Kaya atau miskin memang seringnya relatif . Ada yang gajinya kecil, hanya cukup untuk makan sebulan, tapi sudah merasa berkecukupan. Ada juga yang gajinya lebih tinggi, tapi masih saja merasa miskin dan nggak punya apa-apa. ‘Merasa miskin’ ini bisa saja kamu alami saat kamu ingin ini itu tapi kamu tidak bisa meraihnya.

Baru pertengahan bulan tapi uang sudah menipis saja. Tapi tidak tahu juga uangmu selama ini habis untuk apa. Padahal kalau dipikir-pikir gajimu sudah lumayan. Bahkan mungkin jauh lebih besar daripada gaji teman-temanmu yang lain. Tapi kenapa rasanya itu masih kurang dan kamu tetap keteteran setiap bulan?

1. Tanpa rencana masa depan, kamu tak akan bisa mengatur keuanganmu. Karena itulah kamu sering keteteran

Nggak punya rencana hidup yang jelas

Coba cek lagi, apakah selama ini kamu punya rencana kehidupan? Apakah kamu punya catatan apa-apa saja yang harus kamu beli dalam satu bulan? Apakah kamu punya bayangan, di masa depan, kehidupanmu akan seperti apa? Bila kamu tidak punya, mungkin ini yang membuatmu merasa tak punya apa-apa. Kamu tidak punya rencana hidup baik sekarang ataupun masa depan. Tidak heran kalau kemudian kamu juga tidak bisa mengatur keuanganmu. Itu jugalah yang menyebabkan kamu keteteran setiap bulan. Ibaratnya saat kamu traveling, tapi kamu tidak tahu mana saja destinasimu. Bingung bukan?

2. Minimal, gaya hidup harus disesuaikan dengan gaji. Sampai kapanpun gaya hidup besar pasak daripada tiang tak akan membuatmu kaya

Gaya hidup nggak sesuai dengan pendapatan via www.tumblr.com

Advertisement

Perasaan miskin itu bisa juga muncul karena kamu kurang ngaca, alias tidak bisa menyesuaikan gaya hidupmu dengan pendapatanmu setiap bulannya. Gaji 5 juta, tapi kamu bergaya hidup seperti gaji 10 juta. Ya keuanganmu terseok-seok setiap bulannya. Padahal mungkin gaji 5 juta itu sudah sangat tinggi untuk orang lainnya. Jangan berharap untuk menjadi kaya selama kamu masih belum bisa menyesuaikan gaya hidup dengan pendapatan. Dalam teori ekonomi apapun oleh siapapun, yang namanya besar pasak daripada tiang itu namanya bunting, bukan untung.

3. Kamu tidak tahu mana yang harus kamu prioritaskan. Tidak semua harus dibeli sekarang.

Nggak punya prioritas via annisasarah.tumblr.com

Prioritas juga penting untuk kamu ketahui untuk menjadi kaya. Meskipun gajimu besar, tapi kalau tidak diatur ya memang bisa keteteran. Saat kamu ingin ini itu semuanya kamu beli saat ini juga. Padahal sebenarnya bisa saja ditunda. Tidak semua harus dibeli sekarang. Utamakan dulu yang benar-benar urgent, sementara yang lain bisa menunggu. Misalnya bulan ini kamu harus membeli laptop untuk mengganti laptop lamamu yang rusak. Tapi kamu juga merasa HPmu sudah saatnya diganti karena sudah keterlaluan lemotnya. Di sini, harusnya kamu bisa menetukan mana yang harus dibeli dahulu berdasarkan skala kebutuhan. Kalau semua langsung kamu beli, ya tekor lah pasti.

4. Sering membeli barang-barang yang nggak perlu. Lupa membedakan keinginan dan kebutuhan

Lupa membedakan keinginan dan kebutuhan via www.mamamia.com.au

Soal buta prioritas itu juga akan berdampak ke sini. Kamu lupa atau tidak bisa membedakan yang mana kebutuhan yang mana keinginan. Bisa jadi beli HP baru itu hanya keinginanmu saja karena teman-temanmu sudah punya gadget seri terbaru. Padahal ponsel lamamu sebenarnya masih bisa digunakan dengan baik. Membeli barang-barang yang tidak perlu atau belum perlu ini juga membuat pengeluaranmu selalu banyak. Kamu merasa butuh, padahal cuma ingin. Sementara itu, kebutuhan yang harus kamu penuhi malah terabaikan. Karena itulah kamu selalu merasa gajimu kurang.

5. Kamu tidak punya tabungan, karena itulah kamu merasa tidak punya apa-apa meski sekian lama bekerja

Nggak punya tabungan via thestoryofgerwynang.blogspot.co.id

Apa yang membuatmu merasa miskin adalah karena uangmu selalu menipis di pertengahan dan semakin sekarat mendekati akhir bulan. Kamu tidak punya tabungan meski kamu sudah lama bekerja dengan gaji yang lumayan. Ya wajar, gaya hidupmu membuat gajimu hanya cukup untuk sebulan. Mungkin kamu berpikir bahwa kamu masih muda. Menabung bukan hal yang perlu kamu lakukan sekarang. Inilah yang membuat kamu merasa selama kamu bekerja, kamu tidak dapat apa-apa selain uang untuk hidup sebulan. Tidak ada bekasnya. Padahal kalau kamu mau, kamu bisa menabung dengan nominal gajimu yang sekarang. Tabungan akan membuatmu merasa kaya, meski kamu belum bisa menggunakan sekarang.

6. Menganggap remeh catatan pengeluaran. Coba, uangmu selama ini ke mana saja larinya?

Lupa mencatat pengeluaran via www.lifehack.bg

Catatan pengeluaran ini sering dianggap remeh oleh banyak orang. Sebagian merasa itu tidak terlalu penting, sebagian yang lain lupa untuk mencatat pengeluarannya. Hingga saat pertengahan bulan dan tanggal-tanggal sekarat tiba, kamu bingung ke mana larinya gaji selama ini. Efeknya lagi, kamu tidak bisa menabung karena uangmu selalu habis. Padahal dengan mencatat pengeluaran dengan rutin, kamu akan tahu pengeluaran apa yang tidak perlu dan bisa dipangkas, supaya kamu bisa menabung dan punya simpanan.

7. Kebiasaan menggampangkan hutang. Tahu-tahu uang habis buat bayar hutang.

Mudah berhutang via dimaswidyatama.tumblr.com

Mudah berhutang juga penyebab kamu tidak kaya-kaya. Karena ingin beli sesuatu tapi uangmu tak cukup lagi, pinjam ke orang lain dulu aja, toh bulan depan nanti bisa dibayar dengan gaji. Sekali dua kali, akhirnya kamu kebiasaan. Gali lubang tutup lubang. Bukannya gaya hidup yang menyesuaikan gaji, tapi kamu malah membuat gajimu yang mengikuti gaya hidup. Lebih seramnya lagi, kalau kamu biasa berhutang, nilai yang kamu pinjam bisa bertambah setiap bulannya. Awalnya kamu cuma berani pinjam 200 ribu, bulan-bulan berikutnya kamu akan berani pinjam 500ribu. Begitu seterusnya. Sampai akhirnya kamu baru sadar bahwa gajimu tak bisa lagi untuk bayar hutang.

8. Kamu kurang bersyukur. Lupa bahwa di luar sana masih banyak yang lebih miskin dari kamu.

Lupa bersyukur via buddymantra.com

Alasan terakhir yang membuatmu selalu merasa miskin tentu karena kamu kurang bisa bersyukur. Di luar sana ada ornag yang gajinya lebih sedikit dari kamu, tapi itu sudah cukup dan tidak membuatnya merasa miskin. Resepnya tentu saja, selain pola pengaturan keuangan yang bagus, juga rasa bersyukur yang tinggi. Bila kamu masih merasa miskin dengan gajimu sekarang, ingat di luar sana ada orang-orang yang pendapatan hariannya tak bisa dipastikan berapa. Karena banyak atau sedikit, kaya atau miskin, lebih sering ditentukan oleh perasaan daripada nominal.

Tanpa pola pengaturan uang yang bagus, berapapun gaji yang kamu dapatkan, kamu akan merasa miskin terus-terusan. Jangan menyalahkan kebutuhan yang semakin banyak, karena semakin besar pendapatan yang kamu punya, semakin banyak pula yang kamu inginkan. Sudah hukum alamnya begitu. Tinggal kamu saja yang harus pandai-pandai memisahkan keinginan dan kebutuhan. Toh saat gajimu masih kecil, kamu bisa hidup sebulan dengan itu. Hayo sekarang coba kita pikirkan, kenapa sekarang kamu malah merasa kurang padahal nominal gajimu sudah bertambah?