Curhat atau curahan hati adalah hal yang lumrah dilakoni oleh mereka yang tengah dilanda gamang. Unek-unek tentang cinta atau pekerjaan kadang butuh untuk diutarakan dengan seseorang yang memang kamu percaya. Ngapain sih curhat segala, toh nggak akan menyelesaikan masalah! Masalah itu diselesaikan, bukan untuk diceritakan. Padahal yang dicari dari mencurahkan isi hati adalah bukan tentang masalah dapat terselesaikan atau tidak, tapi tentang kelegaan hati setelahnya.

1. Mencurahkan isi hati pada sahabat tak ubahnya membagi bebanmu yang tak bisa kamu pendam sendirian

Kenapa harus merasa sendirian ketika banyak yang bisa dibagi bersama via hd.unsplash.com

Setegar apa pun seseorang, berat baginya untuk memendam masalah sendirian. Terseok-seok merapikan masalah pribadi yang sesungguhnya tak mampu ia selesaikan sendiri. Memendam perasaan tak ubahnya menyimpan bom waktu yang suatu saat nanti akan meledak tak terduga. Ada baiknya jika kamu menanggalkan gengsi dan rasa malu sejenak dengan mencurahkan masalah atau unek-unekmu pada teman dekat yang kamu percaya. Sebab banyak dari kamu yang enggan menceritakan masalah hanya karena takut masalahmu dibeberkan pada banyak orang. Cobalah untuk berpikir positif bahwa nggak semua orang berniat jahat.

2. Ketika berbagi cerita, kadang kamu tak butuh jawaban atau pembenaran. Sederhana, sekadar untuk melepaskan beban pikiran

Sekadar untuk melepaskan beban pikiran. via www.pexels.com

Mungkin kamu sering merasa kalau sebenarnya tanpa curhat pun kamu sudah tahu jawabannya. Tentang langkah apa yang seharusnya kamu lakoni, kamu sudah lebih tahu tentang itu. Kadang, solusi bukan satu-satunya yang kamu cari dari ajang mencurahkan isi hati, ada hal yang lebih penting dari itu, yakni kelegaan hati. Bukan solusi, melainkan sekadar menceritakan masalah yang mengendap dan membebanimu selama ini.

3. Berbagi cerita dengan sahabat memungkinkanmu untuk memandang masalah dari sudut pandang yang berbeda

Advertisement

Siapa tahu, sudut pandangmu selama ini salah. via www.pexels.com

Selama ini mungkin kamu merasa terlalu cerdas sehingga merasa bahwa kamu selalu mampu menyelesaikan masalahmu. Kamu nggak butuh orang lain untuk menyelesaikannya. Padahal dengan curhat, kamu bisa mendapat sudut pandang yang berbeda tentang masalahmu. Secara nggak langsung menuntunmu untuk menemukan jalan keluar dari masalahmu. Bisa jadi, apa yang kamu pikir tentang masalahmu selama ini salah besar. Kamu nggak pernah tahu, sebelum kamu menceritakannya. Curhat juga tak ubahnya bertukar pikiran.

4. Tak jarang, teman curhatmu mampu menemukan titik yang paling kamu sembunyikan dalam dirimu selama ini. Anehnya, ada perasaan ringan setelahnya

Anehnya, ada perasaan lega setelahnya. via www.pexels.com

Kamu mungkin tergolong pribadi yang tertutup, enggan untuk membagi masalahmu dengan orang lain. Terkecuali dengan orang yang kamu percaya betul. Tak jarang, saat kamu sekalinya curhat dengan teman yang bijak dan berpengalaman, dia mampu mengungkap sisi yang selama ini kamu sembunyikan dari orang-orang. Persoalan di masa lalu yang sudah lama kamu simpan rapi dalam diri. Seketika, hal yang selama ini kamu tutupi, terungkap sudah.

Meski awalnya kamu menyangkal, pada akhirnya kamu mengakuinya juga. Perasaan lega pun seketika kamu rasa. Ini mungkin manfaat curhat yang sesungguhnya. Mampu mengungkap masalah yang mengendap lama, yang sudah barang tentu membuatmu merasa sedikit lega. Meski belum atau tak kan pernah terselesaikan, setidaknya itu tak lagi kamu simpan sendirian.

5. Ketika kamu ingin menemukan jawaban, carilah teman yang mampu memberi saran dengan tegas. Sementara untukmu yang hanya butuh telinga , curhat dengan teman yang pendiam jauh lebih menenangkan

Banyak pilihan ‘telinga’ yang mau mendengarkanmu via images.unsplash.com

Hindari curhat di forum, datangilah mereka yang benar-benar bisa kamu percayai. Jangan mengumbar masalah pada sembarang orang. Jika kamu tengah butuh saran, curahkan isi hatimu pada teman yang biasa berpikir dengan logika. Yup, teman yang bijak karena sudah mencecap asam-garamnya kehidupan. Pun, ketika kamu tengah butuh didengar, datangilah teman yang cenderung tak banyak bicara. Karena teman yang jarang bicara tak akan sudi memotong pembicaraanmu, lagi enggan untuk memberi saran yang menggurui. Dia bakal duduk diam dengan tenang, menyediakan telinganya untukmu. Dengannya, kamu akan merasakan sesi curhat yang menenangkan.

Tuh, kan! Kalau ada masalah, jangan ragu untuk kamu ceritakan. Karena setegar apa pun kamu, tak akan sanggup memendam masalah sendirian. Yuk, curhat!

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!