Kita menangis bersama. Kita juga selalu tertawa bersama. Begitu banyak hal yang telah kita lalui bersama. Tetapi…bisakah kita bersama selamanya? Atau bisakah kita menjalani hidup tanpa bersama?

Kita saling mengenal sudah cukup lama. Aku tahu tentangmu. Kamu tahu tentangku. Cukupkah itu membuktikan kepada dunia bahwa kita tidak hanya bisa bersama tapi juga bersatu?

Kita tidak pernah menyalahkan keadaan dan waktu. Kita tidak bisa menyalahkan orang lain karena kita memang terlambat menyadari perasaan masing-masing. Aku hanya bisa menangis ketika memikirkannya. Kamu hanya bisa menenangkan aku tanpa bisa berbuat apa-apa lagi.

Haruskah kita percaya bahwa kita diciptakan untuk satu sama lain? Kita percaya. Hanya saja, kita selalu menangis ketika mengatakannya. Ini benar-benar menyakitkan. Kita hanya bisa saling memandang tanpa bicara. Kita berusaha tersenyum walaupun itu sangat berat untuk dilakukan.

Kita memiliki sayap tapi tak bisa terbang. Kita punya cinta tapi tidak bisa diwujudkan. Kita saling mencintai, seharusnya kita bahagia. Tetapi mengapa setiap memikirkan bahwa aku sangat mencintaimu, aku justru menangis? Mengapa kamu selalu mengatakan perasaanmu dengan raut wajah yang menyedihkan?

Advertisement

Kamu selalu yang terbaik. Walaupun, aku tidak bisa mengatakannya di depan orang lain. Aku ingin bercerita tentangmu. Tetapi kepada siapa? Di dalam mimpi pun, aku tidak bisa memberi tahu orang lain, bahwa aku sangat mencintaimu. Aku memang tidak memiliki kekuatan.

Kita manusia biasa. Kita mencoba membiarkan semuanya mengalir seperti air. Tetapi kita lupa bahwa air yang mengalir pun memiliki hilir. Ketika tiba waktunya, kita justru semakin sulit untuk bersama apalagi bersatu. Haruskah kita mencoba hidup tanpa kehadiran satu sama lain? Seberapa lama kita bertahan? Atau…

Apa pun itu, kita selalu terjaga di tengah malam. Kita memandang bulan dan bintang yang sama di tempat yang berbeda. Bukan begini yang kita inginkan. Malam yang indah pun mampu membuat kita menangis. Mengapa malam juga tidak berpihak kepada kita? Kita tidak memiliki kesalahan apa pun. Tetapi mengapa semuanya seolah-olah menentang kita?

Cinta seharusnya mampu menguatkan setiap manusia yang merasakannya. Tetapi, mengapa kekuatan pun tidak berpihak dengan kita? Bagaimana ini? Haruskah kita selalu tampil di depan orang lain tanpa menyadari kehadiran masing-masing? Kita benci dengan itu, bukan?

Akhirnya, kita tahu bahwa kita masih memiliki kekuatan. Tuhan. Dia selalu menjawab doa manusia dengan caraNya yang indah. Dia tahu apa yang kita butuhkan. Kita sudah berdoa. Kita hanya perlu berusaha sambil menunggu jawaban dariNya. Tetapi…akankah kita bisa menerima jawabanNya? Tuhan tahu yang terbaik untuk kita.