Kita semua pasti pernah merasakan perpisahan. Apakah itu sementara atau selamanya. Ditinggalkan oleh orang yang kamu sayang atau mungkin kamu yang pergi meninggalkan. Jika dia masih di dunia ini, mungkin kamu masih bisa melihatnya meskipun tak langsung. Kamu masih bisa mengetahui sedang apa dia sekarang, bagaimana pendidikan atau pekerjaannya, dan lain sebagainya. Pun ketika merasa rindu, kamu masih bisa mengungkapkannya. Kamu masih bisa mendengar suaranya, atau sekadar mengirim pesan rindu untuknya.

Namun sayang, hal itu hanya berlaku untukmu yang terpisah untuk sementara. Dan bagaimana jika kalian dipisahkan untuk selamanya? Tentu lain cerita. Tak ada yang lebih sakit dari perpisahan yang tanpa jeda. Ya, perpisahan untuk selamanya.

Segala masa depan yang dirancang bersama, memang tak lagi mungkin diwujudkan dalam raga. Jangan hanya terpuruk kesedihan, teruskanlah hidupmu juga demi meneruskan impiannya yang terhenti kematian

Sekarang hiduplah juga demi mimpi-mimpinya yang belum terwujud via unsplash.com

Ketika dia yang kamu sayang pergi untuk selamanya, apalagi meninggalkanmu secara tiba-tiba, jelas akan mempengaruhi hidupmu selanjutnya. Kamu tak tahu lagi hidupmu setelah ini akan dibawa kemana. Hidupmu seakan ikut berhenti saat itu juga. Rasanya tak ada yang mampu kamu lakukan setelah kepergiannya.

Ya, kamu pernah menyimpan harapan tentangnya di masa depan. Untuk kekasihmu yang telah dahulu menemui pencipta-Nya. Tentang masa depan yang ingin dijalani bersama. Menikah di tanggal jadianmu, menyematkan cincin di jari manismu. Memilik anak yang mirip denganmu atau dengannya. Memiliki rumah kecil tapi justru penuh dengan usaha untuk mendapatkannya.

Advertisement

Atau untuk ayah dan ibumu yang telah pergi misalnya, kamu pernah mengukir harapan untuk sukses di masa depan, agar dia yang kamu sayangi itu merasa bangga memiliki anak sepertimu. Atau mungkin kamu telah menyisihkan sedikit demi sedikit hasil jerih payahmu, agar beberapa tahun lagi orang tuamu bisa naik haji.

Kamu boleh merasakan itu. Adalah hal yang wajar ketika kamu merasa kehilangan yang begitu pedih adanya. Tak ada yang akan melarangmu. Karena mereka tahu juga bagaimana rasanya kehilangan. Tapi bukan berarti kamu harus berlarut-larut dalam kesedihan. Harapanmu toh masih harus diperjuangkan. Buktikan padanya kalau kamu masih bisa mewujudkan harapan itu. Buktikan kalau kamu bisa membuatnya bangga meskipun tak ada lagi keberadaannya tak lagi ada.

Kekosongan yang dia tinggalkan dalam hidupmu pasti seperti lautan yang tak berdasar. Berpeganglah teguh pada keyakinan bahwa rindumu dapat tersampaikan lewat doa

Hanya doa yang mampu menembus batasan ruang dan waktu via unsplash.com

Memang sulit ketika kamu sudah terbiasa dengan keberadaannya selama ini. Rasanya baru kemarin kalian masih bercengkrama, membahas hal yang sepele hingga hal penting untuk nanti. Perasaanmu yang masih bisa terang-terangan untuk kamu sampaikan padanya. Rasa sayang dan cinta yang tak mampu kamu sembunyikan lalu kamu ungkapkan padanya. Namun sekarang itu sudah tak lagi bisa.

Jika kamu merasa kepergiannya turut membawa semua perasaanmu, sehingga tak ada lagi yang tertinggal, kamu salah besar. Jika kamu merasa bahwa jika rindu masih ada tapi tak bisa kamu sampaikan padanya, itu juga adalah sebuah hal yang tidak benar. Karena masih banyak yang bisa kamu lakukan untuk menyampaikan perasaanmu itu. Kamu tahu doa adalah sebaik-baik cara untuk menyampaikan rindu? Ya, dengan doa kamu bisa menyampaikan rindumu padanya. Kamu masih bisa bercerita seperti biasa tentang apa yang terjadi hari ini.

Mulai sekarang berdamailah hidup dengan hanya bersanding memorinya. Niscaya, kamu bisa mendapatkan kekuatan dari mengenang tiap hal kecil yang kalian bagi bersama

Dibalik kesedihan, memori tentangnya juga bisa jadi cahaya yang membimbing jalanmu via unsplash.com

Dan ketika kamu merasa sangat merindukannya, tak ada salahnya untuk mengenang hal-hal yang baik tentangnya. Apa yang pernah dia lakukan padamu, apa yang pernah dia katakan padamu. Semua dukungan yang telah dia berikan hingga kamu berada di titik ini. Mengenang kebaikannya juga mengisyaratkan rasa syukurmu karena pernah menjadi bagian dari hidupnya. Kamu berterima kasih karena dia sempat menjadi bagian dari hidupmu.

Seperti yang dilakukan oleh seorang ayah yang baru kehilangan anak gadisnya ini. Hati siapa yang tak ikut merasakan kepedihan saat membaca tulisan ini. Seorang ayah yang begitu bijak menyikapi kepergian anaknya yang tak pernah disangka-sangka. Melalui tulisan ini, begitu jelas rasa sayang dan cinta di antara keduanya. Dan kematian tak mampu memutuskan perasaan sang ayah yang telah ditinggal pergi untuk selamanya. Ya, meski kematian terkadang sulit untuk diterima, tapi merelakannya adalah sebaik-baik cara. Agar hidupmu tetap berlanjut dan tak berhenti di situ saja.

Ya, sama seperti takdir-takdir lainnya, kematian tak dapat kamu hindarkan. Kamu tak bisa mempercepat detik waktu atau memperlambat jalan sang malaikat maut untuk memisahkan raga dan nyawa. Karena seperti itulah janjian yang telah Tuhan tuliskan di buku kehidupanmu, jauh sebelum kamu lahir ke dunia ini. Dan tak ada yang perlu kamu sesali ketika maut memisahkan, karena kamu masih bisa melanjutkan kehidupan dan berharap bisa lebih baik.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya