Mengapa banyak orang yang mengatakan bahwa sebaiknya kita bekerja sesuai dengan passion? Apa sih sebenarnya passion itu? Seberapa pentingkah passion? Apakah kita harus selalu mengikuti passion tersebut?

Passion, atau dalam bahasa Indonesia bisa diartikan sebagai renjana, atau dengan kata lain adalah keinginan, maupun perasaan yang amat sangat kuat sehingga mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Biasanya passion diartikan dengan hobi, kebiasaan, maupun hal yang sering dilakukan oleh seseorang.

Namun, passion atau renjana yang sebenarnya tidaklah sesederhana itu. Tak semata-mata tentang keinginan yang “buta”, menggeluti passion pun harus memperhatikan hal-hal berikut ini!

1. Passion berbeda dengan sekadar rasa suka. Bekerja sesuai passion berarti menggeluti apa yang sebenar-benarnya kamu cinta

Passion atau renjana dapat dengan mudah diidentifikasi. Salah satunya adalah melalui hobi dan pekerjaan-pekerjaan yang sangat kamu cintai. Kamu bahkan rela melakukan pekerjaan tersebut tanpa dibayar karena memang kamu menyukainya.

Advertisement

Contohnya, jika kamu adalah orang yang hobi fotografi, dan kamu rela melakukan hobimu itu untuk mengabadikan momen-momen acara keluarga. Arisan, kumpul keluarga, ulang tahun, pernikahan: apapun acaranya, kamu selalu ditunjuk untuk menjadi juru foto dalam acara-acara tersebut.

2. Jangan hanya mengikuti kata hati sebebas-bebasnya. Bedakan antara keinginan sementara dan yang sesungguhnya jadi renjana

Passion yang sebenarnya sama sekali berbeda dengan keinginan sementara via www.behance.net

Hanya mengikuti keinginan, belum tentu merupakan sebuah renjana. Keinginan semata biasanya hanya bersifat sementara, dan seringkali hanya akan membuatmu sengsara nantinya. Keinginan sementara dapat dengan cepat berubah mengikuti kondisi perasaanmu.

Renjana yang sebenarnya tak hanya terlintas begitu saja di dalam hati, namun lebih dari itu, kamu telah dan dengan sungguh-sungguh cinta dalam melakukannya. Misalkan kamu adalah orang yang suka menulis, entah itu blog, puisi, maupun cerpen, dan kamu bercita-cita suatu saat nanti bakal menelurkan karya yang hebat, bisa dipastikan bahwa memang renjanamu adalah sebagai seorang penulis.

3. Mengerjakan renjana dan merasa paling bisa adalah sikap yang keliru, karenanya kamu akan semakin malas belajar dan enggan melangkah maju

Gali sesuatu yang lebih dalam via mycafesupplies.com.au

Pengetahuan, ilmu, dan keterampilan wajib kamu kembangkan demi meraih sukses berkelanjutan. Jangan pernah merasa berpuas diri akan apa yang telah kamu capai dan miliki. Siapa tahu di kemudian hari akan ada orang yang justru bisa melakukan hal-hal yang lebih baik daripada dirimu.

Disinilah kelemahan kebanyakan orang, bahwa mereka sering merasa sudah tahu dan sudah mampu. Hal ini membuat kebanyakan orang jemawa, dan sudah merasa menjadi pakar dalam bidang yang digeluti. Orang-orang ini telah dininabobokan dan tak sadar dengan apa yang telah terjadi diluar sana. Mereka tak mau membuka mata, hati, dan telinga untuk melihat lingkungan sekitar yang terus berkembang.

4. Memilih pekerjaan yang sesuai passion bukan berarti kamu bisa seenaknya. Justru kamu harus bisa memberikan performa yang sebaik-baiknya

Terjun langsung via akros.com

“Aku suka banget ngopi. Suatu hari nanti aku pengen buka kafe sendiri!”

“Hobi-ku adalah travelling, mungkin buka biro perjalanan cocok aku tekuni, ya?”

Mungkin itulah beberapa kalimat yang sering terlintas dalam pikiranmu. Ingin mewujudkan pekerjaan yang memang sesuai dengan hobi dan kebiasaanmu. Segalanya terasa mudah dan gampang untuk dilakukan. Namun, kenyataan tak seindah seperti yang dibayangkan.

Suka ngopi bukan berarti kamu mahir dalam memilih dan memilah biji kopi berkualitas. Suka ngopi juga tak lantas membuatmu mahir dalam proses roasting, brewing, maupun proses-proses lain. Kamu justru harus lebih banyak belajar jika benar-benar ingin menjadikan kesukaanmu dalam bisnis.

Bersantai dan ongkang-ongkang kaki tak bakal mengantarmu menuju kesuksesan. Justru hal yang perlu kamu lakukan adalah terjun langsung ke lapangan dan mendalami pekerjaan itu, bahkan ke hal-hal paling remeh sekalipun.

5. Bagi mereka yang fokus pada renjana, kesulitan sebesar apapun pasti akan dihadapi dengan gagah berani

Rintangan seharusnya membuatmu semakin kuat via cronkitenewsonline.com

Seperti halnya profesi-profesi lain, profesi yang kamu geluti dan menurutmu sudah sesuai renjana pun bukannya tanpa hambatan. Sedikit banyak pasti akan ada masalah atau halangan. Ibaratnya, entah itu berupa batu-batu kerikil ataupun batu besar yang jadi sandungan langkahmu.

Kebanyakan orang akan langsung merasa ciut jika mereka dihadapkan dengan hal-hal seperti ini. Namun bagimu yang “katanya” rela melakukan apapun untuk mewujudkan renajanamu, pasti akan dengan keras berusaha untuk menyingkirkan halangan-halangan itu.

6. Sama halnya ketika menjalin hubungan cinta, menekuni renjana pun harus dengan komitmen kuat dan setia

Tetap berkomitmen via jimnicholson.ca

Sesulit apapun pekerjaan yang kamu kerjakan nantinya, kamu harus tetap berkomintmen kepada pekerjaan tersebut. Ingat bahwa dirimulah yang memang memilih hal itu, dan dirimulah yang telah memilih bahwa disitulah letak passionmu berada. Jadi jangan pernah selingkuh untuk tergiur melakukan hal-hal lain diluar pekerjaan yang telah kamu tekuni selama ini.

7. Tapi jika kamu merasa tak bersemangat menjalani pekerjaanmu yang sekarang, bisa jadi kamu memang harus berpindah haluan

Nggak greget berarti kamu salah menentukan via imgkid.com

Jika pada suatu hari kamu gagal menemukan “greget” dalam menjalani pekerjaanmu, bisa jadi hal tersebut memang bukanlah sebuah passion yang kamu miliki. Bisa jadi itu hanya merupakan keinginan sementara yang kamu anggap sebagai passion. Jika dalam waktu lama kamu belum juga menemukan kebahagiaan dalam menjalankan pekerjaanmu tersebut, bantinglah setir dan carilah hal lain yang menurutmu pantas atau layak untuk ditekuni.

Setelah membaca tulisan diatas, apakah kamu sudah benar-benar tahu apa yang sebenarnya jadi renjanamu? Jika sudah, kasih tahu Hipwee lewat kolom komentar dibawah ini, ya! 🙂