orang tua masih beranggapan jika memukul anak adalah cara yang efektif untuk membentuk anak menjadi pribadi yang disiplin. Sayangnya, kekerasan atau sikap kasar orang tua tidak akan pernah memberi dampak yang baik bagi tumbuh kembang anak.

Atas alasan itulah, jangan sekali-kali kita membiasakan bersikap kasar pada anak-anak kita nanti. Jangan sampai kita mengambil jalan pintas atau cara cepat untuk mendidik dan mendisiplinkan mereka. Anak-anak kita layak disayangi. Tak seharusnya mereka merasakan kekerasan dengan dalil demi kebaikan diri sendiri.

Berikan mereka kejutan-kejutan lucu. Mereka berhak punya kenangan masa kecil yang seru.

Catatan yang lucu ini selalu membuatku semangat via pixshark.com

Masa kecil adalah masa yang penting dalam kehidupan seseorang. Selain berpengaruh pada proses tumbuh kembang hingga pembentukan karakter, banyak kenangan di fase ini yang akan diingat hingga kelak dewasa.

Itulah sebabnya kenapa anak-anakmu layak melewatkan masa kecil yang seru dan menyenangkan. Diajak menjelahi tempat-tempat baru, diberikan kejutan-kejutan lucu, hingga diajak merasakan berbagai pengalaman baru misalnya. Kelak setelah dewasa mereka tentu akan bersyukur jika memiliki masa kecil yang menyenangkan dan bahagia.

Luangkan waktu untuk menemani mereka bicara. Jadilah teman yang selalu bisa diajak berbagi cerita.

Lihat mataku dan rasakan kesedihanku via edition.cnn.com

Cara berkomunikasi yang terbaik adalah komunikasi langsung dengan memandang lawan bicara. Antara anak dan orang tua, cara ini juga harus diterapkan. Setidaknya, anak-anak berhak mendapat waktu khusus dari orang tuanya. Waktu dimana orang tua bebas dari pekerjaan atau kesibukan lainnya dan khusus mendedikasikan waktu untuk anaknya. Demi bisa sekadar mendengarkan si anak bercerita tentang pelajaran, teman-teman di sekolah, atau hal-hal baru yang dialaminya.

Orang tua seharusnya bisa diandalkan. Kita pun tak boleh malas memperbaiki diri demi jadi orang tua yang kelak mereka banggakan.

Kalian tak muncul di TV sebagai pahlawan, tapi kalian tetap pahlawanku via mrsfuneraldirector.com

Bukan hanya anak yang dituntut untuk bersikap sopan pada orang lain dan jadi manusia yang baik. Tapi, banyak orang bilang bahwa anak adalah copycats dari orang tuanya. Itulah alasannya mengapa kita sebagai orang tua seharusnya memperbaiki diri lebih dahulu agar bisa jadi contoh bagi anak-anak kita.

Anak-anak berhak mendapat rumah yang nyaman dengan suasana nan menyenangkan. Karena pada rumah dan orang tualah tempat mereka selalu pulang.

Ayo kita jalan-jalan sebentar via overcomingpornography.org

Banyak anak yang kemudian mencari pelarian pada hal-hal negatif lantaran tidak menemukan rumah yang nyaman sebagai tempatnya pulang. Bukan berarti rumah itu harus mewah dengan berbagai fasilitas yang tersedia. Rumah yang nyaman adalah tempat dimana ada orang tua dan keluarga yang penuh memberikan perhatian dan kasih sayang. Dan di rumah itu pulalah mereka bisa mendapatkan kebahagiaan yang tak bisa mereka dapatkan di tempat lainnya.

Menjadi orang tua memang bukan perkara mudah, tapi bukan berarti kita boleh menyerah. Seiring waktu berjalan, kedewasaan dan mental kita pun pasti ikut tertempa. Jadi, nikmati saja prosesnya nanti, ya! 🙂