Apakah kamu merasa bahwa semakin bertambahnya usia, kesenanganmu juga berubah? Dulu kamu begitu semangat keluar hangout dengan teman, ikut berbagai kegiatan dan berkenalan dengan banyak orang baru, namun kini berdiam diri di rumah hanya membaca buku atau nonton film saja sudah membuatmu senang. Jumlah teman yang kamu miliki juga berkurang dengan signifikan, tanpa kamu ketahui sebabnya. Yang tertinggal hanya beberapa orang saja yang termasuk dalam pertemanan lingkar dalam.

Kamu mungkin merasa khawatir bahwa hasrat bersosialisasi juga berkurang drastis. Padahal di usia-usia segini, seharusnya kamu semakin membuka diri dalam rangka menemukan cinta sejati. Bagaimana ceritanya kalau temanmu yang rutin bertemu hanya itu-itu saja? Tapi tenang saja, bukan hanya dirimu saja. Usia 20-an memang masa-masanya kamu kehilangan banyak teman. Sedikit teman yang kamu punya justru akan lebih berguna, daripada begitu banyak teman yang datang dan menghilang begitu saja.

1. Sedikit teman yang kamu punya memungkinkan quality time yang cukup. Sehingga bisa tumbuh bersama-sama dan saling mengingatkan

Quality time lebih banyak via stocksnap.io

Memiliki banyak teman artinya kamu harus pandai-pandai membagi waktu. Bila kamu hanya bisa hangout di akhir minggu, sementara banyak sekali yang harus kamu temui, kamu harus puas hanya bertemu satu jam dengan si ini, kemudian satu jam dengan si itu, dengan prinsip sebentar-sebentar yang penting ketemu. Namun inner circle yang hanya sedikit memberimu quality time yang lumayan panjang. Kamu tidak dikejar-kejar jadwal selanjutnya. Dengan begitu, hubunganmu dengan mereka juga semakin dalam dan dekat, karena waktu untuk lebih mengenal dan saling memahami lebih banyak.

2. Bersama sedikit teman yang benar-benar memahamimu, menjadi orang lain adalah hal yang tak perlu. Kamu akan nyaman menunjukkan diri sendiri, sebab mereka tak akan menghakimi

Bebas jadi diri sendiri via unsplash.com

Advertisement

Temanmu yang super banyak, tentunya berasal dari lingkaran yang berbeda-beda. Ada teman kuliah yang super asyik dan easy-going, ada teman SMA yang lebih serius dan orientasinya jauh ke depan, ada teman kerja yang hobinya membicarakan peluang berwiraswasta dan gosip-gosip terkini tentang rekan kerja lainnya, ada teman komunitas, ada tetangga, dan teman-teman sosial media yang mungkin belum pernah kamu temui orangnya.

Karena latar belakang mereka berbeda-beda, kamu tentu perlu menyesuaikan diri. Ada kebiasaan-kebiasaan yang kamu tutupi, dan meski sedikit, kamu pasti perlu menjadi orang yang berbeda. Bila lingkar sahabatmu hanya sedikit, kamu akan lebih leluasa untuk menjadi dirimu sendiri. Lingkup yang sempit membuat kalian bisa saling mengenal dan memahami dengan lebih baik. Mereka yang menerimamu apa adanya, tak akan menghakimi sebagaimanapun kamu mempertunjukkan dirimu sendiri.

3. Kepada lingakaran teman terdekat, kamu bisa mencurahkan isi hati termasuk kesedihan dan air mata. Itu memberimu ruang untuk mengenal diri sendiri, bukan hanya sekadar berbagi informasi

Kamu bisa sharing masa depan via unsplash.com

Akui saja, meskipun kamu bisa hangout dengan banyak teman, namun ada orang-orang tertentu yang kepadanya kamu bebas menjadi dirimu sendiri. Kepada mereka, kamu tak perlu menutup-nutupi. Kamu juga bisa berbagai inspirasi dan rencana-rencana kehidupan. Kepada mereka, kamu tak ragu untuk chat panjang lebar curhat tentang banyak hal. Kepada mereka, kamu juga tak ragu untuk menelepon hanya untuk didengarkan ataupun ditemani menangis.

Inilah orang-orang yang bisa membantumu untuk mengenali dirimu sendiri. Karena bersama mereka kamu bebas mengekspresikan diri. Sementara kepada yang lain, obrolan kalian hanya sebatas berbagi informasi, dan saling melempar joke-joke lucu yang menghibur semua orang. Curhat tentang hal-hal yang kurang menyenangkan? Barangkali kamu akan langsung ditinggalkan.

4. Usia 20-an adalah masanya kamu mengembangkan diri. Sedikit teman akan membantumu berkembang, sementara banyak teman bisa jadi justru membuatmu terombang-ambing keadaan

Kamu lebih fokus via unsplash.com

Kata orang, usia 20-an adalah usia yang sudah matang. Seharusnya kamu sudah tahu apa yang ingin kamu kerjakan, dan kamu sudah menyusun rencana hidupmu sedemikian rupa. Kenyataannya, tak jarang yang di usia 20-an justru menemukan banyak kebimbangan. Passion yang dicari-cari semua orang itu belum juga kamu dapatkan. Menentukan arah hidup justru menjadi sesuatu yang membingungkan.

Ya, memang usia 20an adalah masa-masa perkembangan dan penentuan arah. Barangkali di sini, kamu juga perlu membatasi diri. Memiliki terlalu banyak teman bisa membawa efek positif ataupun negatif. Positif karena banyak ide-ide baru yang bisa kamu adopsi. Negatif, bila kamu sendiri tak cukup kukuh dan teguh menentukan. Akibatnya, kamu hanya akan terombang-ambing oleh keadaan. Ikut ke sana, ikut ke sini, tanpa tahu sebenarnya kamu hendak ke mana.

5. Banyak teman memang akan memberimu banyak hal baru, namun sedikit teman akan membuatmu belajar untuk memahami keadaan

Kamu belajar memahami keadaan via stocksnap.io

Rajin bertemu orang-orang baru memang akan membawakanmu hal-hal baru juga. Pengalaman-pengalaman baru memang akan berguna bagi hidupmu, karena hidup ini memang tak selebar daun kelor. Namun bersama sedikit sahabat yang benar-benar dekat, kamu akan belajar membaca situasi. Kamu akan belajar membaca warna hati, apakah temanmu sedang senang atau sedih. Kamu akan belajar selalu ada di sisi seseorang meski terpisahkan jarak. Kamu akan belajar untuk membaca luka meski dia tidak mengatakannya. Kamu juga akan belajar untuk menahan diri untuk berkomentar tapi tetap menemani. Bersama teman yang tak terlalu banyak, kamu belajar memahami dan menyayangi seseorang dengan lebih dalam.

6. Dengan sedikit teman, kamu punya lebih banyak waktu untuk mengembangkan hobi dan potensi diri sendiri. Waktumu tak habis untuk memelihara persahabatan

Punya waktu untuk dirimu sendiri via unsplash.com

Karena usia 20-an adalah usia pencarian jati diri, masa-masa pencarian passion dan gambaran kehidupan, kamu juga butuh waktu untuk mengembangkan hobimu. Kamu harus meneliti minatmu satu persatu, sehingga kamu menemukan satu yang paling ingin kamu lakukan untuk seumur hidupmu. Usaha ini, tentu saja menyita waktu.

Bila kebetulan kamu bekerja di bidang yang bukan kesukaanmu, artinya kamu hanya bisa mngembangkan hobi di akhir minggu. Dengan teman yang begitu banyak, yang ingin kamu jaga agar tidak menghilang tergerus waktu, artinya kamu harus meluangkan waktu sendiri untuk bertemu dan hangout dengan mereka. Namun bila skala pertemananmu kecil, waktumu lebih fleksibel. Waktu untuk dirimu sendiri lebih banyak. Dengan demikian, kamu memelihara pertemanan, sekaligus mengembangkan potensi diri sendiri.

7. Teman yang banyak tak menjamin mereka ada saat kamu membutuhkannya. Sedikit teman namun selalu ada saat saling membutuhkan justru lebih berguna

Banyak teman belum tentu selalu ada semua via unsplash.com

Teman adalah sesuatu yang lebih kepada kualitas daripada kualitas. Teman tak perlu banyak, asalkan berkualitas. Teman yang sebenarnya tak memerlukan tatap muka untuk saling mendukung dan menyayangi. Teman yang sebenarnya adalah teman yang selalu ada saat kamu membutuhkan, tidak hanya ada saat kamu bersuka dan hilang saat kamu berduka. Teman yang banyak, tidak menjamin bahwa mereka selalu ada saat kamu membutuhkannya. Teman yang banyak, tak menjamin kamu bisa nyaman menjadi dirimu sendiri saat bersama mereka. Teman yang banyak, tak menjamin bahwa kamu tidak merasa kesepian.

Bukannya menutup diri, namun sedikit teman yang kamu punya tak berarti kamu kurang pergaulan. Semakin dewasa, kita harus semakin bisa memilah siapa-siapa yang harus kita keep di sekitar kita, dan siapa-siapa yang kita abaikan saja. Meskipun harus berbuat baik kepada siapa saja, namun kamu kita tidak bisa berteman dengan semua orang. Usia 20-an adalah masa-masa penentuan arah dan pengembangan diri. Kamu tak butuh banyak teman, kamu hanya butuh mereka-mereka yang selalu ada di sisimu, mendukungmu sekaligus mengritikmu. Menjadi dewasa, bersama-sama.

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!