Brendan sedang berlatih via i1.ytimg.com

Baginya, ketidaksempurnaan fisik bukanlah penghalang via i1.ytimg.com

Tetap rajin berlatih via i1.ytimg.com

Bagi mereka yang malas dan selalu saja punya alasan untuk berolah raga, maka bersiaplah untuk merasa malu di hadapan orang ini.

Foto di atas adalah Brendan Ferreira, mantan atlit motorcross dan pensiunan U.S Army yang baru saja menyelesaikan kompetisi fitness, CrossFit Games Open. Apa yang spesial dari seorang pelatih kebugaran di CrossFit Seekonk Massacutes ini?

Advertisement

Jawabannya adalah tekad baja dan pantang menyerah yang dimilikinya. Keikutsertaannya dalam CrossFit Games Open berawal dari pertanyaan yang diajukan oleh anggota kebugarannya, akankah dia ikut dalam kompetisi tersebut. Merasa tertantang, dia bersama 40 orang lebih anggota kemudian mendaftarkan diri dalam kompetisi tersebut. Walaupun harus mengubah beberapa gerakannya, tekadnya untuk menggunakan beban seperti yang telah ditetapkan tetap tak tergoyahkan.

Brendan sendiri mulai tertarik untuk bergabung menjadi tentara setelah lulus dari SMA. “Menjadi tentara adalah mimpi dan segalanya yang kuharapkan.” ujarnya. “Membawa senapan, naik turun gunung, melakukan pengamatan diam-diam serta perang merupakan mimpi bagi sebagian besar prajurit, namun mimpi itu bisa saja berubah menjadi mimpi buruk” lanjutnya.

Mimpi buruknya dimulai pada tanggal 9 Maret 2010, dimana pada saat itu ada seorang prajurit afganistan yang menyerangnya dengan bom bunuh diri. Ledakan yang terlihat hingga 3 mil tersebut melemparkan Brendan setinggi 4 meter. Brendan yang tidak kehilangan kesadarannya berusaha untuk bangkit, di saat itulah dia baru menyadari jika ternyata tangan kirinya hilang, sedangkan waktu evakuasi terhadapnya membutuhkan waktu 15 menit.

Akibat serangan ini Brendan harus kehilangan tangan kirinya, kehilangan penglihatan dan separuh pendengarannya, dan tulang wajahnya mengalami retak parah. 45 kali pembedahan hanya dalam jangka dua bulan dilakukan untuk mengobati luka-lukanya ini.

Kesedihan akibat luka-luka ini mulai menyapa Brendan saat dia divonis harus kehilangan kaki kirinya. “Aku mulai kehilangan selera makanku, mengabaikan janji temuku, mulai merokok, dan minum minuman keras. Aku terlihat ceria, padahal aku sangat tertekan” ungkapnya.

Dalam perawatannya di Walter Reed National Military Medical Center, Brendan berkenalan dengan Elise McDougle, dokter perang yang kemudian menjadi istrinya. Dia bersama Elise kemudian kembali ke Massacutes, Amerika Serikat.

Berkat Eliselah kehidupan Brendan membaik, bahkan Elise yang kemudian mengenalkan dan meminta Brendan untuk bergabung dalam CrossFit.