Dua puluh empat jam waktu dalam satu hari, seharusnya bisa kamu bagi-bagi untuk beberapa hal. Ada waktu untuk bekerja, ada waktu untuk ngobrol dengan keluarga, ada waktu untuk istirahat dan bersantai. Namun dengan alasan mengejar impian, lebih dari separuh hari dua puluh empat jam yang kamu punya, kamu habiskan untuk bekerja. Sisanya untuk waktu yang kamu gunakan untuk mobile, berinteraksi di media sosial dan istirahat. Tak ada waktu untuk keluarga, tak ada waktu untuk bersenang-senang.

Padahal berapa jam yang kamu habsikan untuk bekerja tidak menentukan seberapa besar kesuksesan yang bisa kamu dapatkan. Dia yang bekerja hanya beberapa jam saja bisa mendapatkan kesuksesan yang sama. Bukan hanya kesuksesan berhubungan dengan produktivitas, sukses setiap orang juga berbeda. Karena kekuksesanmu tidak ditentukan oleh ‘work hours’ yang kamu punya, terlalu ngoyo juga percuma.

1. Kesuksesanmu tidak ditentukan oleh pekerjaan. Apa yang kamu lakukan di jam 6-12 malam justru lebih menentukan

Malam waktunya baca buku, menambah wawasan via www.collegetimes.com

Apa yang kamu kerjakan di working hours, alias jam 9-5, adalah kewajiban. Sebuah konsekuensi atas apa yang kamu sepakati dalam kontrak kerja. Sementara, untuk menjadi sukses, kamu butuh improvisasi. Kamu butuh memutar kreatifitas dan mencari tahu apa yang bisa dilakukan untuk membuat hidupmu lebih bersinar. Waktu sepulang kerja adalah waktu yang tepat untuk mengembangkan diri. Di sini kamu bisa mengerjakan hal-hal lain di luar kantor. Kamu bisa mengerjakan proyek lain, menekuni hobi, membaca untuk menambah wawasan, ataupun hangout saja mencari relasi. Apa yang kamu lakukan di 6-12 mu justru lebih menentukan kesuksesan.

2. Daripada kamu habiskan waktumu untuk bekerja, mending kamu sisihkan waktu untuk bersenang-senang sekaligus berkarya

Sisakan waktu untuk berkarya via www.urbansketchers.org

Advertisement

Bila kamu bekerja dari jam 9 pagi sampai jam 9 malam, berapa banyak waktu yang kamu lewatkan untuk mengembangkan diri dan bersenang-senang? Sesampai di rumah kamu sudah begitu lelah. Ngobrol dengan keluarga juga tak sempat. Kamu hanya akan cuci muka, tidur, lalu bangun dan siap mengulang kegiatan yang sama. Padahal mungkin saja kamu potensi lain di luar hal yang sekarang kamu jadikan pekerjaan. Bila selama ini kamu sering mengeluh tertekan karena bekerja di luar bidang kesukaan, mungkin saja kamu sudah melewatkan waktu-waktu yang berharga untuk mengembangkan diri ini. Hayoo, betul tidak?

3. Kesuksesan tak hanya butuh skill, tapi juga manajemen waktu yang baik. Kerja melulu membuktikan kamu punya masalah dengan waktu

Time management via www.huffingtonpost.com

Salah besar bila kamu berpikir bahwa semakin malam kamu pulang kerja, semakin kamu produktif dan berdedikasi tinggi pada pekerjaan. Salah juga bila kamu berpikir, semakin malam kamu pulang, semakin kamu dekat dengan kesuksesan. Padahal selalu lembur karena pekerjaan belum kelar harusnya membuatmu bertanya-tanya pada cara kerjamu selama ini. Bila yang lain bisa mengerjakan tugasnya tepat waktu, mengapa kamu harus lembur melulu? Mungkinkah kamu kurang produktif di jam kerja? Mungkinkah kamu kebanyakan ngobrol saat seharusnya bekerja? Padahal untuk menuju kesuksesan, manajemen waktu yang ciamik sangat perlu.

4. Lembur bukan hobi. Mulailah cintai diri sendiri dengan berhenti bekerja melebihi yang seharusnya. Karena kamu bukan mesin, melainkan manusia

Lembur bukan hobi via www.timeforbusinessblog.com

Sesekali bila memang perlu, lembur boleh saja. Tapi jangan lantas dijadikan hobi. Bila kamu bisa pulang tepat waktu, mengapa harus lembur melulu? Alasan pertama, mungkin kamu sungkan untuk pulang tenggo. Apalagi karena atasan masih ada di kantor. Namun bila pekerjaanmu memang sudah beres, kamu tidak salah kan pulang tepat waktu? Alasan kedua, ya karena pekerjaanmu belum selesai. Kalau alasanmu yang ini, coba cek lagi cara kerjamu selama ini. Bekerja sewajarnya berarti kamu mencintai dirimu sendiri. Mesin saja, bila digunakan terus menerus tanpa istirahat akan rusak. Apalagi tubuh manusia yang memang ada batasnya?

5. Kerja keras itu wajib. Tapi terlalu ngoyo hanya akan mengorbankan dirimu sendiri untuk sesuatu yang belum pasti

terlalu ngoyo juga berbahaya via dailyfrenchie.tumblr.com

Memang kerja keras itu wajib. Mimpi tanpa usaha juga namanya dusta. Namun semua itu ada batasnya. Kamu memang harus bekerja keras untuk mendapatkan kesuksesan, tapi jangan sampai terlalu ngoyo hingga mengabaikan keadaan dan kesehatan. Bila kamu kerja terus-terusan, lupa pada kesehatan yang ada batasnya, itu artinya kamu mengorbankan dirimu untuk sesuatu yang belum pasti. Stress sudah pasti, jatuh sakit bisa jadi, kesuksesan entah kapan datangnya. Orang yang sukses, adalah orang yang tahu memperlakukan sesuatu sebagaimana mestinya. Untuk menjadi seperti mereka, kamu harus tahu kapan kamu harus bekerja, dan kapan kamu harus istirahat.

Kesuksesan banyak faktor penentunya. Tidak melulu tergantung pada apa yang kamu kerjakan selama 8 jam di kantor, tapi juga apa yang kamu lakukan di luar jam kantor. Sukses itu, bukan hadiah dari kantor, melainkan kamu sendiri yang harus mengusahakan. Kerja sewajarnya saja, dan gunakan waktumu untuk hal-hal lainnya yang tidak kalah bermanfaat. Jangan sampai kamu menjadi tawanan pekerjaan. Hehehe