Kamu tahu tahu bulat? Iya itu, yang lima ratusan digoreng dadakan. Popularitas si tahu yang lagi terkenal seantero negeri ini bikin kita terngiang-ngiang di kepala. Apalagi kalau bukan prosesnya yang unik, digoreng dadakan langsung jadi.

Tapi yang dadakan jadi itu cuma milik tahu bulat semata. Di kehidupan nyata, mau jadi orang besar prosesnya tentu lama. Usaha berbulan-bulan dan bertahun-tahun pun belum tentu menjamin kesuksesanmu datang sesuai yang kamu impikan.

Memang banyak orang di luar sana yang sudah berhasil menjalani hidup yang kamu cita-citakan. Kamu mungkin ingin seperti mereka. Semuanya mungkin terjadi, asal kamu mengerti dan mau menjalani proses panjang yang mereka juga alami. Hal-hal ini akan membuatmu makin yakin bahwa kesuksesan itu  bukan proses singkat yang bisa kamu dapat dengan dadakan.

1. Keterampilan khusus nggak didapat dalam satu malam. Di balik itu, mereka latihan dengan penuh ketekunan

Maudy Ayunda ngga cuma modal tampang via www.instagram.com

Selalu ada orang-orang multitalenta yang membuatmu merasa bukan siapa-siapa saat mengetahui apa saja yang bisa mereka lakukan. Udah stylish, jago masak, public speaking-nya oke, ngerti IT, menguasai beberapa bahasa asing, bisa main alat musik pula! Kamu yang cuma untuk menguasai satu skill-nya mereka itu aja entah kapan bisanya pun jadi berpikir, “gimana ya mereka bisa menguasai banyak keterampilan kayak gitu?”

Advertisement

Di dalam buku berjudul Outliers, seorang penulis psikologi populer, Malcom Gladwell, mengeluarkan pendapatnya yang kemudian dikenal dengan ‘rule 10.000 hour’ atau aturan 10.000 jam.

Untuk menjadi benar-benar ahli dalam suatu bidang, kamu harus mengalokasikan 10.000 jam dalam hidupmu untuk berlatih skill yang sama.

Itu artinya, kalau baru belajar bahasa asing satu jam saja kamu sudah ketiduran, jangan harap bangun-bangun langsung cas cis cus yaa..

2. Lulus sekolah dan kuliah semua orang juga bisa. Menoreh prestasi dengan gemilang perlu niat yang luar biasa

muda dan berprestasi via www.ziliun.com

Kita semua sepakat bahwa pendidikan itu penting. Oleh karena itu, berinvestasi terhadap pendidikan tinggi biasanya selalu diutamakan oleh orang tua yang ingin anaknya bisa mencapai kualitas hidup yang lebih baik lagi.

Tapi bersekolah ternyata tidak sama dengan berprestasi. Untuk mengukir pencapaian dan prestasi di bidang yang disukai, perlu niat dan komitmen yang tinggi. Temanmu nggak juara kompetisi, atau terpilih presentasi paper, atau ikut konferensi internasional, atau mendirikan organisasi dengan begitu saja. Mereka rajin mencari tahu informasi dan kesempatan yang bisa dijajal, serta berani mencoba untuk mengukur kemampuan diri.

Kamu tinggal pilih, mau jadi mahasiswa yang biasa-biasa aja atau segelintir mereka yang lekat dengan pencapaian-pencapaian di bidangnya?

3. Dari mulai menganggur sampai berganti pekerjaan lumrah terjadi. Seringnya, kamu harus menempuh jalan berliku demi pekerjaan impian

banyak saingan demi pekerjaan impian via www.talentinternational.com

Ketika lulus kuliah, saat-saat mencari pekerjaan pun dimulai. Cerita-cerita mereka yang sudah nyaman dengan pekerjaan impian, serta mengembangkan diri di bidang yang kamu inginkan bisa jadi membuatmu iri. Tidak salah memang, toh motivasi kadang datangnya dari orang lain.

Namun jangan abai bahwa setiap orang punya jalannya sendiri-sendiri. Untuk menuju ke sana mungkin perjalananmu akan berbeda, berliku, dan menanjak terjal. Belum tentu kamu langsung bekerja begitu lulus, mungkin kamu masih harus menunggu berapa lama dalam ketidakpastian. Ketika datang tawaran pekerjaan, bisa jadi bukan itu yang kamu impikan.

Pandai-pandailah membuat pilihan. Jangan lupa bahwa apapun jalanmu di awal, jadikan itu sebagai bekal pengalaman.

4. Kemapanan itu akumulasi usaha dan pengalaman. Jangan harap bisa terjadi kalau kamu cuma berdiam diri

tampan dan mapan! via www.huffingtonpost.co.uk

Anggaplah kamu sudah mendapatkan pekerjaan yang kamu inginkan, di lingkungan yang juga kamu sukai. Perjuangan yang sebenarnya malah baru dimulai. Bagaimana caranya kamu bertahan di sana dan memberikan kualitas terbaikmu untuk pekerjaanmu.

Semua orang yang bekerja tentu mengejar kemapanan, baik materi maupun kepuasan batin. Mapan tidak datang kalau tidak diusahakan. Kadang ia berbanding lurus dengan pengalaman dan usia. Memang ada sih orang-orang seusiamu yang sudah lebih duluan menjajaki posisi lebih tinggi. Mereka mulai lebih awal, tentunya. Mereka berkomitmen menjalani pekerjaannya itu setingkat demi setingkat, sehingga pada akhirnya bisa mencapai level yang lebih tinggi lagi seiring waktu berjalan.

5. Beasiswa lanjut sekolah mudah dicari. Mendapatkannya butuh membuktikan kesungguhan, bukan cuma menjual mimpi

beasiswa ke luar negeri via www.facebook.com

Mendadak linimasa media sosialmu dipenuhi teman-teman sepermainan yang sekarang sudah berada di negara seberang. Melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi dengan dibiayai lewat beasiswa sponsornya. Sungguh menyenangkan rasanya, bisa lanjut sekolah lagi sekaligus mendapatkan pengalaman hidup di negara lain. Belum lagi jika mereka bercerita tentang tempat-tempat dan orang-orang baru yang mereka temui setiap hari.

Yang kamu tidak tahu, di balik kuliner eksotis dan latar belakang foto penuh salju itu, ada kesulitan-kesulitan yang mereka tanggung tanpa dibesar-besarkan. Berhemat agar tetap bisa bertahan hidup, belajar mati-matian agar lulus, serta menahan diri atas rindu dengan keluarga di kampung halaman adalah sisi lain yang tidak mereka ceritakan. Mereka sudah terbiasa berjuang, toh proses mendapatkan beasiswa pun sangat panjang dan melelahkan.

Terbiasa ditempa dengan tantangan menjadikan mereka tidak hanya bergantung pada mimpi, tapi pintar mencari solusi. Jika kamu juga ingin seperti ini, mulailah persiapkan diri dengan segera, jangan tunggu nanti-nanti.

6. Membahagiakan orang tua adalah impian. Untuk mewujudkannya, banyak hal yang harus kamu relakan

bahagiakan mereka via www.gurl.com

Anak mana yang tidak ingin melihat orangtuanya tersenyum bahagia? Semua perjuangan dan kerja kerasmu tak lain adalah untuk membuat mereka bisa dengan tenang menghabiskan masa tua tanpa banyak kekhawatiran. Baik itu dari segi finansial, kesehatan, sampai status sosial yang baik di mata tetangga.

Tentu saja kamu ingin memperbaiki rumah, mengganti kendaraan, membiayai mereka naik haji, serta menanggung biaya sekolah saudara-saudarimu. Untuk itu semua, kamu harus berjuang keras mewujudkan mimpi orang tua, sementara waktu semakin membuat mereka menua.

Kepentingan-kepentinganmu terkadang harus kamu tunda dulu. Banyak hal yang harus kamu relakan, prosesnya tidak selalu cepat dan menyenangkan. Kuatkan dirimu, sekecil apapun hasil yang kamu usahakan, rasanya meringankan beban mereka tentu jadi kado yang tak ternilai bagimu.

7. Rasanya ingin jadi pengusaha muda yang jadi kaya dengan menjalankan bisnis sendiri. Ingat-ingat, modal awalmu bisa bikin hidup melarat

Pengen seperti Nadiem Makarim via www2.jawapos.com

Tren entrepreneur yang mendulang sukses dalam usia muda makin sering kamu dengar. Mereka ini adalah orang-orang yang memilih membuka lapangan pekerjaan untuk orang banyak ketimbang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk bekerja bagi orang lain. Terdengar keren, bukan?

Jika berwirausaha adalah renjanamu, maka kamu pun bisa berencana mengikuti jejak mereka. Menjalankan bisnis masa depan dengan namamu sendiri sebagai pemilik usaha bisa jadi target masa depanmu. Jangan lupa diingat, untuk menuju ke sana modalmu harus kuat. Modal uang untuk menjalankan usaha di awal, modal pengalaman untuk menjalankan operasional, serta modal networking untuk melancarkan usahamu.

Kamu nggak bakal dapat keuntungan dalam waktu singkat. Bahkan, kemungkinan kamu bisa bangkrut di awal jika usahamu nggak berhasil. Jika kamu sudah siap dengan konsekuensi ini, maka mentalmu memang sudah teruji.

8. Pasangan hebat jadi tujuan hidup yang hakiki. Ketimbang hanya mencari, bagaimana jika kamu juga rajin introspeksi? Karena terkadang, cinta datang karena kualitas diri

yang kayak Victoria & David Beckham nih via www.dailymail.co.uk

Tak dipungkiri, setiap orang mendambakan pasangan yang mampu melengkapinya tidak hanya sebagai individu yang biasa, tapi juga sebagai manusia yang punya arti lebih bagi orang-orang di sekitarnya. Pasangan seperti ini mampu mendorongmu untuk melampaui target-targetmu, serta menemanimu di saat-saat terkelam dalam hidupmu. Bersamanya, kalian adalah pasangan sempurna.

Tapi layaknya pelaut handal yang dihasilkan dari laut yang garang, tipe pasangan seperti ini tidak bisa kamu temukan di pinggir jalan kemudian menyatu denganmu begitu saja. Jika kamu ingin pasangan yang hebat, introspeksi diri apakah kamu sudah cukup hebat untuknya? Barulah pantas kamu berbicara tentang cinta.

Cinta memang sederhana. Perjuangan memilikinya itu yang butuh waktu lama.

9. Membentuk keluarga impian tidak semudah membalik telapak tangan. Di balik yang terlihat harmonis, banyak cobaan yang jauh dari kata manis

seindah royal wedding via www.echelonfirstrunfilms.com

Tahap selanjutnya ketika kamu sudah menemukan pasangan yang tepat di waktu yang tepat adalah membawanya ke ikatan pernikahan. Membentuk keluarga kecil bersamanya yang kamu cintai, serta membawa kapalmu mengarungi samudera kehidupan yang lebih luas lagi.

Namun berumahtangga itu urusan yang lain lagi, yaitu kehidupan baru yang tidak bisa kamu bawa main-main. Sekalinya kamu berkomitmen untuk itu, kamu memberikan komitmen seumur hidupmu. Yang akan kamu hadapi adalah sepaket suka dan duka. Jangan berharap manisnya saja, karena untuk menuju ke sana kamu harus melewati rintangan yang beratnya nggak kira-kira.

Asal berdua bisa saling menguatkan, tentu semuanya bisa dilewati dengan penuh kesabaran. Lagi-lagi, selain usaha, keikhlasan juga bisa menentukan masa depan.

10. Jaringan pertemanan terkadang banyak membawa keuntungan. Tapi pertolongan justru sering datang pada mereka yang tidak pernah mengharapkan

persahabatan yang semakin lama semakin kuat via www.ox.ac.uk

“Kamu adalah rata-rata dari lima orang yang paling sering kamu habiskan waktu bersama mereka.” – Jim Rohn, penulis buku Rich Dad Poor Dad.

Pikiran dan tindakanmu sangat dipengaruhi oleh orang-orang yang ada di sekitarmu. Jika kamu awalnya easy going, tapi secara konstan dikelilingi oleh orang-orang yang menyebarkan semangat negatif, lama-lama kamu pun akan jadi seperti itu. Begitu pula sebaliknya, jika terus-terusan bersama orang dengan semangat positif dan punya etos kerja tinggi, kamu pun akan memiliki semangat yang sama.

Tidak dapat dipungkiri, jejaring pertemanan yang diisi dengan orang-orang penting tentu sedikit banyak akan berpengaruh ke dalam hidupmu. Selain kamu akan terpapar dengan dunia yang sama dengan mereka, kamu juga pasti terpacu untuk menjalani hidup dengan lebih baik lagi. Bayangkan betapa banyak kesempatan yang kamu dapatkan jika berteman dengan orang-orang penting lintas profesi.

Namun pertemanan dekat bukan sesuatu yang kamu dapatkan karena niat oportunis. Seringnya, pertemanan yang murni adalah yang berawal bukan dari kepentingan-kepentingan sesaat. Hubungan pertemanan pun diuji waktu, jika bertahan lama maka besar kemungkinan hubungan tersebut benar-benar murni karena kecocokan. Jadi jangan berharap bisa langsung berteman dekat dengan seseorang hanya karena kamu bertemu dengannya dalam satu kesempatan.

Siapkan amunisi sebanyak-banyaknya karena perjalanan hidupmu masih panjang dan tentu penuh dengan hal-hal menarik. Percayalah bahwa kamu akan mampu melalui semua dengan sebaik-baiknya. Jangan lupa, nikmati setiap prosesnya. Walau panjang, tapi semoga ia adalah sebenar-benarnya jalan menuju kesuksesan. Karena, kembali lagi ke premis awal, hanya tahu bulat yang sukses digoreng dadakan. Masa depanmu jangan.