Gaya pacaran LDR alias Long-Distance Relationship terkadang seru juga untuk dijalanin, ada yang beranggapan bahwa di saat LDR-an perjuangan seseorang untuk mempertahankan kamu bisa kelihatan. Bagi mereka yang memang serius menjalani hubungan LDR-nya, entah karena keadaan memang mengharuskan mereka untuk menjalani hal itu atau ada alasan yang lain insya allah bisa benar-benar menjaga komitmen dan komunikasi diantara keduanya no matter what it takes.

Tapi, bagi mereka yang tidak serius bisa saja masa-masa LDR ini dijadikan sebagai masa ‘kebebasan’ untuk mengembangkan diri dan fokus pada karir atau sebagai ajang cari pacar cadangan. Entah cadangan buat mengisi saldo ATM atau sebagai hiburan disaat kesepian karena pacarnya jauh. So, which one are you?

Sekuat-kuatnya kamu dalam menjalani hubungan LDR, selalu ada kemungkinan untuk perjalanan hubungan kalian tidak semulus yang orang lihat di postingan media sosial kamu atau dari isi chat yang sempat kamu screenshot sebagai bentuk kebahagiaan sesaat ketika dirayu. Well, kalo kamu yang sedang membaca ini lagi semangat-semangatnya LDR dan belom menyerah ada lima hal yang tidak menyenangkan dari hubungan jarak jauh.

Dari lima hal yang tidak menyenangkan ini, kira-kira yang mana yah yang pernah kamu rasakan?

1. Kesibukan sehari-sehari membuat komunikasi diantara kalian bisa naik turun

Advertisement

Di awal-awal perpisahan jarak antara kamu dan si dia, komunikasi pasti masih intens-intensnya dan kewajiban untuk saling memberi kabar masih lekat di ingatan walaupun cuma sekedar memberi kabar kalau kamu malas berangkat ke kantor.

Mulai dari buka mata di pagi hari, berangkat ke kantor/kampus, pada waktu jam istrahat, mau pulang sampai pada waktu mau tidur lagi, komunikasi itu serasa tidak pernah putus. Tapi, itu hanya terjadi di awal-awal memulai ldr saja. Apa kabar dengan pasangan yang masing-masing sibuk kerja? Sibuk ngurusin tugas-tugas kuliah dan kegiatan di luar yang bejibun? Atau yang lagi sibuk deketin pacar orang yang masih belom putus dari pacarnya.

Well, padatnya kegiatan/kerjaan membuat kalian harus pintar membagi waktu kencan online alis ngobrol di aplikasi chatting atau via telpon. Terkadang, yang tadinya masih sering telponan di jam istrahat mendadak harus berkompromi dengan keadaan cuma kontekan lewat chatting di Whatsapp atau BBM-an karena kurangnya waktu istrahat.

Bagi sebagian orang, perubahan yang “mendadak” dalam hubungan jarak jauh atau jarak dekat sedikit pun terkadang membuat mereka tidak siap dengan keadaan yang baru. Mau tidak mau ya harus dijalani, memang sudah resiko ldr seperti itu ya pahit asam manis rempong rasanya!

2. Masalah sepele bisa menimbulkan kecurigaan diantara kalian

Siapa pun kamu saat ini yang lagi asyik-asyiknya ldr atau pernah menjalani hubungan yang sangat berat di jarak ini, pasti pernah mengalami pertengkaran-pertengkaran yang sebenarnya dipicu oleh masalah sepele tapi bisa berakhir dengan adu argumen yang tidak putus-putusnya. Tidak jarang, karena keseringan bertengkar justru membuat dua orang yang sedang ldr akhirnya memutuskan untuk berpisah.

Telepon yang tidak segera diangkat, atau chat yang tidak berbalas selama berjam-jam bisa menimbulkan spekulasi bermacam-macam dari dia atau dari kamu sendiri. Bisa saja dia sedang bersama orang lain, dia mungkin lagi keluyuran ke tempat-tempat yang kamu larang atau bisa jadi dia sedang sibuk dengan hal yang lain. Kecurigaan tanpa alasan dan praduga tak bersalah diantara kalian justru akan membuat kalian lebih sering bertengkar dan adu argumen.

3. Jaringan internet yang tidak stabil sering kali membuat kencan video call menjadi terganggu

Video call menjadi satu-satunya alternatif untuk bisa berkomunikasi face to face, layaknya komunikasi yang kamu lakukan sehari-hari ketika pasanganmu masih berada di kota yang sama denganmu. Namun, kalau jaringan internet sedang tidak stabil justru membuat acara kencan video call kamu menjadi tidak seseru yang kamu harapkan.

Kalau jaringan internet sedang stabil, bisa dijamin kalau tampilan wajah pasanganmu akan terlihat jelas dan sempurna layaknya wujud manusia. Tetapi kalau jaringan internet mendadak tidak stabil karena faktor cuaca atau memang service provider yang kamu gunakan sedang mengalami masalah, ya mohon bersabar saja dengan melihat tampilan pasanganmu di layar yang bentuknya hampir tidak bisa kamu kenali.

Selain tampilan wajah yang tidak sempurna, terkadang jaringan internet yang macet bisa membuat jalannya video call juga ikutan macet. Kamu pasti pernah mengalami fase di mana kamu dan si dia sedang asyik-asyiknya ngobrol lalu mendadak video si dia menjadi freeze alias macet juga! Kalau macetnya pas wajah si dia lagi cakep-cakepnya, lumayanlah enak untuk dipandang sembari menunggu jaringan bagus. Tapi, kalau pas ekspresi wajah si dia lagi monyongin bibir secara nggak sengaja ya lumayan juga buat diketawain.

4. Trauma akan kesalahan yang pernah dilakukan oleh pasangan di masa lalu, sewaktu-waktu bisa membuatmu menjadi over protektif

Terkadang, kita memaafkan kesalahan pasangan kita bukan karena kita masih memberikan dia kesempatan untuk melakukan kesalahan yang sama di lain waktu. Memaafkan bukan untuk melupakan kesalahan tetapi untuk lebih menjaga keutuhan hubungan dari kesalahan yang sama, bukan?

Karena kesalahan-kesalahan kecil maupun kesalahan fatal yang pernah pasanganmu lakukan, akan membuat kamu lebih sering mengecek keberadaannya di waktu yang tidak dia duga-duga. Misalnya, si dia meminta ijin untuk keluar bersama teman-teman kantornya dengan alasan ada acara makan-makan teman kantor yang lagi ulang tahun. Untuk memastikan dia tidak berbohong, kamu bisa kapan saja melakukan panggilan video call dan meminta dia untuk menunjukkan keadaan sekitarnya.

Walaupun sedang dalam masa ldr, jam keluar pun juga dijadikan sebagai cara untuk memproteksi kamu atau si dia. Jam malam tidak boleh lewat dari jam 11 misalnya, ketika sudah tiba di rumah atau kosan harus segera melakukan sesi video call.

5. Ketika sedang membutuhkan kehadirannya di sela-sela kegiatanmu, apa daya kamu harus bisa mandiri tanpa pasanganmu

Baik cewek maupun cowok tentunya juga membutuhkan pendamping di sela-sela kegiatan tertentu, misalnya untuk menghadiri acara pernikahan teman atau saudara atau melakukan perjalanan jauh karena tuntutan pekerjaan atau sekedar jalan-jalan menghabiskan waktu liburan saja.

Pada momen-momen seperti inilah kehadiran sosok si dia sangat kamu harapkan untuk menemanimu melewati hari-hari penting atau momen bahagia yang ingin kamu bagi dengan si dia. Pada waktu-waktu tertentu, kamu akan menyadari betapa ketidakhadirannya pada saat itu justru membuat kamu merasa kesepian dan ingin segera bertemu tetapi hal yang bisa kamu lakukan hanyalah bersabar, menunggu waktu pertemuan itu tiba.