Setiap orang pasti memiliki cinta pertama, cinta yang hadir ketika kita masih meraba-raba apa itu definisi cinta, bagaimana merasakannya, dan untuk apa harus ada cinta. Cinta pertama seringkali dijuluki cinta monyet, cinta yang hanya terjadi di masa kecil dengan kepolosan dan keluguan anak kecil. Namun, ada beberapa dari kita yang justru merasakan kesaktian cinta pertama.

1. Cinta Pertamamu Mengajarimu tentang Indahnya Persahabatan

Yah, banyak sekali cinta pertama yang terjadi karena diawali dengan persahabatan, karena bermula dengan persahabatan, dua orang manusia mulai mengenal satu sama lain. Apalagi dalam hal ini adalah anak kecil yang masih belum tahu dunia luar. Maka, yang ia tahu hanyalah seseorang yang selalu ada di kala suka maupun duka, seseorang yang selalu bisa memberikan tawa dan menghaapus air mata.

2. Masa Pubertas yang Terasa Indah

Ya, masa pubertas, masa di mana seseorang mulai tumbuh remaja, mulai mengenal arti lawan jenis, dan mulai menyadari sebuah rasa yang berbeda. Di saat itu, cinta pertama itu hadir, memberikan ruang baru di hati kita dan di saat itu juga kita merasakan betapa indahnya jatuh cinta. Apalagi jika melihat dia setiap kali berangkat sekolah dan pulang sekolah. Rasanya dunia sudah penuh dengan bunga-bunga.

Advertisement

3. Kita Bercita-cita untuk Menjadikannya yang Terakhir

Pernahkah kita sekali saja membayangkan atau mengucapkan doa untuk cinta pertama agar menjadi cinta yang terakhir? Kebanyakan dari kita tentu menjawab iya. Wajar, karena seseorang yang kita kenal hanya sebatas teman sekolah dan teman bermain bahkan terkadang lingkupnya hanya satu desa. Tentu saja, kita merasa dia benar-benar yang terakhir untuk kita dan harus dipertahankan. Betapa indahnya jika cinta pertama menjadi cinta terakhir bukan?

4. Suka Mencari Perhatian jika Bertemu

Pernahkah kita, jika si dia melintas di depan kita, atau melintas di depan kelas kita, kita mencoba melakukan hal terkonyol yang pernah kita lakukan. Misalnya mendorong teman kita yang kebetulan sedang berjalan di samping kita lalu tertawa terbahak-bahak, atau kadang juga berbicara sok pintar agar si dia memalingkan wajah kepada kita. Sayangnya tidak semua orang peka. Justru kadang doi menganggap kita gila.

5. Suka Jahil dengan Doi

Pernahkah kita menarik-narik rambut cinta pertama kita? Biasanya hal ini terjadi kepada anak laki-laki yang sering menarik kunciran seseorang yang ia sukai. Terkadang mereka juga menggodanya dengan mengatakan bahwa si anak perempuan itu jelek, pendek, pesek, memanggilnya dengan sebutan nama orang tua, memanggilnya dengan julukan atau yang lain. Namun, jauh di lubuk hati si anak laki-laki dia mengatakan bahwa betapa cantiknya cinta pertamanya tersebut. Semua itu dilakukannya hanya karena ingin tetap dekat dengan seseorang yang ia sukai dengan cara yang tidak mencolok.

6. Ingin Rasanya Satu Sekolah Lagi

Hal yang paling membuat hati bimbang adalah hari kelulusan. Kita ingin terus satu sekolah dengan cinta pertama kita, tapi hidup tak melulu soal cinta, banyak pertimbangan dari sana-sini yang mungkin mengharuskan kita berpisah dengan cinta pertama kita. Berbagai macam cara sudah kita perjuangan hanya demi bisa satu sekolah dengannya. Mungkin ada yang pernah mengalami berjuang mati-matian belajar hanya untuk mengikuti cinta pertamanya yang sekolah di sekolah favorit. Namun, takdir berkata lain dia tidak diterima di sekolah yang sama.

7. Bayang-Bayang Cinta Pertama Selalu Ada

Seiring berjalannya waktu, kita berharap dapat melupakan cinta pertama dan bisa menemukan cinta lain di tempat yang baru. Namun… bayang-bayang cinta pertama selalu ada. Tak dapat dipungkiri cinta kedua, ketiga, dst tak akan berbeda jauh dengan cinta pertama kita baik dari segi fisik, sifat, maupun hobi. Semua hal yang ada pada cinta pertama masih melekat di hati kita dan memberikan petunjuk bagi kita untuk menemukan sosok lain penggantinya yang masih mirip dengannya.

Tanpa disadari pula, kita sering membangga-banggakan cinta pertama kita kepada cinta-cinta kita berikutnya. Hanya saja kita tak pernah tahu bagaimana perasaan cinta kedua dst yang memendam luka sebagai korban cinta yang terlalu besar terhadap cinta pertama.

Betapa beruntungnya ya seseorang yang pernah menjadi cinta pertama. Seseorang yang mendapat cinta untuk pertama kalinya, cinta yang masih murni dari seorang anak yang menginjak masa pubertas. Betapa beruntungnya cinta pertama, bayang-bayangnya bahkan masih ada dan membekas di hati kita.Cinta pertama adalah cinta yang membiaskan cinta-cinta berikutnya, menuntun hati menuju replikanya tanpa menyadari bahwa itu menimbulkan luka.