Rasa malas adalah hal yang kerap menyambangi kita dalam kehidupan sehari-hari. Perasaan ini membuat kita enggan memulai tugas yang memang harus segera diselesaikan, perasaan ini pulalah yang tidak jarang jadi alasan di balik pilihan untuk menunda sebuah pekerjaan. Bagaimana denganmu, apakah kamu juga masih sering malas?

Kali ini Hipwee akan mengajakmu berpikir ulang, apakah layak kemalasan dipertahankan? Setiap rasa malas datang dan menyapa, nggak ada salahnya kamu coba putar hal-hal ini di otakmu.

1. Setiap Rasa Malas Datang Cobalah Tanyakan Pada Diri Sendiri, “Kenapa Sih Aku Melakukan Ini?”

Kenapa kamu malas? Temukan jawabannya via 8tracks.com

Setiap rasa malas datang, coba deh pikirkan alasan kenapa kamu memilih untuk menunda mengerjakan tugas. Apakah karena tugasnya terlalu berat, teman satu tim yang tidak menyenangkan, atau memang karena kamu merasa tidak mampu menyelesaikannya? Temukan alasan terbesar di balik rasa malas yang menyerangmu.

Mengenali sumber rasa malas penting untuk dilakukan, sebab lewat cara inilah kamu akan bisa mengambil langkah tepat untuk mengatasinya. Tanpa mengetahui sumber dari rasa malas yang menyerangmu, kamu juga tidak akan tahu apa yang sebaiknya harus dilakukan. Berusaha menghalau rasa malas tanpa tahu penyebabnya itu seperti kamu sedang demam, tapi malah minum obat untuk batuk. Bisa sih, tapi sia-sia.

2. Bayangkan Hidupmu Setelah Menunda dan Bersenang-senang. Bukankah Akan Lebih Banyak Waktumu yang Hilang?

Advertisement

Kemalasan harus kamu bayar kelak via elizabethmerrittabbott.com

Kalau kamu malas dan menunda mengerjakan tugas, apa yang harus kamu bayar nanti? Coba hitung berapa banyak hal yang perlu kamu korbankan jika rasa malas yang mendatangimu tidak segera kamu usir. Contohnya, kamu enggan menyelesaikan tumpukan paper yang deadline-nya pekan depan, merasa masih punya waktu seminggu penuh untuk mengerjakannya.

Kemalasanmu membuka laptop untuk mulai mencari referensi harus dibayar dengan hilangnya waktu bersosialiasasi dengan teman-teman di pekan depan. Kamu akan tenggelam dalam tumpukan tugas yang semakin tidak bisa ditinggalkan. Belum lagi kalau nilai yang kamu dapatkan jelek karena kamu mengerjakannya dengan terburu-buru.

Nah lho, mendingan nggak malas sekarang atau menyesal kemudian?

3. Menunda Tugas Sama Saja Dengan Stalking Akun Twitter Mantan dan Pacar Barunya. Menggoda, Tapi Tidak Membawa Kebaikan

Kalau mulai dikerjakan, tugasmu akan terasa lebih ringan via sugarandspiceofficial.tumblr.com

Hal tersulit dalam sebuah pekerjaan adalah memulainya. Mengumpulkan tenaga dan niat untuk mengawali sesuatu memang membutuhkan upaya yang tidak kecil. Namun coba deh ingat-ingat lagi, ketika kamu sudah mulai mengerjakannya beban itu sedikit demi sedikit terangkat dari pundakmu, ‘kan?

Suatu hal yang perlahan mulai dikerjakan akan makin menunjukkan hasil akhirnya. Kalau kamu mulai mencicil pendahuluan dan mencari pertanyaan riset untuk paper akademismu, perlahan hal-hal yang harus masuk di bab pembahasan akan mulai terbersit di otakmu. Saat kamu mulai membuat story line untuk video yang harus kamu selesaikan, kamu akan mengerti scene dari menit keberapa yang harus dimasukkan.

4. Kamu Boleh Punya 1000 Alasan Untuk Menunda. Tapi Toh Pada Akhirnya Tugas Itu Harus Kamu Kerjakan Juga

Sekuat apapun kamu lari, tugas tetap harus diselesaikan via bethanyevelyn.blogspot.com

Rasa malas tidak akan serta merta mengubah kewajibanmu. Semalas apapun kamu memulai, tugas dan kewajiban yang diberikan padamu akan tetap perlu kamu selesaikan. Dosen, orang tua, rekan kerja, hingga atasanmu tidak akan menolerir melesetnya tenggat waktu karena alasan: malas.

Berusahalah untuk selalu mengingat hal ini setiap rasa malas menyerang. Apa untungnya malas, saat kewajiban dan hidup tidak mau mentolerir kemalasan yang kamu rasakan? Lebih baik menghadapi kewajiban dan segera menuntaskannya, dibanding terus-terusan berkutat dengan rasa malas yang membuatmu tidak produktif.

5. Kalau Rasa Malas Itu Masih Menggebu Bayangkan Dampak Kemalasanmu Pada Orang-orang di Sekitar. Mereka yang Tak Berdosa Tapi Harus Jadi Korban

Kemalasanmu bisa membawa dampak besar bagi hidup orang lain via soulculture.com

Ketika rasa malas jadi pemberat di kaki dan tanganmu, ingatlah bahwa kemalasan yang kamu rasakan saat ini bisa membawa dampak besar bagi hidup orang lain. Kalau kamu malas mencicil tugas hingga mengerjakannya dengan asal-asalan kemudian, rekan sekelompokmu bisa turut mendapat nilai yang tidak memuaskan. Saat kamu malas mengerjakan laporan keuangan untuk kantor, bisa jadi nanti manajermu yang kena semprot atasan.

Ingatlah bahwa setiap keputusan yang kamu ambil bisa membawa dampak yang besar bagi kehidupan orang lain. Menjadi dewasa berarti tidak lagi memikirkan keinginan dan egomu sendiri. Ada kepentingan orang lain yang juga perlu kamu pertimbangkan dalam setiap tindakan yang kamu ambil.

6. Stop Bersembunyi Di Balik Keluhan dan Alasan. Kamu Adalah Manusia Dewasa yang Bertanggungjawab Penuh Pada Naik-turunnya Perasaan

Kamu bertanggung jawab pada perasaanmu sendiri via galleryhip.com

“Ya wajar dong aku malas, dosennya nggak asyik. Teman-teman sekelompoknya juga membosankan.”

“Bos-ku otoriter banget, jadi malas masuk kantor deh”

Berhentilah menyalahkan keadaan dan orang lain atas rasa malas yang tidak bisa kamu halau itu. Yang salah bukan mereka, kesalahan itu ada pada dirimu sendiri. Kamulah yang bertanggung jawab pada manajemen perasaan yang kamu alami. Ketika rasa malas tidak bisa kamu temukan solusinya, berarti ada yang salah dengan kontrol dirimu.

Ambil nafas dalam-dalam, tenangkan diri dan yakinkan bahwa kamulah kapten dari tubuh dan perasaan yang kamu alami. Ambil kendali atas mood dan berbagai perasaan lain yang sedang kamu hadapi. Stop menjadikan orang lain kambing hitam dari lemahnya kontrol diri yang kamu miliki.

7. Kamu Bukan Pecundang. Dalam Perang Melawan Rasa Malas Dengan Diri Sendiri Ini Kamu Pasti Bisa Menang

Tandanya kamu tidak bisa mengalahkan diri sendiri via delightinfancy.blogspot.com

You are the captain of your soul, kamu-lah yang seharusnya punya kendali penuh atas gempuran emosi yang kamu rasakan. Kamu punya daya untuk memilah emosi mana yang layak kamu selami, dan emosi macam apa yang harus kamu tinggalkan. Memilih menyerah dan tenggelam pada kubangan rasa malas menunjukkan kamu kalah dalam perang melawan diri sendiri.

Kuasai emosimu, atur dan tempatkan prioritasmu sebaik mungkin. Kalau kamu punya niat, kemalasan itu pasti bisa kamu lawan kok! Hipwee juga pernah menulis “Cara Biar Kamu Berhenti Jadi Pemalas” yang bisa kamu aplikasikan dalam hidupmu.

Sudah siap menghalau rasa malas yang sering jadi penghalang bagi kemajuan pribadimu? Hus-hus sana, usir si kemalasan jauh-jauh!