Andai aa… aku jadi orang kaya…

Penggalan lagu Oppie Andaresta di atas agaknya menggambarkan betul kamu yang saat ini tengah berjuang untuk jadi cepat kaya. Bayangin deh kalau seandainya kamu jadi orang kaya, pastinya tergoda untuk mencicipi hidup dengan gelimang kemewahan. Tinggal di apartemen mewah, ke mana-mana naik mobil mewah, dan makan pun harus di restoran kelas atas. Pakaian pun harus yang bermerek dan diimpor dari luar negeri. Wah, seandainya saja benar jadi nyata ya..

Tampaknya angan-anganmu itu beda dengan realitas hidup seorang Ingvar Kamprad – sang pendiri perusahaan mebel ternama dunia, IKEA. Kontras dengan kekayaan yang dia punya, Ingvar nyaman dengan kehidupan yang sederhana. Lebih tepatnya hidup dengan hemat. Tentang gaya hidup Ingvar yang hemat tersebut, bahkan sudah menjadi rahasia umum. Namun, untukmu yang baru mengetahuinya, jangan kaget ya kalau gaya hidup miliarder satu ini justru mirip sama cara hidup orang yang kesusahan.

1. Meski terhitung uang yang dia punya mencapai 65,5 miliar Euro, nyatanya pengusaha satu ini tetap belanja di flea market. Malu deh, kalau kita masih maksa beli baju yang bermerek!

Ingvar Kamprad bersama mendiang istrinya, saat belanja di pasar lokal. via www.dailymail.co.uk

I don’t think I’m wearing anything that wasn’t bought at a flea market…

Ingvar Kamprad via theguardian.co.uk

Advertisement

Kalau kita berada di posisi Ingvar dengan kekayaan mencapai lebih dari 60 miliar euro (perhitungan beberapa bulan lalu, seperti dikutip dari media Inggris), mungkin baju tidur yang kita pakai harus rancangan desainer ternama. Bukannya oportunis, tapi itu adalah bagian dari menikmati hidup. Namun, Ingvar Kamprad yang memiliki 200 toko di lebih dari 40 negara, lebih memilih untuk mengenakan pakaian bekas yang dijual di pasar kaget (flea market).

Dengan reputasinya sebagai pengusaha kaya, Ingvar sama sekali nggak gengsi mengenakan pakaian bekas, bahkan pada sejumlah media ia mengatakan bahwa apa pun yang dikenakannya selalu ia beli dari pasar kaget. Kalau seorang Ingvar saja enggan merasa gengsi belanja pakaian dengan harga miring, kenapa kita yang masih merintis kesuksesan rela memaksakan diri untuk belanja pakaian bermerek? Untukmu yang kini tengah giat menabung, cara Ingvar yang lebih memilih belanja di pasar kaget, bisa banget kamu tiru lho!

2. Pengusaha satu ini juga memilih meninggalkan Swedia dan tinggal di negara dengan pajak yang lebih rendah, demi pengiritan

Rumah Ingvar yang biasa aja di Swiss. via www.dailymail.co.uk

Selama lebih dari 40 tahun, Ingvar meninggalkan negara asalnya – Swedia, lantaran menghindari pajak yang terlalu tinggi. Haduh nggak mau merugi banget ya Bapak satu ini. Selama 40 tahun itu pula ia lebih memilih untuk menetap di Swiss. Baru sekitar 3 tahun lalu setelah menyerahkan tampuk perusahaan ke anak-anaknya, Ingvar akhirnya kembali ke Swedia. FYI nih guys, selama menetap di Swiss, Ingvar tinggal di sebuah rumah yang terbilang biasa saja untuk ukurannya yang seorang pengusaha kelas dunia. Meskipun di luar kesahajaannya tersebut, ia tetap memiliki country estate di Swedia dan sebuah kebun anggur di Provence – Perancis.

3. Kehematan Ingvar ini sempat bikin dia ditolak masuk saat akan menghadiri ajang penghargaan yang diperuntukkan bagi pengusaha! Padahal dia ke sana untuk menerima penghargaan lho!

Ditolak masuk acara penghargaan karena naik bus via businessinsider.sg

Suatu ketika Ingvar diundang ke sebuah ajang penghargaan yang diadakan oleh para pengusaha. Ingvar yang datang untuk menerima penghargaan di ajang tersebut datang dengan naik bus dan bukan dengan mobil mewah. Ingvar yang awalnya sempat ditolak untuk memasuki ajang penghargaan tersebut, akhirnya dibolehkan untuk menghadiri acara. Cerita Ingvar yang hemat soal budget berkendara nyatanya tak sampai di situ. Dengan uang kekayaan yang dimilikinya, Ingvar mampu saja membeli sebuah jet pribadi untuk perjalanan bisnisnya. Namun, sang miliuner lebih memilih terbang dengan pesawat kelas ekonomi.

4. Kalau pengusaha kelas dunia lainnya mungkin selalu menyempatkan diri untuk makan di restoran mewah, sementara Ingvar sudah cukup bahagia dengan menyantap hidangan seharga $4 saja

Nggak perlu ke restoran mewah, cukup dengan menyantap menu ini di kafe IKEA. via pandabytes.blogspot.com

Banyak pengunjung yang datang ke IKEA bukan untuk belanja furniture, melainkan untuk sekadar window shopping dan mencicipi makanan di kafenya. Nah, salah satu menu khas dari kafe IKEA adalah Swedish meatballs, mashed potatoes, dan selai lingonberry. Ternyata sang pendiri IKEA sendiri selalu menyempatkan diri untuk menyantap menu tersebut saat tengah traveling. Yup, dari pada menyatap hidangan mahal di restoran mewah, ia lebih suka datang ke kafe IKEA untuk memesan menu tersebut yang dibandrol harga 4 Dolar saja.

5. Soal potong rambut, Ingvar punya budget-nya sendiri. Sekalinya melebihi perkiraan budgetnya, ia merasa nggak rela. Kalau ingin cepat kaya, kita bisa mengikuti jejaknya untuk konsisten menetapkan budget nih

Soal potong rambut, Ingvar punya budgetnya sendiri. via theguardian.com

Bahkan masalah potong rambut, Ingvar Kamprad pilih-pilih tempat yang paling murah. Bukan cuma antara salon di mall satu atau salon dekat pertigaan jalan, tapi bapak yang satu ini tampaknya cuma mau potong rambut kalau sedang berkunjung di negara-negara berkembang. Kenapa? Yup karena jauh lebih murah. Salah satu negara favoritnya untuk potong rambut adalah Vietnam.

Sekali waktu ia potong rambut di Belanda dan dibandrol dengan harga 22 Euro, ia berkoar-koar masalah itu. Baginya 22 Euro tersebut sudah di luar batas budget potong rambutnya selama ini. Nah, buat kamu yang saat ini tengah merintis karier dan ingin cepat kaya, bisa mengadopsi cara Ingvar yang konsisten menetapkan budget pengeluaran. Entah itu di awal atau akhir bulan, bahkan saat tengah dapat bonus sekalipun, berhemat tetap dijalankan.

6. Mungkin gaya hidup Ingvar dalam rangka berhemat memang rada ekstrem tapi prinsip utamanya untuk tetap hidup sederhana meski telah bergelimang harta, patut diteladani

Hidup sederhana namun bahagia ala Ingvar Kamprad via www.welt.de

Kalau Ingvar yang sudah kaya raya saja lebih memilih untuk hidup sederhana, kenapa kita yang masih merintis kesuksesan nggak mengikuti jejaknya? Hemat dan pelit ke diri sendiri itu wajar kok, selama masih meniti karier. Lagi, hidup hemat tak berarti didefinisikan sebagai sebuah penderitaan. Kamu bisa melihatnya dari sosok Ingvar yang bahagia saja meski belanja baju bekas, naik angkutan umum dan pesawat kelas ekonomi, serta kenyang dengan hidangan seharga 4 Dolar saja. Jadi, nggak papa dong kalau kamu belanja baju di pasar kaget, naik angkutan umum dan makan di angkringan…

Setelah mengetahui cara berhemat ala Ingvar Kamprad di atas, kamu jadi nggak ragu lagi ‘kan untuk pelit ke diri sendiri? Yang sudah kaya aja masih terus berhemat, kita yang masih berusaha jadi kaya, malu lah kalau boros. Guys! Selamat berhemat! 🙂

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!