There are no two words more harmful than ‘good job’

(Tidak ada dua kata yang lebih berbahaya daripada ‘kerja bagus”)

– Fletcher, Whiplash

Frase good job sering kita dengar sebagai bentuk pujian untuk seseorang yang telah melaksanakan pekerjaannya dengan baik. Ada rasa bangga yang membuncah ketika mendengarnya. Rasanya, kamu memang telah melakukan sesuatu dengan baik, entah memang iya atau sebenarnya belum.

Lalu mengapa pujian tersebut sebenarnya berbahaya? Penjelasan yang Hipwee berikan kali ini mungkin bisa membuatmu berpikir ulang ketika atasan atau rekan kerjamu berkata, “good job!”

Ketika ada seseorang yang memujimu dengan frasa ini, dengan sendirinya kamu bakal ngerasa cepat puas dan besar hati

Jadi cepat puas. via nation.com.pk

Good job!

Advertisement

Disadari atau tidak, pujian bisa membuatmu mudah merasa puas dengan apa yang sudah kamu kerjakan. Tak terkecuali frasa good job. Ketika kamu mendengar good job dari seseorang, seketika kamu merasa berada di puncak pencapaian dan itu memberikan perasaan lega. Sungguh ajaib, dua kata itu mampu membuat usahamu selama ini jadi tak terasa sia-sia.

Sayangnya, di balik keajaiban kata-kata tersebut, tersimpan makna lain.Pujian membuatmu jadi merasa cepat puas. Itu sama dengan kamu merasa cukup dengan apa yang sudah kamu raih saat ini. Padahal, sebenarnya kamu bisa meraih sesuatu yang lebih dari itu.

Pujian memang diberikan untuk menghargaimu yang sudah berusaha. Tapi jika tidak bijaksan bisa mematikan potensimu yang sesungguhnya

Jangan hanya berpuas dengan dibilang good job, kamu bisa lho mencapai lebih dari itu. via www.startupzap.com

Ada sebagian guru yang sengaja tidak memuji anak muridnya lantaran dia ingin sang murid terus mengembangkan potensinya. Guru tersebut paham betul kalau dia memberikan pujian, ia khawatir potensi sang murid akan berhenti pada titik itu. Maka, berhati-hatilah saat hasil kerjamu dipuju oleh orang, jika kamu tak ingin potensimu akhirnya tak berkembang.

Pujian berwujud good job memang melenakan, tapi maknai saja sebagai bentuk apresiasi. Jangan lantas berhenti mengusahakan sesuatu yang lebih dari yang sudah kamu dapat saat ini.

Sebab setiap orang punya hak untuk bisa jadi hebat, bebanmu justru sebenarnya lebih berat. Kamu dituntut bukan sekadar bekerja dengan bagus saja

Akan sayang banget kalau kamu udah keburu terlena dengan dibilang good job! via www.helioshr.com

Sesuatu yang hebat sudah tentu bagus. Sayangnya, bagus belum tentu layak disebut hebat. Karenanya, siapa pun di dunia ini punya kesempatan yang sama untuk sampai di titik hebat. Ketika hasil pekerjaanmu dipuji bagus, baiknya kamu jangan langsung berpuas diri. Itu baru berarti kamu menapaki satu tangga yang benar. Ingat, masih ada tangga-tangga lainnya yang harus kamu taklukkan. Jika kamu bisa menaklukkan semuanya, barulah pantas kamu dibilang hebat.

Terbiasa dipuji dalam segala hal, orang yang biasa mendengar good job biasanya susah menerima kritik saat hasil kerjaannya kurang baik

Padahal kritik itu membangun. via www.azquotes.com

Bagi seseorang yang sudah terbiasa dihujani pujian dengan idiom good job, dengan sendirinya dia akan sulit menerima kritik dari orang lain. Yup, karena ia sudah merasa dirinya mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Good job mampu membuat dirinya percaya bahwa kemampuannya saat ini sudah di atas rata-rata. Sekalinya ia tidak becus melakukan pekerjaan, maka ia akan sulit menerima kritik dari orang lain. Sebab dalam mindset-nya sudah tertanam bahwa ia orang yang mempu melakukan segala sesuatu dengan baik.

Pujian berlebih bahkan bisa membuat seseorang tumbuh menjadi pribadi yang sombong dan menilai dirinya terlalu tinggi

Berpotensi bikin orang lain jadi sombong. via shifttohappy.com

Untuk sebagian orang yang mentalnya belum cukup kuat untuk menjadi sukses, pujian bisa menyihirnya menjadi pribadi yang congkak. Karenanya kamu harus berhati-hati saat memuji seseorang dengan dua kata tersebut. Jangan sampai tujuanmu mengapresiasi malah membuat orang tersebut terjerumus dalam kesombongan.

Lain kali ketika memuji, pilihlah kalimat yang membuat orang lain terpacu untuk lebih baik lagi

Ketimbang memuji seseorang dengan pujian yang membuatnya terlena, kamu bisa memilih kalimat lainnya yang lebih memotivasi.

Udah oke nih, tapi kamu bisa lebih baik dari ini. 

Supaya orang yang kamu puji tidak terlena dengan pencapaiannya saat ini. Yup, agar dia tetap bisa berkembang untuk selanjutnya. Coba deh nonton cuplikan film Whiplash ini, pasti akhirnya kamu makin yakin bahwa pujian itu tanpa sadar bisa berbahaya.

Nah, mulai saat ini jangan gegabah mengumbar good job ya. Supaya orang yang kamu puji nggak mudah terlena dengan pencapaiannya saat ini. So, mending dibilang good job atau not good enough nih?

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!