Pernahkah kamu merasa begitu buntu? Berjalan lurus tapi sebenarnya tidak tahu ke mana tujuanmu? Atau mungkin kamu merasa kesulitan ketika interview kerja dan mereka memintamu merangkum semua kelebihanmu? Atau barangkali, kamu sudah jauh berjalan lantas bertanya-tanya sudah benar tepatkah apa yang kamu lakukan?

Terkadang rasa percaya diri yang kamu banggakan hilang begitu saja ditelan keraguan. Karena rasa percaya diri bukanlah hal yang datang sekali dan tinggal selamanya. Ada masanya kamu percaya kamu bisa, dan ada kalanya kamu merasa tidak bisa, itu hal yang biasa. Tapi kamu yang sering meragukan diri sendiri bisa jadi justru termasuk orang yang punya kecerdasan di atas rata-rata. Sebab orang yang genius, memang hobi meragukan segala hal, termasuk diri sendiri.

1. Kamu tahu bahwa dunia ini sangat luas. Apa yang kamu pahami belum ada seujung kuku, wajar bila kamu selalu meragu

Kamu tahu pengetahuanmu tak ada apa-apa dibanding luasnya dunia via id.pinterest.com

Kamu mengerti bahwa dunia ini sangatlah luas. Kamu tahu bawa bila alam semesta dibentangkan seperti karpet di rumah, eksistensimu barangkali hanyalah satu titik yang tak akan kelihatan meski sudah diintip dengan kaca pembesar. Kamu juga tahu bahwa pengetahuanmu tentang banyak hal tidak ada apa-apanya dibanding apa yang belum kamu ketahui tentang dunia. Kesadaran akan keterbatasan kemampuan untuk memahami segala hal membuatmu tidak gegabah menyimpulkan. Karena ini kan kamu selalu ragu-ragu pada dirimu sendiri?

2. Rasa ingin tahumu memang tinggi. Namun semakin banyak yang kamu ketahui, semakin kamu merasa tidak tahu apa-apa

Semakin kamu banyak tahu, semakin kamu merasa tak tahu apa-apa via varghesesiby.wordpress.com

Advertisement

Dalam pergaulan sehari-hari, mungkin kamu paling sering dapat kalimat ‘Dasar kepo!’. Sebab rasa ingin tahumu memang tak tertolong lagi. Mulai dari hal-hal yang sebenarnya tak penting diurusi, hingga pengetahuan-pengetahuan baru yang serba berat dan tak mudah dimengerti. Kamu bisa seharian duduk di depan laptop, mencari tahu tentang segala hal. Hingga akhirnya malam hari tiba, kamu matikan laptop dan semua cahaya. Tidur telentang menatap langit-langit kamar, memutar ulang segala pengetahuan baru yang kamu dapatkan. Ironisnya, semakin banyak yang kamu pahami, semakin kamu tidak mengerti apa-apa tentang dunia ini.

3. Satu ide hebat tak membuat mudah berpuas diri. Terlalu banyak yang kamu inginkan hingga akhirnya kamu ragu sendiri

Ide hebat sering membuatmu bosan di tengah jalan via unsplash.com

Pernahkah kamu mengalami momen-momen di mana kamu yang sudah melangkah jauh, tiba-tiba merasa hilang arah dan tak lagi mengerti apa yang sedang kamu lakukan ini? Orang bilang kamu tidak fokus. Memang benar. Sulit bagimu untuk fokus pada satu hal karena alam kepalamu ide-ide berjubelan minta untuk diwujudkan. Satu ide besar tidak membuatmu cepat puas. Terlalu banyak yang kamu inginkan, terlalu banyak yang menarik perhatian. Rasa penasaran yang besar membuat orang genius sulit untuk fokus pada satu hal saja.

4. Kamu tidak mudah yakin atas segala hal. Segalanya kamu kritisi, termasuk dirimu sendiri

Semuanya dikritisi termasuk diri sendiri via kivulbelulvonzo.hu

Di media sosial di mana segala berita simpang siur yang sering berbuah kontroversi ataupun menggiring opini, kamu termasuk orang yang tidak gegabah memberikan keperpihakan. Isu yang membuat timeline-mu riuh rendah itu, menuntutmu untuk setidaknya mengambil jeda dan berpikir dulu. Kamu bukan orang yang mudah percaya atas segala hal. Kamu juga bukan orang yang meyakini perndapat pertama yang muncul di kepala. Otakmu sudah terlatih untuk mengkritisi segala hal termasuk dirimu sendiri. Karena kamu tahu bahwa terkadang emosi membuat diri ceroboh dalam memberikan komentar.

5. Kamu butuh waktu lama untuk membuat keputusan. Bukan karena tidak punya pendirian, tapi kamu mempertimbangkan banyak hal

Kamu harus berpikir dulu sebelum mengambil keputusan via scottthorp.wordpress.com

Memang benar, kamu bukan orang yang cekatan dalam membuat keputusan. Sekilas ini membuatmu terlihat lambat dan bodoh, padahal kamu hanya sedang mempertimbangkan banyak hal. Meski terkadang hidup memang berjalan begitu cepat dan tak memberikan jeda untuk bernafas, namun bagimu keputusan tidak bisa diambil dengan kilat. Karena tentunya semua orang ingin mengambil keputusan yang benar. Apalagi bila keputusan itu berdampak besar dan mempengaruhi banyak hal. Jiwa kritismu membuatmu terbiasa melihat jauh ke dalam, dan mempertimbangkan hal-hal yang mungkin orang lain tak sempat pikirkan.

6. Merasa tak cukup pintar dan terus meragu membuatmu menganggap semua orang adalah guru. Tak heran bila pengetahuan dan pemahamanmu senantiasa berkembang

Bagimu semua hal adalah guru dan tak pernah berhenti belajar via id.pinterest.com

Kesadaran bahwa kamu tidak tahu apa-apa dan keraguan atas kemampuan diri itu membuat pikiranmu senantiasa terbuka. Kamu tidak kaku, dan terbuka pada hal-hal baru. Orang yang benar-benar cerdas tidak pernah merasa orang lain bodoh atau lebih rendah dari dirinya. Bagimu, semua orang adalah guru. Semua orang punya punya kelebihan dan sisi bijaknya sendiri-sendiri yang selalu bisa kamu ambil pelajaran. Inilah yang pada akhirnya membuat pengetahuan dan pemahamanmu senantiasa berkembang. Karena kamu selalu jauh dari rasa ‘pintar sendiri’, yang sering menjebak orang sehingga malas mencari dan belajar lagi.

7. Pehamaman yang kamu punya tak berhenti membuatmu meragu. Pendapat orang lain tetap kamu buru demi kayanya keputusanmu

Paling memahami persoalan tak membuatmu lupa menanyakan pandangan orang lain via www.onbeing.org

Pengetahuanmu yang luas akibat rasa penasaran yang tak gampang puas, membuatmu menjadi ensklopedia berjalan. Bagi teman-temanmu, kamu adalah tempat bertanya tentang segala hal. Barangkali benar bahwa di antara teman-temanmu, kamulah yang paling tahu. Namun hal ini tidak membuatmu puas dan berhenti meragu. Kamu tetap merasa perlu menanyakan pendapat semua orang sebelum mengambil keputusan. Karena kamu percaya, pendapatmu saja tidak pernah cukup untuk membuat keputusan yang tepat. Pandangan dan pendapat orang lain tetap saja perlu, karena itu akan memperkaya keputusanmu, entah dengan menggagalkan atau justru semakin menguatkan.

Percaya pada kemampuan diri sendiri memang penting, karena dari situ kamu bisa mantab melangkah dan mencapai cita-cita. Namun kamu yang sering meragu pun tidak berarti tak punya kesempatan. Rasa percaya diri itu seperti jalan raya. Terkadang naik, terkadang turun, beberapa kali berlubang-lubang. Tapi kamu tetap saja bisa melewatinya kan?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya