Don’t judge a book by it’s cover

Begitu yang digaungkan di seluruh dunia. Tapi kenyataannya menilai seseorang dari apa yang terlihat adalah kebiasaan setiap orang. Ya namanya juga manusia, yang terlihat oleh mata seringkali dikira segalanya. Maka dari itu, banyak hal-hal sepele yang tanpa sadar sering digunakan orang untuk menilai kepribadianmu. Padahal mungkin ya tidak benar.

Repot juga sih kalau orang harus melihat tes psikologi-mu untuk menilai kamu ini orang seperti apa. Makanya wajar saja kalau caramu berbicara, cara berpakaian, apa yang kamu suka, apa yang kamu benci, kebiasaanmu sehari-hari, itu dipakai sebagai referensi. Barangkali inilah yang membuat banyak orang sering salah paham, karena terkadang apa yang terlihat tidak seperti kelihatannya seperti alasan pasangan tertangkap basah selingkuh, hehehe. Karena itu, kamu mungkin perlu tahu. Ini nih beberapa hal sepele yang biasanya dipakai orang untuk menilai kepribadianmu.

1. Meskipun musik adalah soal selera, tapi orang bisa menilai kepribadianmu seperti apa dari lagu-lagu yang kamu dengarkan

Selera musik adalah salah satu yang sering dijudge via loonylabs.org

Musik ternyata bisa bicara lebih banyak dari sekadar melantunkan lagu-lagu yang enak didengar. Apa yang kamu dengarkan menunjukkan kepribadianmu. Kamu yang suka lagu-lagu zaman dulu, sejak kamu masih remaja dan bahkan Ayah ibumu masih muda, mungkin adalah pribadi yang ‘oldskul’, susah move on dan sulit mengikuti perkembangan zaman. Sementara kamu yang suka musik-musik keras mungkin seorang yang punya jiwa pemberontak yang keras khas kaum marjinal. Sementara kamu yang menyukai musik klasik, dianggap punya selera yang tinggi dan cerdas.

Advertisement

Sayangnya, kamu yang menyukai musik dangdut, keroncong, atau campursari sering dianggap alay dan norak. Padahal musik-musik itu enak juga didengar. Nah, meskipun ini semua soal selera yang artinya tak ada penentu mutlak bahwa satu selera lebih tinggi dari yang lainnya, tapi begitulah dunia. Apa yang kamu dengarkan, menentukan penilaian orang mengenai dirimu.

2. Suka selfie? Apakah kamu suka mengambil angle dari atas dengan bibir manyun ataukan angle dari depan dengan lidah melet, itu semua bisa menunjukkan kepribadianmu seperti apa

Kalau selfie-nya begini kira-kira karakternya bagaimana? via wtftouristswithselfiesticks.tumblr.com

Fenomena selfie memang belum lama populernya. Namun meskipun baru beberapa tahun saja, namun bagaimana kamu mengambil foto dirimu sendiri dan membaginya ke media sosial menunjukkan pribadimu berdasarkan penelitian.

Selama ini, manakah yang jadi pose favoritmu? Apakah kamu suka memenuhi layar dengan wajahmu dan mengambil angle dari bawah? Mungkin kamu adalah orang yang suka berkompromi dan senang bekerja sama. Apa kamu senang menunjukkan background di belakangmu? Mungkin kamu orang yang berhati-hati karena kamu nggak mau orang fokus pada wajahmu. Dan ini yang paling bahaya. Sering pasang muka jelek saat selfie konon menunjukkan kamu sedang ada masalah. Nah, yang penting kamu harus hati-hati mengambil selfie. Karena ternyata selfiemu menunjukkan lebih banyak hal dari yang kamu pikirkan.

3. Orang bilang untuk melihat kepribadian seseorang, lihatlah bagaimana cara dia memperlakukan orang yang lebih rendah kedudukannya

Bagaimana kamu memperlakukan waiter? via eatthisnotthatonyahoo.tumblr.com

Selama ini bagaimana kamu memperlakukan tukang parkir dan pelayan restoran?

Ibaratkan kamu sedang kencan pertama di sebuah restoran, dan pasanganmu bersikap kurang ajar dan semena-mena terhadap pelayan restoran, kamu kesal nggak? Kamu masih mau lanjut pedekatin nggak? Etika dan kepribadian seseorang mudah terlihat, bukan dari bagaimana kamu bersikap kepada atasan, melainkan bagaimana kamu bersikap kepada OB. Bukan bagaimana kamu bersikap kepada orang yang posisinya lebih tinggi, tapi justru kepada orang yang posisinya lebih rendah. Alasan sederhananya, dengan orang yang posisinya lebih tinggi kita memang harus bersikap baik untuk cari aman ;p

4. Bagaimana kamu memperlakukan binatang juga bisa menunjukkan banyak hal. Psst penyayang binatang biasanya lebih punya banyak penggemar lho

Hubungan dengan makhluk hidup lain selain manusia via unsplash.com

Kepribadianmu nggak hanya terlihat dari bagaimana sikapmu kepada sesama manusia, tetapi juga makhluk hidup lainnya. Apakah kamu pernah melihat, atau mungkin kamu adalah salah satunya, yang senang ketika melihat seseorang memberi makan dan menggendong kucing jalanan? Kamu akan bilang ‘Ih cute banget!’. Sementara cewek yang penyayang kucing sering dilihat sebagai sosok yang keibuan. Tak heran mereka-mereka yang menyayangi binatang dan memperlakukan dengan baik punya banyak penggemar. Alasan sederhananya, dengan hewan saja sayang, apalagi dengan pasangan? Hehe. Tak hanya itu, hewan apa yang paling kamu sukai juga membuat orang menilai kepribadianmu. Apakah kamu dog person, cat person, bird person, ataukah reptile person, bisa terlihat dari hewan favoritmu.

5. Hati-hati dengan kamar tidur atau meja kerjamu. Sekali lihat orang bisa menentukan kamu orang seperti apa. Duh, kamu nggak mau kan disepelekan hanya karena tempatmu berantakan?

Kalau begini, gimana mau kerja? via blog.timeneye.com

Ketika kamu main ke kosan temanmu saat pertama kali, pasti kamu langsung membatin dalam hati tipe seperti apakah temanmu ini. Dia yang kamarnya unik, penuh dekorasi cantik yang membuat betah, pasti kamu anggap orang yang kreatif dan telaten. Sementara dia yang kamarnya kosong, hanya ada kasur, meja belajar, dan lemari tanpa aksesoris apa-apa, dengan mudah kamu nilai kaku. Sementara dia yang kamarnya berantakan, jorok, bau, dan sampah di mana-mana, identik dengan pemalas.

Tak hanya kamar tidur, meja kerjamu juga bisa berbicara banyak. Kamu yang ceria dan hobi menolong orang lain biasanya mempunyai meja kerja yang dipenuhi dengan foto-foto kenangan yang didesain dengan lucu. Kamu yang kreatif, punya banyak ide di kepala, dan selalu ingin berpartisipasi atas kegiatan apapun, biasanya punya meja yang berantakan dengan banyak hal yang kamu timbun tanpa tahu apa gunanya.

6. Pakaian adalah hal yang paling mudah dilihat. Bagaimana kamu berpenampilan, bisa dengan mudah diterjemahkan

Pakaian sangat ‘kelihatan’ via stocksnap.io

Yang satu ini tentu sudah jelas sekali. Meskipun orang selalu menekankan untuk tidak menilai seseorang berdasarkan pakaiannya, namun terkadang bagaimana kamu berpakaian menentukan pribadimu. Contoh yang paling sederhana, pakaian menunjukkan apakah kamu sosok yang fashionable, feminin, atau tomboi. Lebih lanjut lagi, bagaimana kamu berpenampilan dalam situasi tertentu menunjukkan sosok seperti apakah dirimu.

Bukan lagi soal gaya, melainkan etika. Hal ini menunjukkan, bahwa meskipun kamu tidak harus mengubah style-mu, setidaknya kamu harus menyesuaikan pakaian yang kamu kenakan dengan situasi dan kondisi yang kamu hadapi. Tentu kurang bijak dong kalau kamu pakai celana pendek sobek-sobek dan kaos oblong pudar saat bertemu dengan calon mertua?

7. Dalam sepuluh menit, berapa kali kamu mengecek ponselmu? Emosimu bisa mudah terbaca dari seberapa sering kamu bermain-main dengan ponselmu

Seberapa nyaman kamu tanpa ponsel via unsplash.com

Kamu yang ngecek ponsel setiap lima menit sekali, terus-terusan merefresh media sosial untuk mencari hiburan atau update-an terbaru dari teman, konon katanya adalah seorang yang sangat pembosan. Kamu sering merasa stuck dan butuh hiburan. Emosimu kurang stabil dan mudah terdistraksi. Betul tidak? Bila kamu sering mengecek ponsel saat sedang ngobrol dengan orang lain, itu berarti kamu nggak tertarik dengan lawan bicara ataupun topik pembicaraan.

Tapi hati-hati, ini juga menunjukkan kamu kurang sopan. Di masa kini, ponsel bisa menjadi teman dalam kondisi apapun. Kamu yang sedang menunggu dan enggan mati gaya, biasanya memilih untuk asyik dengan ponsel meski tidak ada SMS yang perlu dibalas. Tapi ternyata begitu guys, seberapa sering kamu ngecek HP, menunjukkan kamu orang seperti apa.

8. Dalam percakapan, seberapa jauh kamu mendominasi pembicaraan? Karaktermu sebagai taker atau giver, akan terlihat dari sini

Diamati dari caranya membangun percakapan via unsplash.com

Dalam dunia kerja, secara psikologis dibedakan tiga karakter besar: taker, giver, dan matcher. Seorang taker akan berusaha mengambil sebanyak mungkin dari orang lain, seorang giver akan berusaha membeli sebanyak mungkin kepada orang lain, dan seorang matcher yang fifty-fifty, dia memberi dan mengambil secara seimbang.

Sifat ini bisa dilihat dalam sebuah percakapan. Apakah selama percakapan itu kamu hanya bermonolog, menceritakan semua tentang dirimu, dan sama sekali tidak ingin tahu tentang lawan bicaramu? Ataukah, kamu menyimpan informasi tentang dirimu sendiri, dan justru lebih sering bertanya tetang lawan bicaramu? Atau kamu bicara dan bertanya secara seimbang? Bila kamu yang pertama, berarti kamu adalah seorang taker. Bila yang kedua, kamu seorang giver, dan yang ketiga, tentunya kamu seorang matcher.

Meskipun hal-hal di atas adalah hal sepele, yang biasa kamu lakukan sehari-hari tanpa kamu pikirkan efeknya, ternyata dari situlah orang menilaimu orang seperti apa. Karena memang terlalu pe-er kalau menilaimu dari hasil tes psikologi, menilai dari apa yang kelihatan adalah jalan yang paling gampang. Nah, masalah benar atau salahnya, cuma kamu bisa bisa membuktikannya. Hehe

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!