Pernahkah anda meyakini, bahwa setiap makhluk yang bernyawa pasti akan mati? Jika Iya, lantas apa yang terpikirkan di otak anda jika esok adalah hari kematian anda?

1. Bekerja mati-matian

Hal ini dapat dilakukan oleh siapapun, namun bukankah dengan kita mati-matian bekerja dan menghasilkan pundi-pundi suatu saat juga akan habis? suatu saat akan lenyap begitu saja? maka untuk apa mempersiapkan kematian dengan bekerja mati-matian?

sebuah pendapat seorang motivator Ippho santosa cukup menghentakkan yaitu "Gak usah perjuangin mati-matian apa-apa yang gak bisa dibawa mati". Uang, Emas, dan harta apapun tak akan dibawa mati, saat sang Empu ditimbun oleh tanah.

2. Pasrah total

Bedakan definisi tawakkal dan pasrah tentunya. pasrah tanpa melakukan hal apapun untuk merubah hidup kita, tentu sebuah hal fatal. pasalnya, Tuhan hanya tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sampai kaum itulah yang mengubah. maka, jika pasrah secara total tanpa melakukan apapun adalah ibarat orang yang putus asa dari segala rahmatNya. Semoga kita bukan termasuk dalam golongan tersebut.

3. Berkarya mati-matian

Hanya karya yang nantinya mampu dikenang saat raga sang empu telah terbujur kaku. berkaryalah minimal untuk dirimu sendiri, atau akan lebih baik, ketika karyamu selalu dirindukan dan dikenang setiap orang, bahkan ketika ragamu tak lagi di sisi, jadilah manusia yang selalu menginspirasi.

Disini, saya ingin membagikan tips agar bagaimana karyamu, dalam hal ini versi "BUKU" dapat diterima penerbit:

Advertisement

1. Menulislah dengan hati, karena urusan menulis pada dasarnya bukan urusan dengan jari. rasakan dan nikmati setiap tulisan yang sedang kamu buat.

2. Rasakan dan cobalah masuk pada setiap karakter tokoh yang sedang kamu mainkan, dengan itu kamu akan mendapatkan emosi yang lebih saat menuliskan paragraf demi paragraf.

3. ajukan pada penerbit yang tepat. kenali jenis penerbit dan genrenya. contohnya: kamu menulis naskah genre romantis, tapi kamu ajukan di penerbit yang biasa cetak naskah horor! otomatis akan DITOLAK!

4. Tulis sinopsis dengan benar, maksimal standart 2 lembar. REMEMBER: Bedakan menulis sinopsis dengan BLURB (cover belakang buku). sinopsis adalah semua alur cerita yang akan kita tawarkan kepada editor, karena sinopsis adalah sumber diterima dan ditolaknya sebuah tulisan, jadi tulislah se maksimal mungkin.

5. Jika karyamu ditolak, jangan berhenti berkarya. coba evaluasi dan lakukan editing serta finishing lagi lantas, ajukan ke penerbit lainnya.

SELAMAT MENULIS

Salam Karya_@alunaalwy