Memiliki seorang adik perempuan yang usianya tidak beda jauh dari mu tentu memiliki keunikan sendiri. Tumbuh bersama dalam ikatan perasaan yang nano-nano tentu tidak dapat membuat mu lupa begitu saja dengan segala hal menyangkut adik mu. Entah itu hal-hal yang membuat gigi putih mu terpampang nyata ataupun hal-hal yang membuat urat leher muncul dari persembunyiannya.

Memperebutkan kamar mandi dipagi hari adalah pertarungan sengit yang tak dapat dihindari

Berebut kamar mandi antara kamu dan adik mu bisa dibilang merupakan PSPH (Pertarungan Sengit Pagi Hari). PSPH seperti sinetron kejar tayang yang terjadi setiap hari antara kamu dan adik mu. Bahkan kadang orangtua harus turun tangan untuk menghentikan pertarungan. "Kamu ini.. harusnya ngalah dong sebagai kakak" Kata-kata pamungkas yang sering keluar dari mulut orangtua.

Sekolah mu pasti masuk dalam daftar sekolah yang dituju adik mu

"Dea akan masuk ke SMA mana bu ?

" o.. dia masuk di SMA 3, biar satu sekolah sama kakak ceweknya"

Sekolah mu pasti menjadi list utama bagi orangtua mu yang hendak menyekolahkan adik. Lazim alasan orangtua adalah supaya kamu bisa menjaga adik mu dan juga menolong adik mu untuk bisa beradaptasi di sekolah yang baru.

Hal ini menjadi pertanyaan yang muncul dari teman-teman dan bahkan guru mu ketika kalian satu sekolah

"Novi, Dea itu adik mu ya ? Kok gak mirip ?

Advertisement

Pertanyaan ini pasti akan ditanyakan oleh kebanyakan teman-teman mu. Dan respon mereka juga pasti berbeda-beda. Ada yang bilang mirip tetapi ada juga yang bilang tidak mirip. Dan kamu hanya bisa memberikan senyum tipis, ekor mata terarah ke samping kiri dan ujung kaki diketukkan ke tanah. Ada juga teman mu yang memperhatikan dengan lebih detail. "Ketawa mu mirip banget sama adik mu Nov" atau "Cara jalan kalian sama, Nov" dan lama kelamaan teman-teman mu mulai terbiasa dengan perbedaan maupun persamaan antara kamu dan adik mu.

Kamu mulai was-was ketika sedang PDKT dengan teman satu sekolah karena kalau ketahuan adik mu, akan dilaporkan ke orangtua

Kamu mulai hati-hati ketika sedang PDKT dengan teman sekolah mu karena jika ketahuan adik mu, hal itu akan dilaporkan ke orangtua. Apalagi kalau orangtua sudah mewanti-wanti untuk tidak berpacaran dulu selama sekolah.

Dan.. Ternyata Semua diluar Dugaan mu

Adik mu mengetahui bahwa kamu sedang PDKT, tetapi dia memilih untuk diam dan tidak melaporkan hal itu ke orangtua mu. Kamu kemudian melihat kedewasaan adik mu dan belajar darinya.

Kalian kemudian menjadi teman berbagi yang solid

Kamu kemudian ingin berbagi dengan adik mu. Sebaliknya, adik mu pun mulai berbagi rahasianya dengan mu. Perlahan-lahan kalian menjadi teman curhat yang solid. Kenyamanan mulai terjalin ketika komunikasi kalian mulai terarah pada hal-hal yang dalam. Selain itu, kalian juga mulai berbagi baju atau celana, alat-alat dandan, dan setiap jenis barang yang kalian miliki.

Rasa tanggungjawab mu sebagai seorang kakak yang ingin menjadi teladan bagi adiknya mulai tumbuh subur

Kamu mulai berbenah diri agar menjadi seorang kakak yang patut diteladani. Kamu mulai meluangkan waktu mu untuk menemani adik mu mengerjakan tugas-tugas sekolahnya, berkenalan dengan sahabat-sahabatnya bahkan kamu tak sungkan memintanya mengebalkan mu dengan orang yang dia suka.

Menjadi seorang kakak adalah anugerah istimewa dari Tuhan. Menjadi seoarang kakak, adalah masa dimana kamu belajar menjadi seorang pemimpin. Setidaknya pemimpin bagi diri mu sendiri dan pemimpin bagi adik mu. Percayalah, melihat adik mu yang lugu tumbuh dewasa akan menjadi cerita hidup yang sangat berharga. Lebih berharga daripada waktu yang kau habiskan bersama teman-teman mu. Sudahkah kau meluangkan waktu bagi adik mu hari ini ? (Kz)