Usia dua lima sering dianggap momok tersendiri bagi sebagian orang. Banyak dari kaum hawa yang merasa enggan menginjak usia ini karena belum memiliki pendamping hidup yang sepadan. Tak beda dengan kaum adam yang merasa belum sukses dan menghasilkan apa-apa di usia seperempat abad lamanya.

Namun, sebenarnya terlepas dari kekhawatiran akan segala pencapaian, usia 25 seharusnya kamu syukuri dalam-dalam. Banyak hal yang akan kamu terima dan kamu sadari bahwa usia 25 tak sekedar angka namun juga lambang bahwa kamu memang siap dan telah dewasa seutuhnya.

Kamu sudah setengah jalan dalam perjalanan membangun karir sendiri dan tentunya ini merupakan hal yang patut disyukuri

kamu sudah separuh jalan menyusun karir sendiri via vainchic.com

Menginjak usia dua lima yang merupakan hampir dewasa, kamu tentu sudah mengalami banyak hal di dunia. Terlebih lagi dalam hal karier. Tak sekedar mencari pundi-pundi rupiah dalam bentuk gaji yang kamu terima, namun kamu juga sudah mulai menyusun pondasi agar karirmu ke depannya semakin cemerlang bentuknya.

Apabila bekerja sebagai staf kantor, tentunya pengabdianmu selama beberapa tahun ini sudah menorehkan beberapa prestasi yang bisa dijadikan amunisi untuk menggapai kedudukan yang lebih matang. Pun jika kamu sudah menggeluti pekerjaan yang sesuai renjana, tak sekedar berkecimpung di dalam pekerjaan yang kamu cintai, namun masa depan sudah semakin jelas terpeta di kepala. Tak ada yang perlu dicemaskan di usia 25, justru inilah usia dimana kamu makin mandiri dalam pencapaian karir sendiri.

Sudah dianggap dewasa, orangtua tentu akan mempertimbangkan saran dan masukan yang kamu lontarkan

Advertisement

karena sudah dianggap dewasa, saran dan masukan darimu akan didengarkan via www.teenlife.com

Menapaki usia dimana kamu mulai mampu memimpin hidup sendiri ini, ayah dan ibu tentu juga melihat perkembangan dirimu. Dulu saran yang kamu tuturkan tentu akan dianggap sekedar angin lalu karena kamu masih dicap sebagai bocah ingusan. Namun, sekarang mereka mulai mengakui bahwa kamu sudah cukup mandiri dan bertanggungjawab. Kamu dianggap sudah bisa mencerna dan diajak berbagi beban.

Jika dulu di awal usia kepala dua kamu masih dalam masa peralihan dari remaja ke dewasa, tentu sekarang kamu semakin matang sebagai manusia. Tak lagi dianggap bocah kemarin sore, sekarang saran serta masukan yang kamu lontarkan akan mulai dipertimbangkan. Dan, tentunya hal ini akan membuatmu sedikit banyak berbangga saat telah memasuki usia 25.

Teman datang dan pergi, namun kamu justru jadi memahami siapa di antara mereka yang benar-benar ada dan selalu mengerti

kawan yang masih ada justru yang paling mengerti dirimu via 21serendipity.wordpress.com

Memang di usia yang hampir dewasa seutuhnya ini akan ada banyak manusia berlabel sahabat yang datang dan pergi di dalam kehidupanmu. Kamu tak lagi bocah remaja yang sibuk nongkrong sana sini dengan ditemani banyak teman. Sekarang kamu dan kawanmu sudah memiliki kesibukan tersendiri sehingga waktu luang yang kalian miliki terpangkas habis seluruhnya. Bagai mengalami seleksi alam, hanya akan tersisa beberapa sahabat yang dapat dihitung dengan jari yang akan tinggal di sisi.

Justru kamu perlu mensyukuri keadaan ini, tak ada yang patut ditakuti hanya karena temanmu tak sebanyak dahulu. Mereka yang selama ini masih ada di sisimu adalah manusia-manusia terpilih yang memang kadar persahabatannya tak perlu diragukan lagi. Mereka selalu ada di saat jatuh bangun kehidupanmu. Mereka lah yang tetap akan meluangkan waktu untuk selalu hadir dan setia. Sungguh, di usia inilah kamu harus merapal syukur, karena dikelilingi oleh mereka yang menyayangimu dengan sebenar-benarnya.

Makin matang usiamu, kamu pun jadi makin paham bahwa perkataan orangtua selama ini selalu ada benarnya

kamu makin memahami perkataan orangtuamu memang ada benarnya via flowers-kid.com

Tak hanya mulai diperhitungkan dan dianggap sudah bertanggung jawab, usia dua lima juga menjadi penanda bahwa kamu makin matang sebagai manusia. Tak lagi sekedar bersenang-senang demi kepuasan dunia, kamu mulai mendewasa. Kamu pun tak lagi disibukkan dengan pesta dan foya-foya, namun kamu jadi memahami bahwa perkataan orang tua sungguh ada benarnya.

Ya, tak hanya sekedar memusatkan perhatian pada kesenangan yang sifatnya sementara, kamu mulai merenungkan kembali dan mulai mencari tahu hal apa yang akan membuat hidupmu di dunia ini memiliki maknanya. Kamu mulai menjaga segala tutur kata sekaligus tingkah polahmu sebagai pribadi dewasa. Pun mulai memahami bahwa nasihat serta wejangan para orangtua benar adanya dan bisa digunakan sebagai pedoman untuk hidup ke depannya.

Hampir menjadi dewasa sepenuhnya, kamu justru makin banyak asam garamnya dunia

kamu justru telah banyak makan asam garam dunia via pixshark.com

Di pertengahan usia kepala dua ini tentulah kamu sudah memiliki tabungan pengalaman yang lumayan banyak jumlahnya. Kamu sudah melewati masa-masa remaja yang dilengkapi dengan segala keseruannya. Kamu pun sudah mengalami jatuh bangun saat menjalani proses panjang demi menjadi manusia seperti sekarang ini. Pun kamu merupakan seorang pejuang dalam kemajuan karir sendiri, karena kamu begitu memahami bagaimana sulitnya mencari uang dengan keringat sendiri.

Banyak hal yang telah kamu lalui tanpa sadar telah menempa dan menjadikanmu manusia yang lebih bijaksana serta lebih dewasa dari sebelumnya. Tak perlu khawatir bahwa kamu akan segera menua, justru sekarang kamu patut bangga karenanya karena semakin mendewasa sepenuhnya.

Tak usah takut mendapat label ‘tak lagi muda’, toh kamu masih memiliki lima warsa untuk berada di usia kepala dua

kamu masih memiliki lima warsa untuk berada di usia kepala dua via imgkid.com

Berkurangnya jumlah teman dan mulai memusatkan perhatian kepada hal-hal yang akan membuat hidupmu makin bermakna seharusnya tak lantas membuatmu takut dicap tua. Ingat, justru inilah usia paling produktif yang sedang kamu tapaki. Kamu masih memiliki banyak waktu serta tenaga untuk menjalani semuanya. Tak hanya itu, kamu pun telah memiliki tabungan pengalaman dalam jumlah cukup. Toh, kamu mesti ingat bahwa masih ada lima warsa ke depan untuk tetap berada di usia kepala dua. Sungguh, syukuri usia 25mu sekarang ini dan jangan menunggu lagi untuk melakukan hal-hal yang membuat hidupmu makin ada maknanya, karena memang sekaranglah saatnya.

Jadi, usia 25 ini seharusnya tak membuatmu cemas berlebihan, kamu haruslah merapal syukur karena kamu masih diberi kesempatan untuk menginjak bumi paling tidak seperempat abad lamanya.