Aku pernah melupakanmu. Ya, melupakan seseorang yang pernah hadir di dalam hidupku. Kupikir ini mudah, tapi tak mudah setelah aku melihatmu kini lebih bahagia tanpa adanya sosok aku.

Bukan, Bukan aku iri terhadap semua ini. Aku tak pernah menyalahkan Tuhan atas apa yang pernah terjadi di antara kita. Aku bahkan sangat bersyukur sekali pernah bertemu denganmu, sosok yang mampu ku kagumi, sosok yang bisa membuatku bersemangat dalam menjalani hidup dan berani bermimpi.

Ya, itu dulu sebelum kata perpisahan itu merubah segalanya. Aku tak pernah tau jika kau sengaja tak menghubungiku, sengaja mengelak setiap kamu ku ajak berjumpa. Ah, entahlah, apa ini hanya perasaanku yang terlalu posesif? Aku tak mengerti. Hingga suatu saat aku tak pernah membayangkan kamu akan pergi untuk kesekian kalinya.

Air mata itu tumpah. Ya, tumpah untuk kesekian kalinya, langit biru pun mendadak gelap. Hanya pertanyaan yang absurd dan jawabannya hanya mampu ku terka-terka, pikiranku kacau, sayang!

Salah apa aku? Hingga kamu tega menyakitiku untuk kesekian kalinya.

Advertisement

Kesempatan kedua, telah aku berikan untukmu, sayang. Tapi, dengan mudah nya kamu menebang indahnya pohon cinta yang telah tumbuh dengan lebatnya. Kau tau, sayang? sudah berapa lama kita menjalin indah nya hubungan ini? sudah berapa kali kamu menggoreskan luka yang sama? Tapi aku tetap memaafkanmu, aku tetap membiarkan hatiku mencintaimu.

Tak mudah untuk melepas rasa ini, sayang. Tapi ku sadar diriku lebih berati. Untuk kali ini, aku akan melupakanmu, ya melupakan semua yang terukir di hatiku. Aku mengerti, sayang. Yang kamu miliki bukanlah cinta. Bukan cinta sejati. Kuharap Tuhan selalu senantiasa memberikanmu kebahagiaan.

 

 

Dari gadis yang pernah memberikanmu kesempatan kedua.