Aku bersyukur terlahir di dunia ini sebagai seorang pria yang dipertemukan Tuhan dengan wanita sepertimu. Wanita yang sangat kuat, tidak mudah menangis, tidak mudah marah, mampu menganalisa segala hal yang tidak dapat dianalisa orang lain, memiliki indra ke enam, dan dapat membuat apa yang kamu ucapkan atau inginkan menjadi nyata.

Hal yang paling baru terjadi seperti kemarin saat kita sedang jalan bersama, dalam hati aku ingin makan nasi bebek, sepanjang jalan aku cari tidak juga aku dapati, tapi setelah aku memberitahumu bahwa aku ingin makan nasi bebek, dan kamu hanya mendengarkan namun seketika itu pula ada tukang nasi bebek di sebrang kita, hahaha… sungguh praktis jalan bersamamu, hal lainnya tidak perlu aku ceritakan di sini karena terlalu banyak.

Tiga tahun mengenalmu adalah hadiah terindah dari Tuhan untukku. Betapa tidak? kamu yang selalu ceria, menghibur disaat ku jatuh, menyemangati disaat ku lesu, dan cerita hidupmu yang tak habis-habisnya kau ceritakan padaku membuatku tak pernah bosan jalan berdua denganmu. Meski aku hanya dapat menjadi pendengar yang baik, tapi aku senang dapat selalu mendengar suaramu, bukannya aku tidak mau bercerita tentang hidupku kepadamu, tapi memang hidupku tidak seluas hidupmu. Hehe…

"Aku akui, aku adalah pria yang lemah, sedangkan kamu adalah wanita yang kuat, tapi apakah salah jika kita tetap menjalani semua ini bersama tanpa perlu ada kata "akhir"? Bukankah cinta didasari oleh perbedaan agar dapat saling melengkapi?"

Jalan pikiran kita sangat jauh berbeda, walaupun aku pria, tapi aku selalu berpikir menggunakan hati dan perasaan, sedangkan kamu selalu berpikir menggunakan logika, aku yakin kamu dapat menyelesaikan tes IQ hanya dalam hitungan detik. Bila dikaitkan dengan cinta, aku tidak tahu apa yang sebenarnya ada dalam pikiranmu tentang cinta, mungkin karena jalan pikiranmu yang seperti itu, membuat semua cinta yang ingin mencoba masuk ke dalam hatimu kamu abaikan, termasuk cintaku.

Advertisement

Aku kira aku adalah orang yang spesial buat kamu, namun sepertinya tidak, semua usahaku untuk membuatmu jatuh hati hanya sia-sia belaka. Semua yang telah aku lakukan untukmu tidak serta merta membuatku mendapatkan predikat spesial dalam anggota manusia yang telah kamu kenal yah? Hatimu yang sekeras baja atau memang kamu yang tidak punya hati?

Hari demi hari ku lalui untuk belajar menjadi orang yang kuat sepertimu, berprinsip hidup seperti air yang selalu mengalir dari tempat satu ke tempat yang lain tanpa kembali lagi ke tempat awal, namun hatiku yang lemah membuat semuanya sia-sia! Bukan menjadi kuat, malah justru yang terjadi hatiku menjadi terluka.

Mengertikah kamu bahwa aku ingin memilikimu?

Semua yang telah kita lalui bersama membuatku ingin melanjutkan hubungan ini lebih dari sekedar "teman". Tapi berkali-kali ku menyatakan cinta, kamu selalu menyepelekannya, kata atau kalimat yang paling ku ingat adalah "pee'a" , "apa dah lu", dan "I dont love you". hahaha… Tapi aku senang karena aku yakin semua jawabanmu itu hanya bercanda dan ingin mencairkan suasana saja, buktinya sampai saat ini kita masih jalan bersama.

Yasudahlah, aku pun sambil merangkak belajar untuk membangun hatiku agar dapat sekuat hatimu. Jika dipikir-pikir juga apalah arti status jika tanpa status pun kita bisa bahagia?

Satu hal yang membuat perasaanku kacau ialah disaat ku cemburu melihatmu dekat dengan pria lain, aku berusaha tenang dalam diamku, seketika itu pula kamu menenangkanku dan menjelaskan tentang pria tadi, itu membuatku merasa dihargai, maka dari itu… "terima kasih telah menganggapku ada."

"Dalam doa… ku selalu berharap agar kamu selalu diberikan kesehatan dan perlindungan dimanapun kamu berada, terlebih saat ku tak berada disampingmu"

Maafkan aku setiap kamu meminta izin untuk menjalani kisah dengan pria lain belum pernah aku izinkan. Bukan berarti aku egois, hanya saja aku benar-benar belum dapat melihat dari pria-pria yang kamu kenalkan kepadaku itu adalah pria yang baik, kamu tidak percaya? bukankah beberapa sudah ada yang terbukti?

Yah, walau hati kecilku ini menginginkanmu masuk ke dalamnya, tapi bila memang suatu saat aku mendapati ada pria yang cocok untukmu, aku akan merestui hubungan kalian.

Percayalah, dan teruslah jalani hidupmu yang seperti ini, bila aku lelah, tinggalkan saja aku, teruslah melangkah, carilah jati dirimu yang sebenarnya, namun saat kamu lelah, jangan sungkan, tengoklah ke belakang, dan lihatlah aku yang masih terduduk, kamu dapat kembali kepadaku.

"Aku mencintaimu tanpa syarat, dan akan terus mencintaimu tanpa peduli sejahat apapun kamu ingin membuat aku pergi darimu…"

Terakhir, bolehkah aku meminta seuatu darimu? Selama aku ada disisimu, tetap ajari aku agar dapat sekuat hatimu 🙂

Dari aku yang selalu ada untukmu.